“Kedatangan kita kesini, untuk melamar putrimu. Claudia Shopia Dinakara. Tolong terima lamaran dari kita El.”
Malam ini, Sakalingga Bhagawanta melamar Claudia untuk menjadi istri putranya yang bernama Ragiel. Tentu Claudia yang mendadak kedatangan tamu dari keluarga Bhagawanta sedikit terkejut dan syok.
“Maafkan kami, karna kedatangan kami mendadak menghubungi kalian, aku hanya tidak ingin kehilangan kesempatan mendapatkan putrimu El,” Saka dan Elano yang sudah akrab dan bisa dikatakan teman karib langsung meminta maaf.
“Benar, kita takut kalau keluarga lain melamar putrimu yang cantik ini.” Avni Savina, istri Saka langsung menimpal ucapan suaminya.
Mereka datang membawa banyak sekali barang mewah, perhiasan dan membuat Claudia bengong beberapa kali. Malam ini, dia dilamar keluarga Bhagawanta. Yang mana? Karna, ia tidak terlalu tau dengan keluarga terpandang ini.
“Papa... ini becanda kan?” Claudia masih mencerna semua kedatangan mereka, dan obrolan mereka soal ‘melamar dirinya’.
“Tidak sayang, papa sudah bicarakan ini dengan mereka. ternyata mereka datang terlalu cepat, ” ucap Elano membuat Saka dan Avni terkekeh kecil. Bagaimana tidak? Mereka terlalu frustasi dengan anak sendiri sudah lama melanjang dan belum mau menikah.
Akhirnya, terpaksa mencarikan calon istri yang cocok dan baik untuk putranya. Dan mereka, jatuh hati dengan Claudia langsung tanpa menunggu waktu lama.
“Kamu mau kan sayang dijodohkan dengan anak sahabat papa?” Elano tau jika Claudia tidak menolak perjodohan ini.
Karna Claudia anak yang menurut dan ikut dengan keinginan orangtua, bahkan ia yakin jika pilihan orangtua adalah pilihan yang terbaik.
“Pa... maaa... aku masih kuliah lho! ”
“Tidak masalah sayang, tinggal sebentar lagi lulus kan? Semangat! ”ucap Avni karna sudah tau kesibukan Claudia.
*
Sepulang Saka dan Avni, mereka masih mengobrol di ruang tamu banyak sekali obrolan yang mereka bahas tadi. Mulai dari persiapan pernikahan, bahkan tempat tinggal semua sudah memiliki rencana. Jujur saja, Claudia masih enggan dengan perjodohan ini. Namun, ia melihat raut wajah bahagia Elano dan Auretta tadi tak tega menolaknya.
“Ma... keluarga Bhagawanta bukan keluarga biasa saja, mereka lebih unggul besar dari keluarga kita, ” kata Claudia. Apalagi bisa ia nilai saat bicara dengan Saka dan Avni terlihat bukan sembarangan.
“Bukan materi yang papa cari, Ragiel... calon suamimu sudah dewasa belum menemukan pasangan. Dan mungkin, kamulah jodohnya.” Akhirnya Elano tak menerima penolakan dari putrinya sendiri.
“Terserahlah...”
Berbeda dengan Saka dan Avni baru saja memasuki mansion mewahnya, dikejutkan dengan Ragiel putra satu – satunya yang masih sendiri belum menikah. Mereka sudah frustasi menyuruh untuk menikah. Namun yang ada, Ragiel selalu menolak dan nanti.
Hingga akhirnya, Avni memutuskan untuk menjodohkan Ragiel dengan putri Auretta, Claudia.
“Habis ngelamar anak orang mana lagi? Aku sudah bilang sama kalian, stop jodoh – jodohin aku sama orang asing.”
“Tidak bisa, Oma yang nyuruh mereka melamar dan pernikahan ada ditentukan besok secepatnya,” tiba – tiba Oma Laura datang dari belakang membuat Ragiel menahan kesal.
Oma Laura, tak beda jauh dari orangtua sendiri, selalu mendesak menginginkan menikah segera punya cucu. Dan sekarang? Dia harus kembali setuju dengan keputusan mereka.
“Berhenti bermain – main Ragiel, kamu sudah kita ingatkan. Dan mulai sekarang, fokus dengan calon istrimu. Claudia. Kamu sudah tua, untung saja dia mau dengan kamu.” Sindir Oma Laura yang lebih tau dulu karna mereka sudah memberikan kabar bahagia ini.
“Ingat, jika semua warisan harta ini milikmu. Kamu harus menikah. Kalau tidak, yaudah oma bagi saja sama orang susah diluar sana bair mereka kaya.” Tantang Oma Laura tidak main – maian apa yang diucapkan.
“Benar, papa sudah putuskan. Dan yakinlah, jika Claudia bukan wanita yang buruk seperti yang kamu pikirkan dan pernikahan akan –”
“Dirahasiakan, dan aku tidak ingin satu rekan atau kolega yang tau jika aku menikah! ” Potong Ragiel, akhirnya setuju menikah dengan Claudia. Dengan syarat pernikahan ini dirahasiakan.
Ia tidak ingin menjadi perbincangan banyak orang diluar saja, sudah memiliki istri. Ragiel, tipe orang keras kepala dan tidak suka diatur namun, ini keputusan keluarga mau tak mau ia akan setuju.
“Sayang banget orang secantik Claudia pernikahannya di rahasiakan, ” sinis Oma Laura dengan kesal dan sedikit emosi meninggalkan mereka yang masih di ruang tamu. Usia memang tak muda, namun Oma Laura masih bisa marah – marah sekuat tenaga terumata memarahi cucu yang menyebalkan itu. Ragiel.
“Ragiel, jaga bicaramu didepan Oma,” tegur Saka sudah marah dengan anaknya sendiri, namun yang ada Ragiel masih tak peduli. Ia masih belum terima dijodohkan dengan orang lain tiba – tiba.
Dan yang paling ia kesalkan, kemungkinan pernikahan akan terjadi begitu cepat.
“Kenapa? Kalian juga tidak ada bedanya sama Oma. Suka memaksa orang untuk menikah, dan sering kali melamar orang tanpa persetujuan dariku! ” Sinis Ragiel langsung pergi meninggalkan orangtuanya yang bisa menghela nafas setiap saat.
“Papa kalau Ragiel seperti ini. Bagaimana dengan Claudia? Dia terlalu baik untuk anak kita yang kepala batu,” celentuk Avni membuat Saka kembali memejamkan mata.
“Biarkan saja, kita hubungi ke Elano kalau Ragiel meminta pernikahan di rahasiakan.” Jujur saja Saka tidak enak mengatakan ini dengan Elano. Karna, baru saja tadi mereka membahas untuk semua undangan. Dan sialnya, anak mereka sendiri yang mengacaukan pernikahan keluarga.
Pernikahan yang harus megah, mewah, di pandang banyak tamu, di nilai banyak orang berakhir rahasia.
“Tapi bener sih, sayang banget secantik Claudia pernikahannya di rahasiaka, ” gumam Avni membuat Saka tersenyum.
“Ya biarkan anakmu tau, kalau bisa aku berdoa Claudia dikejar pria tampan yang bisa membuat dia kebakaran jenggot karna menyesal sudah merahasiakan pernikahan ini, ” ucapan asal Saka membuat Avni tertawa langsung.