Marshal menyusuri lorong panjang yang tampak sunyi dan sepi, ada ragu yang menggantung saat ia terpaksa harus menyetujui permintaan Aurelia dan teman-temannya. Adzan isya belum juga berkumandang, namun suasana Desa Awu Awe tampak lengang.
Marshal juga tidak melihat, canda tawa anak-anak di teras masjid. Padahal sembari menunggu isya, halaman masjid selalu ramai berlarian anak-anak yang sedang bermain. Juga nampak di teras masjid, beberapa warga yang sengaja menunggu jamaah isya. Tapi malam itu, suasana masjid benar-benar berbeda dari biasanya.
Lelaki yang sudah menguncir rambutnya dengan rapi itu tetap melajukan motornya dengan kecepatan sedang, agar tidak mendahului Imam yang ada di depannya dan juga tidak meninggalkan Nakula yang berada tepat di belakangnya. Berjalan beriringan akan