Pagi itu Venya bangun lebih pagi dari biasanya. Semalam dia mandi dan selesai memaki dirinya sendiri. Dia menulis beberapa bab dan pergi tidur. Rasanya aneh ketika tidur masih siang untuk Venya. Lagi pula, Venya terbiasa untuk tidur malam. Venya juga tidak biasa tidur dengan tanpa menuliskan beberapa bab ceritanya. Maka dari itu, kebiasannya itu membuat Venya lagi - lagi tertidur malam hari.
Venya terbangun dengan video di ponselnya yang masih menyala. Menunjukkan beberapa cuplikan yang di dalamnya berisi riset dan cerita. Biasnaya Venya menonton video seperti itu sebelum tidur dan menuliskan beberapa hal yang Venya anggap penting. Biasanya juga Venya melakukan itu untuk menambahkan beberapa bagian di dalam cerita yang sedang ia kerjakan. Venya juga sering sekali melakukan riset ulang agar fakta tidak bisa dipungkiri lagi. Ceritanya memang pantas diacungi jempol oleh beberapa ornag ksrena dia melakukan riset dengan baik dan juga tidak main -, main. Setidaknya lewat google dia sudah bisa mendapatkan bahan riset dan juga bahan cerita. Video -, video yang ditontonnya hanyalah batu loncatan jika ia sedang malas membaca di website ataupun jurnal yang baisanya di tulis oleh ahlinya. Terutama yang berbahasa inggris.
Sebenarnya, pagi itu Venya menyadari ada Gemma yang meninggalkan kantung keresek di gagang pintu Venya. Mungkin makanan pagi yang ia janjikan semalam. Namun, Venya tidak nafsu untuk makans ekaramg. Rasanya perut Venya mual ketika mengingat makanan. Venya rasa, dia mungkin kekenyanagan karena semalam.
Venya bahkan tidak bisa makan lagi setelah itu. Venya hanya mandi malam hari itu untuk mendinginkan kepalanya. Dia merasa harinya kemaren benar - bensr oanjang. Dia bensr - benar merasa lelah haribitu. Padahak niatnya dia mencari inspirasi keluar rumah malah mendapatkan hal yang bahkan cukup merusak moodnya. Untung saja Venya bisa berubah seketika ketika ada di kursi kerjanya, mengetikkan beberapa kata dan kalimat. Isa berubah sedrastis itu adalah salah satu penulis yang cukup sulit. Unruk Venya, juga awalnya sulit. Tapi dia membiasakan dirinya. Dia bahkan harus biada agar bida menulis dengan mood yang bagus walaupun pada akhirnya dia menyadari koodnyabkurang baik. Apalagi sekarang, moodnya benwr -* benwr hancur.
Venya menggosok rambutnya yang sedikit basah bekas semalam. Venya tidak sempat mengeringkan rambutnya karena dia lelah dengan harinya. Lalu dia duduk di rsnjangnya dan berfikir keras.
Apa yang dilakukan Venya pada Gemma kemarin mungkin sedikit ekstreem. Dia menyadari bahwa dia sudsh keetelaluan melakukan hal - hal yang bahkan bukan seperti dirinya. Bahkan Venya harusnya menampar dirinya sendiri untuk perkataan yang tidak masuk akal. Dimana dia mengatakan hal yang tidak mungkin bida ia lakukan.
Pergi dari Gemma? Tentu saja tidak bisa.
Melepaskan Gemma? Mana mungkin.
Melakukan hal ini karena Gemma adalah yang terbaik menurut Venya. Dimana dia berbicara sebisa mungkin agar Gemma mebgerti akan ke khawatiran dirinya terhadap Gemma. Venya bahkan tidak bisa sedikitpun berpaling dari Gemma yang kemarin sore mengajaknya bertengkar cukup hebat. Fimana fia dan Gemma tidak akan pernah lagi bertengkar seperti itu. venya akan memilih untuk mebgalah dan juga untuk membuat Gemma diam di sisinya.
Terserah Gemma mau bagaimanapun hidupnya, Gemma harus ada di sampingnya. Dia bahkan harus menegaskan lagi kepada Gemma untuk tetap di sisinya dalam keadaan apapun. Venya akan megatakan bahwa Gemma harus ada di sana. Dimana Venya membutuhkan dirinya untuk melengkapi hidupnya. Walaupun venya tidak yakin akan bersama Gemma sampai akhir waktu nanti, yang terpenting Venya punya Gemma yang menerima dirinya dengan begini adanya.
Venya malas mencari lagi pria sepeti Gemma yang sudah tahu selak beluk kehadiran Venya. Sudah mengetahui kekurang Venya dan juga sudah mengetahui latar belakang Venya dari mana. Venya malas menjelaskan lagi kepada laki - lki yang mungkin nanti akan ada bersama Venya. Dia juga malas mengenalkannya lagi kepada bunda Kori.
Bukan karena bunda Kori galak kepada orang yang di kenalkan oleh Venya. Tapi, Venya sendiri yangalas mengatakan hal yang bahkan mungkin daja Venya sendiiri tidak tahu.
Bunda kori pasti bertanya dari mana asal si pria, pendidikannya seperti apa dan bagaimana keluarganya. Hal yang seperti itu juga ditanyakan kepada Gemma dulu. Dari mana Venya tahu. gemma hanya menyebutkan dia anak kedua dan punya satu adik. Dia juga terlahir di keluarga yang worker holic dan tentu saja dia dituntut untuk bekerja lebih keras lagi untuk bisa membuktikan jika dirinya juga bisa membalas yang di tuntut oleh keluarganya. Slebihnya, Venya tidak tahu.
Bunda Kori juga cukup pemilih dalam hal pria untuk Venya. Bahkan bunda Kori pernah berkata jika Gemma bukanlah laki - laki yang baik seutuhnya. Dimana bunda Kori katanya bisa merasakan ada hak yang kurang baikd ari dalam diri Gemma.
Namun, selama ini yang kurang baik dari Gemma adalah itu, tidak ijin kemanapun mau pergi. Tidak mengabari dan bahkan bisa menghilang berhari - hari. Venya sendiri merasa bahwa hal - hal itu kurang baik akhir - akhir ini. Awlanya, Venya tidak mengerti dan tidak perduli. Hanya saja, bedanya kali ini, Venya benwr -, benar di tinggalkan ketika Gemma lergi. Tidak ada yang membantuny atau bahkan membelikannya makan. Setidaknya, Gemma masih ingat jika dia harus memberi makan Venya. Walaupun Venya bukan hewan yang harus di beri makan. Setidakny, Gemma bertanggung jawab karena sudah membaw aVenya ke sini dan jauh dari panti asuhan yang mana Venya sudha tinggak di sana delama tujuh belas tahun lamanya. Dan sekaranh, Gemma membawanya ke sini. Menjauhkan Venya dari tempatnya besar.
Hal itu membuat Gemma bertanggung jawaba atas Venya. Dia berjanji apda bunda Kori akan menjadikan Venya priotitasnya selain kuliah. Dan itu terbukti beberapa kali.
Selebihnua, Gemma masih mementingkan dunia luar bukan hanya Venya yang menjadi prioritas utamanya. Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh Venya sekarnag.
Dan jika ditanya Venya akan meninggalkan Gemma jika Gemma berbuat salah atau bahkan meninggalkannya terlibih dahulu? Jwabannya bukan sudah pasti? Tidak mungkin Venya meninggalkan Gemma terlebih dahulu. Namun, jika Gemma meninggalkannya, Venya mungkin akan menunggu Gemma menoleh atau berjalan mundur dan menuntunnya kembali untuk berjalan di sampingnya.
.
"Bisa jadi gila beneran nih gue." Kata Venya lelan mengacak rambutnya, "tamatin sekalian aja dah cerita gue kepenerbit. Gue rasa gue udah down banget dan kadang, banyak plot hole yanh ada di dalam ceritanya.
Untung saja editornya baik dan melakuakn beberapa Revisi walaulun revisi tersebit di tolak oleh Venya. Tapi jika masukannya bagus, bagaimana Venya akan menolaknya?