"lo sebenernya ngerasa keberatan ga sama gue?" Tanya Venya apda Gemma yang dimana mereka sedang berjalan di atas trotoar untuk membeli bubur pagibitu.
Venya kebetulan bangun pagi hari itu dan dia segera membangunkan Gemma lewat telepon dan mengajaknya berjalan - jalan sambil mencari makanan. Sebenwrnya, tisak ada topik yang istimewa yang harus dibicarakan oleh keduanya hanya ke randoman yang Venya miliki tiba - tiba dia ingin makan bubur namun dengan jalan kaki.
Gemma yang tadinya akan menguap kini melihat ke arah Venya di depannya. "Kok lo nanya gitu?" Tanya Gemma kemduian setelah melihat Venya yang sama sekali tidak menoleh ke arahnya.
.
Venya kesenangan ketika melihat ada tukang bubur dan langsung menginginkannya detik itu juga. Venya dan Gemma sengaja berjalan kaki di dekat kosannya. Untung saja kosannya di depan jalan cukup besar. Mereka bisa melihat banyak yang berjulan pagi itu. Mulai dari gorengan, nasi kuning, nasi uduk bahkan yang sekarang mereka akan beli adalah bubur ayam. Rasanya Venya sudah lama tidak makan bubur ayam. Terakhir kali dia makan mungkin ketika dia sedang sakit di panti asuhan. Itupun di bikinkan oleh bunda Kori tidak beli.
Biasanya bubur yang beejualan dengan roda di pinggir jalan begini suka enak. Kata orang di dalam novel yang Venya baca. Lagi pula Venya belum mencobanya karena biasanyapl pagi - pagi seperti ini ia habiskan di dalam kamar. Jika di panti asuhan, Venya habiskan dengan beres - beres dan berangkat sekolah menggunakan bis atau ojek jika kesiangan. Biasanya juga Venya naik angkot kalo tidak di jemput Gemma. Dulu sih ketika bekum kenal Gemma Venya lebih sering pake bis. Tapi, setelah mengenal Gemma dan dekat sampai akhirnya pacaran, Gemma lebih sering mengantarkan Venya ke rumah atau panti asuhan.
Venya senang - senang saja karena dia tidak mengeluarkan uang. Namun, ada kalanya Venya risih. Risih dengan tatapan orang - orang di sekolahnya dan tetangga - tetangga di dekat panti asuhan milik bunda kori itu. Setidaknya, stidak sampai kuping Venya. Jika sampai dan ada yang menjelek - jelekkannya, mungkin Venya akan bertindak dengan cara mencari ibu - ibu yang bergosip dan membeli mulutnya.
"Tanya aja." Kata Venya ketika mereka sudah duduk di bangku tempat bubur itu. "Penasaran juga. Lo keberatan ga sama guenyang minta lo buat berubah secara tidak langsung?" Tanya Venya lagi.
Gemma duduk di depan Venya setelah memesan buburnya terlebih dahulu. Kemudian dia menggeleng, "biasa aja tuh." Kata Gemma, "lagian yang nyuruh ngubah gue siapa juga? Gue pengen ngubah diri gue sendiri pake cara baik doang kok. Ga lebih ga kurang." Kata Gemma menenangkan Venya.
Kemudian Venya mengangguk, "asal lo nanti jangan nuntut gue karena gue pengen lo ini dan itu." Kata Venya kemudian berterima kasih karena bubur yang dipesabkan Gemma tadi sudah ada i mejanya. Dia tinggal melahapnya saja, "lagian, bukannya gue ngatur lo ya kalo jatohnya begini sama begitu?" Tanya Venya lagi.
Gemma terkekeh kecil, "gue lagi mencoba buat menyukai apa yang lo atur di hidup gue." Katanya.
"Ohhh jadi lo ga suka?" Tanya Venya dengan nada sarkastik.
Lagi, Gemma terkekeh, "lo salah paham aja deh jadi orang." Kata Gemma, "udah, makan dulu. Nanti dingin ga enak." Kata Gemma lagi memberikan sendoknya kepada Venya.
"Ohhhh ga suka." Kata Venya lagi membuat Gemma tertawa kecil.
***
"Bukannya gitu, Ven." Kata Gemma yang masih saja membahas suka dan tidak suka dengan di atur oleh Venya.
Gemma terkekeh melihat Venyayang berjalan Cepat di depannya. "Tungguin dong, cantik. kata Gemma mencoba untuk merayamu seorang Venya.
"Apaan sih." Kata Venya.
Bahkan Venya sendiri tidak pernah di panggil seperti itu. Gemma hanyabiseng saja memanggilnya begitu ketika ada maunya saja. Venya dan Gemma sudah dalam perjalanan pulang. Sepanjang makan bubur Venya menyindir - nyindir Gemma dengan kata, 'ooohhh ga suka.' andalan Venya. Dengan anda yang bahkan sudah membuat Gemma melihat Venya yang menggemaskan itu.
Ketika sampai dinkosannya, Venya membuka pintu kamarnya tergesa lalu langsung menutupnya. Untung saja Gemma dengan cekatan menahannya walaupun harus sedikit memakai tenaga.
"Iya ga suka." Kata Gemma kemudian.
Jawaban itu membuat Venya pelahan mulai penasaran kenapa Gwmma tidak menyukainya. Tapi dia gengsi untuk menanyakannya. Maka dari itu, ia hanya diam sekaan meminta Gemma untuk melanjutkan perkataannya.
Gemma terkekeh pelan, "guw ga suka lo atur karena hidup gue adalah gue yang bebas. Tapi gue ga suka setiap kali gue nehrasa bebas lo merasa kesepian di sini. Maka dari itu, gue mencoba buat berubah. Bukan karena lo." Kata Gemma, "tapi karena gue sendiri juga pengen berubah." Kata Gemma.
Venya menatap Gemma, "jadi lo suka atau engga suka gue atur?" Tanya Venya.
Sebenarnya, bukan atur yang mengatur banget kehidupan seorang Gemma. Tapi Venya hanya sesikit mengatakan pada Gemma bahwa ada hal yang musti Gemma rubah. Ada beberapa hal yang dibenci Venya dan Venya juga tidak menyukainhya. Di saat Venya mengatakan jika ada hal yang tidak di sukainya dari diri Gemma, Gemma beeinisiatif untum berubah. Jadi, Gemma meminta saran apa yang harus iaubah dan apa yang harus ia pertahankan.
Bukan asal muasal dari Venya semua. Gemma yang meminta saran namun dengan aturan yang menueut Venya tidak terlalu memberatkan Gemma. Dimana Gemma masih boleh bermain demgan teman - temannya asal handphone selalu aktif karena Venya bisa saja menghubunginya. Atau bahkan nnati penerbit yang akan menghubunginya. Venya sendiri melakukan pencegahan agar Gemma tidak terkena masalah.
Pasalnya, saat oenandatanganan kontrak di penerbit ada juga tandatangan persetujuan diantara penerbit dan juga manager yang mana isinya intinya adalah manager akan di tuntut apavila mengabaikan penulis dan juga peneebit ketika penulis sudah ada di dalam masa peneebitan buku.
Tentu saja, Gemma selaku manager naru dengan cepat menandatanganinya tanpa adanya diskusi dengan Venha terlebih dahulu.
"Suka lah." Kata Gemma kemudian membuyarkan lamunan Venya. "Gue coba buat menghilangkan apa yang lo ga suka dari gue dan kehidupan gue asal lo adil." Kata Gemma.
Venya mengkerutkan keningnya, "adil gimana?" Tanya Venya.
"Misalnya, gue kan ngerokok dan minum alkohol. Lo ga bisa langsung nyuruh gue berhenti. Karena itu bakal susah. Jadi gue minta waktu buat meninggalkan itu." Kata Gemma lagi.
Venya mengangguk, "bisa dimengerti." Kata Venya. "Yang namanya pecanddu ya tetap pecanddu walaupun cuman rokok sama alkohol ga sampe yang negatif banget walaupun juga dua barang itu adalah hal negatif buat gue." Kata Venya.
"Gue bisa ninggalin itu tapi ya giti, gue butuh waktu karena mungkin itu bakal sulit banget." Kata Gemma lagi.