"Sejak gue sering ngilang." kata Gemma pelan.
Venya menarik napasnya. dia mengangguk pelan, "jadi, pertanyaan ke tiga lo apa?" tanya Venya pelan berusaha untuk kuat. tangannya masih di pegang erat oleh Gemma. Gemma semakin mengeratkan pegangannya ketika Venya menunduk memberikan pertanyaan itu.
"Lo ga papa?" Tanuamya Gemma.
Lalu, Venya menaikkan wajahnya menatap Gemma. "Itu pertanyaan ketiga lo yang katanya salah satu pertanyaan yang agak-"
"Bukan." Kata Gemma cepat dia menggelengkan kepalanya, "gue cuman nanya karena lo-"
Venya menarik nafasnya pelan, "jadi, apa pertanyaan lo yang ketiga yang sebenarnya?" Tanya Venya lagi.
Gemma menarik nafasnya sekarang, dia berpikir jika dia bertanya hal yang memang akan ditanyakannya sedari tadi apa Venya akan baik - baik saja? Dia bahkan bertanya dalam hari sendiri. Gemma pada akhirnya berkata, "lo yakin oke?" Tanya Gemma.
Venya mengangguk pelan. "Gue okay. Pertanyaan lo yang-"
"Okai." Kata Gemma memtong pembicaraan Venyam karena Venya sepertinya tidak sabar dengan pertanyaan ketiga milik Gemma. Jadi dia mulai menanyakan hal yang cukup sensitif untuk Venya, "lo kemarin itu bilang lo pernah di le**cehkan,. Di paksa untuk skin ship. Boleh gue tau siapa dan bagaimana kejadiannya?"
Venya sebenarnya sudah menanti pertanyaan ini dari Gemma. Dan dia siap tidak siap harus siap untuk menjawab pertanyaan ini dengan sebaik mungkin. Dengan sejujur mungkin dan dengan sekuat mungkin. Venya bahkan ingin cepat mengakhiri 'game' yang dadakan dibuat oleh Gemma dan dirinya. Dia mengangguk dan kemudian menarik napasnya untuk menjawab.
"Fadil." Kata Venya membuat Gemma melotot seketika, "gue di paksa skin ship sama dia." Kata Venya lagi membuat Gemma melepaskan tangannya dari tangan Venya.
Fadli adalah salah satu temannya yang paling dekat dengan Gemma ketika beemain futsal dulu di sekolah menengah atas. Dia bahkan bisa dengan baiknya berlaga baik di hadapan Gemma dan memngkhianatinya di belakang Gemma. Teman macam apa Fadil ini?
"Ceeitanya, dulu pas gue mau nonton futsal lo sebelum lo dan gue jadian dia nembak gue duluan." Kata Venya, "dia bilang dia suka sama gue dan dia ngerasa kalo gue adalah yang terbaik buat dia." Ucap Venya menunduk.
Sebenarnya, Venya malas sekali mengakui hal ini. Yang Fadil katakatan adalah kebohongan yang bahkan sudah Venya ketahui dsri dulu. Fadil di kenal sebagai orang yang sangat manis di bibiirnya. Bahkan Venya tahu betul jika Fadil adalah play boy yang bahkan tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan kelakuan Fadil twrhadap cewek - cewek yang sudah menjadi mantannya.
Fadil ini adalah laki - laki yang bahkan bisa dikatakan the most wanted of school tahun itu. Dia sering emnebar pesona kepada setiap kaum hawa. Dan anehnya, ketika di posisi dimana semua orang tahu fadil sering sekali menyakiti pernepuan yang dipacarinya, nereka para kaum hawa masih ssja mengagung - agungkan seorang Fadil. Dia bahkan selalu menebar pesona sehingga dalam satu minggu dia bisa berganti cewek sampai tiga kali. Selebihnya, Fadil mencampakannya setalah 'dipakai' olehnya.
Maka dari itu, Venya memasang tanda waspada ketika Fadil menyatakan cintanya pada dia.
"Dia ngelakuin hal bejad apa sama lo?" Tanya Gemma dengan sedikit nada emosi.
Venya menggeleng, "dia cuman meluk gue. Dia ngerabba punggung gue dan mendarat di-" venya menjeds omongannya, "lo tau itu akan mendarat di mana bukan?" Tanya Venya.
Gemma menelan ludahnya susah payah, "ya. Gue tau." Jawabnya.
"Ya, gue nolak dan berusaha buat mundur. Gue memaksa diri gue buat lepas dari pelukan si Fadil. Tapi karena gue cewek yang bahkan ga punya tenaga sebesar itu, Fadil malah makin mempererat pelukkannya. Bahkan sampai gue ga bisa nafas." Kata Venya panjang elbar, "gue bahkan ga bisa bayangin kalo ga ads ornag yang masuk ke toilet ceewek yang waktu itu emang temlat fue di lece**hkan oleh Fadil." Lanjit Venya.
"Lo ga di apa - apain lagi?" Tanya Gemma.
Venya menggeleng. "Walaupun Fadil berusaha buat cium gue ketika sudah berhasil mengusir orang yang masuk ke toilet cewek itu, gue nolak. Dia bahkan hampir menelan**jangi gue karena tangannya sudah merobek seragam gue." Kata Venya pelan, "unrung aja temen gue bisa minjemin bajunya." Kata Venya lagi.
"Gimana cara lo lepas dsei Si Fadil Gob*lok itu?" Tanya Gemma lagi.
"Gue teriak sekenceng mungkin. Gue bahkan sangat menolak skin ship dsri Fadil. Dan itu ngebuat gue ga ingin skin ship lagi walaupun sama lo yang notabenenya adalah pacar gue sendiri. Maaf." Kata Venya, "gue ga bisa mgasih apa yang lo mau. Gue ga bisa ngasih apa yang selingkuhan lo kasih ke lo." Kata Venya.
Gemma diam. Rasanya dia abis di sindir keras oleh Venya secara tidak langsung.
"Pertanyaan lo yang ketiga Ven?" Tanya Gemma.
Venya mengangguk, "sebenernya, gue punya pertanyaan lain." Kata Venya, "tapi setelah melihat keaadaannya sekarang, gue bakal bertanya hal yang berbeda daripada yang tadimya pengen gue tanyain.'" kata Venya pelan.
Gemma semakin tegang karena Venya mengganti pertanyaannya yang sebelumnya karena menyesuaikan dengan keadaan yang sekarang. Dengan keadaan dimana Gemma yang semakin terpuruk dan terintimidasi oleh Venya yang bahkan tidak bermaksud demikian.
"Peetanyaan terakhir gue," kata Venya, "lo sayang sama gue?" Tanya Venya.
Gemma diam, pertanyaan itu sangat sederhana tapi kenapa dengan keadaannya yang sekarang, Gemma malah kesulitan untuk berbicara. Dimana dia hanya diam dan menatap Venya yang juga menatapnya penuh harap.
Setelah lama Gemma diam, Venya yang saling tatap dengan Gemma tadi mengangguk pelan dan memutuskan kontak mata. "Gue rasa, gue udha tau jawabannya tanpa harus lo jawab." Kata Venya.
"Kenapa? Emanhg apa jawaban gue?" Tanya Gemma pada Venya.
Venya teesenyum getir, "karena lo sering gilang. Bahkan dua hari waktu itu ngebuat gue berpikir jika sekarang prioritas lo bukan gue." Kata Venya kepada Gemma, "melihat lo yang bahkan memutuskan buat ga ngontak gue selama dua hari itu, gue rasa lo lebih sayang selingkuhan lo itu darpada gue." Kata Gemma.
"Lo inget gue bilang apa tadi di awal pas gue mau jawab pertanyaan lo yang kedua?" Tanya Gemma sekaemag. "Gue bilang, lo harus lercaya sama gue." Kata Gemma.
Anggukan Venya membuat Gemma semakin gugup. "Gue mau lo percaya sama gue." Kata Gemma lagi dengan cepat.
"Kenapa? Gue harus oercaya sama lo? Kenapa?" Tanya Venya lagi, "bahkan lo udah ngehilangin rasa kepercayaan gue sama lo ketika lo mengatakan kalo lo selingkuh." Kata Venya.
"Peecaya sama gue. Lo adalah orang yang paling gue sayangi walaupun gue selingkuh sama orang lain." Kata Gemma.
Rasanya, Venya ingin tertawa hebat saat mendengar kalimat itu.