Siang itu Venya benar - benar bangun dengan keadaan perut lapar dan Venya merasa jika dirinya harus makan dsn keluar dari kamarnya. Venya mencuci mukanya kemudian menggosok giginya dan keluar dari kamarnya. Kamarnya ada di lantai satu dengan pintu keluar langsung menuju ke ruangan keluarga. Dimana ada sofa dan tv di sana. Semalam juga Venya dan tante Fany duduk di sana dan berbincang mengenai sarapan. Untung saja tidak sampai beradu argumen mengenai masalah kecil itu.
Venya keluar dari kamarnya dan di sambut oleh tante Fany, "makan sana lo." Katanya sambil melirik Venya namun dengan cepat mengalihkan pandangannya dari Venya kentelevisi yang sedang ia tonton.
Venya tersenyum kecil lalu mengangguk, "iya tan, gue udah laper nih." Kata Venya lalu dia berjalan masuk ke dapur yang posisinya