Allana menatap layar ponselnya, Tania mengabarkan keadaan Allana melalui video call lantaran Tania juga masih sakit karena kakinya yang terkilir membuatnya kesulitan berjalan.
"Apa aku bilang! Allana, jangan sendirian!" seru Tania tampak begitu kesal karena dia sangat mengkhawatirkan Allana.
Allana menelan salivanya kasar. "Aku gak tau kalau kejadian akan seperti ini," balas Allana.
"Maka dari itu! Coba aja, kalau kamu turutin ucapan aku pasti gak akan kejadian!" andai Tania, memijat pelipisnya pelan.
Allana menunduk, "aku emang selalu nyusahin orang lain,"
"Enggak gitu," Tania merasa salah bicara maksudnya baik namun dia terlalu menyudutkan Allana. "Jangan mikir yang aneh-aneh, Al, fokus buat pulihin diri kamu sendiri," pesan Tania.
"Kamu juga, Ta," balas Allana.
"Malam Allana, ist