Di wilayah Selatan, Kota Tianbao, kediaman keluarga Chen.
Aula keluarga Chen!
"Kepala keluarga, Johan Chen saat ini telah menembus belenggu kultivasi, kini dia adalah jenius pertama di keluarga Chen kita selain Chen Xin yang telah mencapai ranah kultivasi Alam Spiritual tingkat pertama." Pada saat ini, seorang lelaki tua berjubah brokat berdiri dan menatap ke arah lelaki tua lain di kursi utama dan berkata.
Lelaki tua berjubah brokat itu kembali melanjutkan, saat ini Johan Chen lebih layak menjadi pewaris kepala keluarga, apalagi dia telah membangkitkan jiwa beladiri Naga Bumi yang legendaris."
Lelaki tua di kursi utama nampak ragu sejenak seolah-olah tengah berfikir keras, lalu dia pun menatap lelaki tua berjubah brokat dan berkata, "Tapi bagaimana jika orang itu kembali dan tau bahwa kita tidak menjadikan Chen Xin kepala keluarga selanjutnya? Belum lagi, kita juga sudah sepakat bahwa dialah yang akan menjadi penerus keluarga selanjutnya."
Lelaki tua berjubah brokat itu menatap ke semua lelaki tua yang hadir di dalam aula, "Kalian semua mungkin tidak tau, bahwa saat ini Chen Xin telah kehilangan kultivasinya dan telah di usir dari Sekte Naga Surgawi. Kini, Chen Xin sudah bukan lagi murid sekte tersebut. Adapun orang itu, dia sudah puluhan tahun menghilang tanpa ada kabar, tidak ada yang tahu bagaimana nasipnya."
"Apaa...? Bagaimana bisa?"
Semua orang di aula saling menatap, dalam tatapan mata mereka seolah bertanya, bagaimana ini bisa terjadi?
Perlu di ketahui, Chen Xin adalah jenius pertama di kota Tianbao yang mencapai ranah kultivasi Alam Spiritual tingkat pertama di usia 15 tahun.
Bahkan di seluruh Wilayah selatan, Chen Xin bisa di anggap sebagai jenius teratas. Namun, kini seseorang mengatakan bahwa Chen Xin kehilangan kultivasinya dan terancam di usir dari sekte yang menaunginya?
Melihat semua orang merasa bingung dan seolah tidak percaya, lelaki tua berjubah brokat melambaikan tangannya, lalu sebuah gulungan informasi muncul di hadapan semua orang.
Lelaki tua yang berada di kursi utama adalah Chen Wulian, dia adalah kepala keluarga Chen saat ini. Dia juga satu-satunya master yang berada di alam Kehampaan tingkat ke lima di keluarga Chen.
Selain itu, Chen Wulian juga adalah salah satu dari lima tokoh tertinggi di kota Tianbao.
Pada saat ini, Chen Wulian maju kedepan dan mengambil gulungan informasi tersebut. Lalu, dengan jentikan jarinya, gulungan informasi itu di hancurkan dan seberkas informasi masuk di antara alis semua orang di dalam aula.
Setelah beberapa saat, Chen Wulian menatap ke arah lelaki tua berjubah brokat lalu bertanya, "Chen Daimeng, apakah informasi ini benar?"
"Tentu saja benar." Chen Daimeng berkata, "Aku memiliki seorang teman yang memberikan informasi ini, dia adalah orang dalam yang bisa di percaya."
"Menurut informasi yang dia berikan, beberapa hari yang lalu, Chen Xin berduel dengan Samuel Qin dari keluarga Qin, namun saat itu Samuel Qin kalah dan terluka parah. Lalu, Zulio Qin, kakak dari Samuel Qin yang merasa tidak terima pun akhirnya datang membalaskan dendam, lalu Diafragma Chen Xin di hancurkan di depan umum." Setelah berkata, Chen Daimeng menatap semua orang dengan tatapan serius.
Chen Wulian mengernyitkan alisnya, "Bagaimana bisa sekte tidak perduli pada Chen Xin yang di hancurkan Diafragmanya?"
Chen Daimeng tersenyum sinis lalu berkata, "Bagaimana bisa, kalian harus tahu, Zulio Qin adalah murid resmi sekte Naga Surgawi, adapun Chen Xin, dia adalah murid baru, itu juga baru berstatus murid terdaftar, belum menjadi murid resmi."
Aula itu hening sesaat..
Namun, kini lelaki tua lain yang berambut putih berdiri menghadap Chen Wulian lalu berkata, "Wulian, kamu harus melakukan pergantian calon kepala keluarga secepatnya, di khawatirkan jika Chen Xin masih menjadi calon kepala keluarga, itu akan menimbulkan ketidak puasan bagi generasi muda lain di keluarga."
"Selain itu, aku khawatir jika Chen Xin masih menjadi calon kepala keluarga, keluarga Chen kita akan menjadi tertawaan empat keluarga lainnya karena menjadikan orang cacat sebagai kepala keluarga."
Di samping, Chen Daimeng juga mengangguk setuju, "Apa yang di katakan penatua Rui benar, kita harus memikirkan masa depan keluarga Chen kita. Lagi pula tidak ada salahnya Johan yang menjadi calon kepala keluarga, meskipun usianya setahun lebih tua dari Chen Xin, dia sudah membangkitkan jiwa beladiri yang legendaris."
"Senior Daimeng, aku tidak terima jika tuan Xin di copot dari calon kepala keluarga, apalagi berita ini bisa saja tidak benar adanya."
Saat ini, seseorang masuk ke dalam aula dan berkata dengan suara sedikit kesal dan marah.
Semua orang mengalihkan pandangannya ke arah orang yang berbicara.
Pada saat ini, seorang wanita yang sedikit kurus dan keriput muncul di dalam aula dan sedang menatap ke arah Chen Daimeng.
Melihat wanita ini, ekspresi semua orang langsung menggelap. Bagaimana tidak, sebab wanita ini hanyalah pelayan di keluarga Chen, tapi kini berani sekali masuk ke dalam aula pertemuan keluarga Chen.
Wajah Chen Daimeng juga menjadi sangat gelap saat melihat sosok tersebut, karena dia tau bahwa orang yang berbicara adalah pelayan Chen Xin.
Wanita ini setiap hari selalu membersihkan kediaman milik Chen Xin, dan semenjak Chen Xin di jadikan calon kepala keluarga, wanita ini juga mendapat perlakuan yang sedikit istimewa.
Namun, kini setelah Chen Xin terancam tidak menjadi calon kepala keluarga lagi, dia maju dan berbicara pada semua orang di dalam aula.
Chen Daimeng menatap dingin ke arah wanita keriput tersebut lalu berkata, "Penjaga, usir wanita ini dan patahkan kaki dan tangannya untuk menjadi pelajaran. Ini adalah aula utama keluarga Chen kami, bagaimana bisa seorang pelayan rendahan berhak masuk dan ikut campur urusan keluarga kami."
Mendengar perintah Chen Daimeng, tiga orang penjaga yang menggunakan baju besi hitam langsung menghampiri wanita keriput tersebut.
Salah satu penjaga itu langsung menarik rambut wanita keriput itu dan langsung menampar pipinya dengan keras.
Plakkk!
Suara tamparan menggema di dalam aula.
Melihat Penjaga yang begitu lugas, Chen Daimeng mengangguk, "Siapa namamu?"
Melihat Chen Daimeng berbicara padanya, penjaga itu sangat antusias dan menjawab dengan cepat, "Lapor tuan, nama saya Ericho."
Chen Daimeng kembali mengangguk, "Bagus, penjaga keluarga Chen seharusnya memiliki penjaga seperti kamu yang berani."
"Terimakasih atas pujiannya!"
Penjaga tersebut mengatubkan tangan ke arah Chen Daimeng lalu berjalan ke arah wanita keriput tersebut.
Dengan senyum percaya diri, dia kembali melayangkan sebuah tamparan di wajah.
Plakkk!
Kali ini bunyi tamparan jauh lebih keras, sebab penjaga yang bernama Ericho mengeluarkan banyak tenaga kali ini.
Sementara wanita keriput yang di tampar, pipinya sudah merah. Bahkan, di sudut bibirnya terdapat darah yang perlahan mengalir.
Penjaga itu tidak berhenti, dia menatap dua orang rekannya lalu mengangguk.
Seolah-olah sudah di rencanakan, mereka bertiga masing-masing menginjak satu kaki dan tangan milik wanita keriput tersebut.
Krakk! Krakk!
Suara renyah patah tulang terdengar di telinga semua orang.