'Ohok ohok ohok' Sonny terbatuk batuk karena tersedak nasi goreng yang sedang ia makan.
"Nah, kan udah gue bilang Son, ga dengerin gue sih lu" Kata Ken sambil menyodorkan minum ke Sonny.
"Hehehe, iya sorry deh pak guru. Maafin adek yaa" kata Sonny dengan mata memelas agar tidak di pukul oleh gurunya.
"Apaan sih Son? Geli banget woy. Lu udah seumur gue bambang. Kenapa muka lu malah minta gue gaplok gitu si?" tanya Ken dengan wajah yang sedikit kesal.
"Hahaha.. iyaa ampun deh ampun bro" kata Sonny menyudahi guyonan mereka.
Mereka berdua makan dengan hening. Hanya terdengar sendok, garpu yang beradu dengan piring.
Mereka memang sahabat dari kecil. Sonny dan Ken selalu kemana mana bersama. Lebih terlihat seperti adik kakak. Karena perawakan Ken itu lebih bagus dari Sonny.
Ken itu rajin gym, lari pagi, dan workout di sela sela kesibukan mengajarnya. Sedangkan Sonny, pekerja kantoran yang mageran dan senang makan.
Tapi dengan kedua perbedaan itu tidak membuat mereka menjadi musuh, malah menjadi sahabat karib dari kecil hingga sekarang.
Yaa, Sonny itu adalah omnya Vanie. Yang selalu membantu kakaknya Sanny untuk menjaga anak semata wayangnya tersebut.
Sonny menjadi om yang sabar, malah kadang dia seperti papa buat Vanie. Yang selalu menjaga dan mengajarkan dia banyak hal.
Tapi Sonny tidak mungkin sanggup mengurus keponakannya itu sendirian. Jadi Ken pun membantu Sonny untuk mengurus keponakannya yang cantik, imut dan lucu itu.
Sejak Vanie kecil itu jarang banget hampir tidak pernah dia mau berbicara duluan sama orang yang baru saja dia kenal.
Tapi berbeda saat dia bertemu Ken. Dia jadi bawel dan aktif. Padahal dulu sama omnya sendiripun dia susah buat langsung akrab.
'Om ganteng' sebutan Vanie untuk Ken. Dan ingatan itu masih sangat terngiang diingatan Ken.
Tapi dia harus melanjutkan pendidikan dia di luar negri. Jadi dengan Sonny pun, sempat kehilangan kontak.
Waktu untuk menempuh pendidikan sambil bekerja di luar sana juga ga mudah, tapi membuat kehidupan Ken ditempa hebat dan membuatnya lebih bersyukur atas kehidupannya.
Sampai akhirnya setelah lulus dan mendapat ijazah serta selesai dalam pekerjaannya di luar negri, Ken datang lagi ke hidup Vanie, sebagai guru matematika barunya.
Ken ingin melepas rindu kepada Vanie, tapi siapa sangka Vanie telah melupakannya. Dan merasa kesal karena Vanie tidak mengingatnya.
Dia jadi mengerjai keponakan angkatnya itu. Keponakan angkat yang sangat cantik dan juga sangat ngangenin.
Melihat Vanie yang ceria, membuat hati Ken sedikit lega. Karena waktu kecil Vanie itu lumayan anti sosial. Dan membuat Ken menjadi sahabatnya waktu kecil.