perkenalkan namaku hana humairoh, aku anak tunggal ayahku hanif abdurokhman ,ayahku seorang pengusaha dan ustadz.ibuku bernama Laila nur, ibu seorang dokter bedah. aku hidup berkecukupan tidak pernah kekurangan apapun, karena aku terlahir dikeluarga yang sangat harmonis, jadi tidak pernah merasa kekurangan kebahagiaan ataupun materi, oh ya aku lulusan pesantren dan aku kuliah kedokteran . singkat cerita ketika aku lulus kedokteran aku tidak sengaja bertemu dengan seorang ihwan yang soleh dan baik hati, dia seorang pengusaha dan pembisnis, ya dia adalah aditia, nama panjang nya aditia as syirooji... dia ihwan yang sangat baik, dan ya dia adalah yang akan menjadi imamku... awal kami bertemu dengan ketidak sengajaan, ketika aku pulang praktek di rumah sakit pada pukul 20.00 malam aku sedang mngendarai motor, dengan tiba tiba motor yg ku kendarai bocor, tepat ditengah jalan yang sepi, disitu aku merasa hawatir dan takut, dengan hati yang tidak karuan aku buka tas ku untuk mngambil benda pipih, yang ada dlm tas dan mengeluarkan nya, dan tanpa diduga ternyata benda tersebut low dan aku lupa mencargernya, aku kebingungan dan merasa hawatir dan was was, selang beberapa menit muncul cahaya dari kejauhan yang tanpa sengaja memantul mngenai wajahku, disitu hati ku semakin tidak karuan, karena jalanan sepi, dan aku kaget karena mobil yg lewat ya cumn satu satunya, selang beberapa menit berhenti lah mobil tersebut dan keluarlah seorang laki2 tampan, hidung mancung, badan tinggi, kulit kuning, tapi bukn kuning yang itu ya... hehehe.... aku terdiam dan mnunduk karena aku sangat takut dan ingin mnjaga diri, assalamu'alaikum... sontak aku tersadar dan menjawab waalaikumsalam... permisi ukhti kenapa dengan motor nya, apa anda butuh bantuan? entah kenapa hatiku rasanya mau meledak, gugup, malu, dan pipiku terasa panas. dan sekali lagi aku bingung apakah dia org baik atau tidak. dengan mngucapkan bismillah... aku berbicara,kaka siapa? disitu aku merasa bodoh, kenapa menanyakan hal seperti tadi, maaf ukhti dari pada berdiri disini mending ukhti ikut mobil saya dan masalah motor ukhti biar temen saya yang urus, aku menjawab terimakasih ka, biar saya nunggu taksi za. lalu dia berbicara tenang za ukhti ga usah takut, ukhti bisa duduk di jok belakang, ukhti takut kan berdua duan dgn saya, insya Allah saya bukan laki laki seperti itu, aku malah tambah bengong koq dia bisa tau apa yang aku pikirkan. betapa malu nya aku.