Aku menguap dengan malas, hari ini hari ke16 aku menganggur. Yaaahh aku memang melepaskan pekerjaan sebagai akuntan pada sebuah travel agent. Aku menyerah pada tahun keempatku disana. Bukan karena beban pekerjaan tapi aku sudah tidak sepaham dengan Head accounting yang baru.
Kuhirup lagi aroma kopiku. Keseruput pelan-pelan. Aku bangkit berkeliling kamar kostku sebentar mencari sisa rokok semalam. Kutemukan bungkus rokokku tergeletak di atas televisi di sudut ruangan, mengambil sebatanh beserta pemantiknya, lalu kembali ketempat aku meletakkan kopi. Saatnya menikmati kepingan surga di pagi hari. Secangkir kopi pahit dan sebatang rokok.
Drrrttttt
Ada pesan masuk. Dr Nandita
'Miy udah dapet kerja? Gua ada kerjaan nii.'
Aku masi ingin menikmati hari bebasku gerutu sendirian
' Apaan ' jawabku singkat.
Drrrttt. Lagi Nandita
' PA artis. Gua tahu bahasa inggris lu bagus.'
Aihh jenis pekerjaan apa lagi ini. Aku tidak suka bekerja tipe menghamba seperti ini.
'Lu ga salah Nand ? Lu tahu gua paling gak suka jenis kerjaan yang ngabisin waktu sama orang yang gak gua kenal, artis apalagi' ketikku sebal.
Drrtttt
'Percaya gua. Ini ga akan lama. Mereka cuma butuh elu selama 6 bulan. PA mereka lagi hamil jadi mereka butuh PA yang bisa nenemin shooting di Bali fulltime. Mereka mau shooting film di bali'
Alisku mengkerut, apa maksudnya. Sejak kapan PA bisa dilempar lempar begini.
Pesan masuk lagi masih dari Nandita
'Soal gaji ga usa risau Miy. Pasti gede. lu bisa pulang ke Bandung tanpa perlu mikir biaya lagi. Lu bisa beli mobil dan lu sewain. Pariwisata di Bali gak akan ngecewain Miy. Lu bisa balik kebandung dengan tenang kalo lu udah punya usaha transport. Itu keinginan elu 'kan. Dan yang terpenting lu bisa jagain Putra di Bandung'
Degg... Putra, iya Putra anakku. Aku bisa dengan tenang menjaganya jika keuanganku sudah cukup. Sudah 4 tahun dia kutinggalkan bersama Ibuku di Bandung. Demi menghidupinya aku harus berjarak ribuan kilometer dari anakku sendiri. Tanganku masi ragu untuk membalas pasan Nandita.
Drrrrttt
Pesan kembali masuk dan masih Nandita.
'Sebenernya mereka mau gua yang handle. Tapi gua tahu lu butuh kerjaan. Jadi gua ambil kerjaan lain. Terima ya Miy. Lusa mereka dateng. Ada 6 orang artist. Cowo semua. Lu baik baik jagain mereka ya. Gua yakin lu mau. '
Panjang lebar Nandita menjelaskan. Aku masih termangu memikirkan tawarannya. Rokokku habis tanpa kuhisap kopi pun dingin tanpa kuminum.
Kuketik dengan malas. 'Ntar malem ke kostan gua, lu jelasin. '
Kuletakkan ponselku. Kunyalakan roko kedua kuhisap dalam-dalam. Tak banyak tabungan yang kumiliki sekarang mungkin hanya akan cukup untuk bertahan hidup sampai 2bulan lagi. Lalu tawaran Nandita menggangguku. Arrghhh.
*( PA adalah Personal Assitan atau Asisten pribadi )