Waktu sudah menunjukkan tengah malam, dan kini Adam, Ingrid, Joshua dan juga Simon tengah berada di rumah sakit. Mereka sengaja pergi ke rumah sakit setelah merasa bahwa Simon perlu ditangani oleh seorang dokter, dan dokter Sebastian lah yang mengobati luka dari Simon saat ini.
Pandangan dari Dokter Sebastian yang kala itu tengah menjahit luka dari Simon pun menoleh dengan cepat ke arah Adam yang baru saja datang dari luar ruangan membawakan dua cangkir the hangat untuk Joshua dan untuk Ingrid yang terduduk di sofa ruang kerja milik Sebastian kala itu.
“Kau tahu, kau datang dengan mengejutkanku!” itu lah yang diucapkan oleh Dokter Sebastian kepada Adam yang kini menoleh menatapnya,
“Apa yang anda makduskan, Dok?” tanya Adam kepada Sebastian, yang kini mengedikan kepalanya seraya mena