Pada malam hari yang terasa tenang kala itu, tidak membuat Adam mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Wanita yang kala itu tengah melempar daging yang telah ia potong sebesar dadu yang cukup kecil. Memberikan daging itu kepada para anjing hutan yang kelaparan.
Meski pun napas dari Adam terasa menderu karena terkejut, meski pun tangan darinya bergetar karena rasa takut yang menjalar, namun ia tetap menatap wanita itu dengan seksama, seolah ia tidak akan pernah memalingkan pandangannya dari wanita tersebut. Selesai dengan aktifitasnya yang kala itu membuang potongan daging, wanita tersebut pun memilih untuk berjalan kembali memasuki rumahnyan yang terlihat cukup sederhana pada saat itu. Tentu saja hal itu membuat Adam ikut berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.
Tak ada lagi tanda ta