Rumah Keluarga Atmaja
Zeanna Bella Putri Atmaja, seorang gadis cantik berusia 15 tahun yang baru sebulan ini menginjakkan kakinya di SMA Dewangga. Tak hanya cantik, tapi dia juga peraih juara umum di SMP-nya dulu. Berasal dari keluarga kaya tidak menjadikan Bella sombong ataupun angkuh.
Pagi yang cerah tidak pula membuat hati Bella bahagia. Karena permintaan kedua orang tuanya semalam, Bella jadi sebal dan malas berangkat sekolah.
"Hufft..., gara-gara mamah sama papah jadi gak bisa tidur semaleman" ujar Bella dengan cemberut sambil menyisir rambutnya. "Apa-apaan coba main jodoh-jodohin gitu" lanjut Bella tambah kesal.
Flashback
Tokk..Tokk..Tokk...(pintu diketuk)
"Bella, kamu lagi ngapain, nak? papah sama mamah mau masuk boleh?", tanya Nela, mamah Bella.
"Iya, mah. Masuk aja, gak di kunci kok", jawab Bella dari dalam kamarnya.
Ceklekk...(pintu dibuka)
Kemudian, papah mamah Bella masuk dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar Bella.
"Ada apa mah pah? tumbenan ke kamar Bella?", tanya Bella heran.
"Jadi gini, ee...jadi...anu..itu..., papah aja yang bilang deh", kata mamah Nela gugup dan menyikut tangan Rico, papah Bella.
"Ada apa sih, mah? kok aa..ee..aa..ee..gitu", tanya Bella kebingungan.
Kemudian, mamah Nela dan papah Rico saling pandang. Setelah menghela nafasnya, papah Rico mengatakan maksud dan tujuannya ke kamar Bella, "Jadi begini, dulu waktu kakek sama nenek kamu masih muda, mereka punya sahabat yang udah dianggep kayak saudara sendiri. Nah, dulu kakek dan nenekmu itu buat janji sama sahabatnya kalau nanti punya anak bakal di jodohin supaya bisa jadi keluarga sungguhan" jelas papah Rico.
"Yaa..., terus?", ujar Bella keheranan. Entah kenapa, Bella jadi punya feeling gak enak.
"Kamu tau sendiri kan kalau papah ini anak satu-satunya kakek dan nenekmu?", tanya papah Rico yang di jawab Bella dengan anggukkan.
"Jadi, anak dari sahabat kakek nenekmu itu ada dua dan dua-duanya itu cowok semua, otomatis gak bisa kan. Nah, akhirnya kakek, nenek, dan sahabatnya itu mutusin kalau nanti mereka punya cucu akan dinikahkan. Perjodohan itu juga jadi permintaan terakhir kakek dan nenekmu sebelum meninggal, nak", lanjut papah Rico.
"APA????? yang bener aja dong, pah", teriak Bella dengan kaget dan berdiri dari tepi tempat tidurnya.
"Iya, sayang. Ini wasiat dari kakek dan nenek, gimanapun harus kita penuhi bella", kata mamah Nela dengan sabar.
"Tapi ya gak gini mah. Aku tuh masih sekolah, bahkan baru aja sebulan ini aku masuk SMA. Gak bisa dong main jodoh-jodohin gini", ujar Bella dengan kesal.
"Papah tau Bella, tapi papah rasa hal itu gak menjadi masalah. Lagipula, nanti pernikahan kalian bisa di buat sederhana aja. jadi, gak banyak orang yang tau. Untuk urusan sekolah, nanti biar papah yang bilang ke kepala sekolahmu supaya berita pernikahan kalian gak menyebar", balas papa Rico dengan yakin.
"Ya tapi pahhhh...., aku juga kan gak kenal sama cowok yang mau dijodohin sama aku", kata Bella berusaha menolak.
"Kamu pokoknya tenang aja, nak. Papah gak mungkin jerumusin anak papah ke hal buruk. Lagian yang dijodohin sama kamu anaknya ganteng kok dan dari keluarga baik-baik juga", balas papah Rico ke Bella.
"Udah kamu tenang aja, papah bakal atur semuanya. Papah keluar dulu", lanjut papah Rico, lalu berdiri dan keluar dari kamar Bella.
Mamah Nela yang semula duduk di sofa berpindah ke tepi ranjang disamping Bella berdiri. "Sayang, kamu tenang aja ya. Mamah sudah pernah ketemu sama cowok yang akan dijodohkan denganmu kok. Orangnya ganteng, baik, dan satu sekolah juga sama kamu. Kalau gak salah juga satu angkatan sama kamu, nak.", ujar mamah Nela sambil menarik Bella duduk kembali di sampingnya.
"Yang bener aja dong, mah. Kalau dia juga masih sekolah terus gimana dia bisa nafkahin aku. Gimana nanti kalau di sekolah ada yang tau kalau kami udah menikah, mah", kata Bella dengan kesal sambil mengacak-acak rambutnya.
"Dia udah ikut kerja di perusahaan papahnya Bella. Kamu tenang aja gak akan ada yang tau dan kalaupun ada, tenang aja papah pasti akan ngurus semua", balas mamah Nela dengan mengelus lengan Bella.
"Yaudah, mamah keluar dulu ya, mau nyiapin makan malam", ujar mamah Nela sambil berdiri dan tersenyum ke Bella.
"Iya, mah", balas Bella dengan senyum masam.
Ceklakkk...(pintu ditutup)
Setelah mamahnya keluar, Bella termenung di tepi tempat tidurnya dengan wajah frustasinya. dia tidak habis pikir, kenapa kedua orang tuanya menjodohkan dia di usia semuda ini.
Flashback End
"Bella turun sayang, sarapannya udah siap ini" teriak Nela, mamah Bella dari lantai bawah.
"Iya, Mah. Sebentarrr...." teriak Bella sambil terburu-buru mengambil tas dan memakai sepatunya.
Plokkk...Plokkk...Plokkk.....(Bella menuruni tangga dengan tergesa-gesa)
Setelah menuruni tangga, Bella langsung menuju kearah meja makan. "Assalamualaikum, pagi pah, mah, vin", sapa Bella lesu sambil duduk di kursi dan meletakkan tas di kursi sebelahnya.
"Waalaikumsalam" kata mamah Nela, papah Rico, dan Ervin bersamaan.
"Eh, kenapa nih, kok cemberut gitu sayang?", tanya mamah Nela heran sambil mengambilkan s**u dan roti untuk Bella.
"Kak Bella jelek ya mah kalau kayak gitu mukanya hahahaha..", seloroh Ervin sambil tertawa terbahak-bahak.
"Apaan sih lo, dasar bocilll!!!", balas Bella judes.
"Bellaaa.....", ujar mamah Nela mengingatkan.
"Ckckckckck...., utututu kakakku jangan ngambekan nanti cepet tua lho" goda Ervin sambil menggelengkan kepala dan menahan senyum kearah Bella.
Bella yang sudah sangat kesal tidak jadi sarapan. "Mah, pah Bella langsung berangkat aja" ujar Bella sambil berdiri dari kursinya dan memakai tasnya.
"Eh, lho, sarapan dulu Bel" balas mamah Nela membujuk Bella.
"Udah gak nafsu makan, mah. Aku langsung berangkat aja, Wassalamualaikum" kata Bella sambil menyalami kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam" kata mamah Nela, papah Rico, dan Ervin bersamaan.
Setelah itu, Bella langsung keluar rumah dan masuk ke mobil dengan Pak Budi selaku sopirnya. "ayo, pak. Langsung ke sekolah aja" kata Bella.
"Baik, non" sahut Pak Budi.
Sedangkan di meja makan, "Ervin jangan gitu lagi sama kakakmu, jadi ngambek orangnya tuh" ujar papah Rico.
"Iya iya, pah. Maaf ya pah, mah" sahut Ervin meminta maaf.
"Yaudah cepat makannya, habis itu langsung berangkat keburu telat. Nanti bareng papah aja" suruh mamah Nela sambil menggelengkan kepala.
"Iya, mah" balas Ervin dan papah Rico bebarengan.
To Be Continue......
____________________
____________________
Mohon dukungannya untuk cerita High School Married ini ya temen-temen semua. Cerita ini pure dari pikiran aku sendiri,kalaupun ada beberapa alur cerita yang mirip bukan berarti aku plagiat ya. Jadi, mohon dukungannya ya semuanya. Temen-temen juga bisa memberi saran dan kritikan yang membangun untuk aku, supaya bisa lebih baik lagi kedepannya.
Makasiii semuanya semoga kalian enjoy baca ceritaku
Salam kecup,
Author