"Minggir! minngir!"
"Kak Zanta datang!"
"Mana? Mana?"
"Aduh, minggir dong!"
"Buruan elah. Zanta's geng udah dateng!!"
Terlihat seorang gadis berkacamata, Khila yang kesulitan berjalan melewati koridor sekolahnya dikarenakan banyaknya siswi-siswi yang berlari ke arah berlawanan darinya. Tubuhnya yang kecil jika dibanding teman teman seumurannya, membuat dirinya ikut terdorong ke arah yang sama dengan gerombolan siswi siswi yang sedang berlarian sambil berteriak memanggil nama "Zanta".
Entah siapa orang yang bernama Zanta itu sehingga membuat keributan sekolah menjadi seheboh ini. Gadis bernama Khila itu berakhir bersama siswi-siswi yang semakin teriak dengan histerisnya sambil melihat ke lantai satu yang sudah dipenuhi dengan siswi-siswi tak kalah banyaknya.
Terlihat di lantai satu 5 pria yang mulai berjalan memasuki pintu masuk gedung sekolah. Ternyata merekalah objek yang telah suasana sekolah di pagi hari menjadi ribut. Pria yang sedari tadi disebut-sebut Zanta, Kizanta Alvaga (kelas XI IS-A) merupakan anak satu-satunya dari salah seorang pengusaha sukses yang berinvestasi di sekolah besar ini.
Tidak hanya kaya, rupanya? jangan ditanya lagi, ganteng banget malah. Tubuh tinggi, d**a bidang, kulit tan, mata coklat, benar benar tipe para wanita. Zanta sangat dikenal dengan kesan dingin, tapi sifat dingin itulah yang membuat wanita semakin tergila padanya.
Masalah pelajaran? Memang Zanta lumayan sering bolos saat jam pelajaran terlebih pelajaran yang tidak ia suka. Tapi mengenai pelajaran bisnis dan semacamnya, dia jadi nomor satu. Benar-benar calon penerus ayahnya.
Lexan, Bram, Melky, dan Fasan adalah teman dekat Zanta. Mereka berlima sering sekali disebut Zanta's geng, meskipun mereka sendiri tak pernah merasa pernah menamai persahabatan mereka. Persahabatan mereka bukan karena mereka dari kelas yang sama, melainkan dari kelas yang berbeda.
Lexan (XI IA-B) adalah anak pemilik SMA Swasta Sky High, dimana sekarang ini mereka bersekolah. Tubuh sixpack nya benar benar membuat banyak wanita tergila gila padanya.
Bram (XI IA-C) merupakan model majalah teenager sejak SMP. Model? Sudah pasti rupa dan tubuhnya wow. Dan orang tuanya menanamkan saham di perusahaan-perusahaan besar.
Melky (XI IA-A). Anak dari aktor film action yang sangat terkenal. Melky lah yang paling pintar dari Zanta's geng. Walaupun anak artis dia memiliki potensi tinggi untuk menjadi seorang profesor. Tak lupa kacamata yang bertengger di hidungnya menambahkan kesan manis di wajahnya.
Sedangkan Fasan (XI IS-A sekelas Zanta) anak terakhir dari 3 bersaudara. Ayahnya seorang menteri perdagangan. Tapi Fasan sangat berminat di bidang olahraga, terutama basket. Ia terus membanggakan nama sekolah setiap pertandingan.
Intinya mereka berlima adalah para Pria yang disebut Prince di SMA Sky High ini. SMA dimana 90% anak yang bersekolah disana adalah anak orang kaya. Tentu masih banyak Pria tampan yang Orang tuanya juga tak kalah kaya dari Mereka berlima, tapi saat ini merekalah yang paling populer karena banyak perbedaan di antara mereka.
Kembali ke Khila yang masih kesulitan bergerak karena berada di kerumunan siswi-siswi lantai 2 ini yang terus berusaha melihat ke lantai satu, berharap seorang dari kelima Prince sekolah itu membalas teriakan mereka.
Tapi seperti biasa, Zanta's geng hanya berjalan seperti tak ada sesuatu yang terjadi menuju kantin, tempat tongkrongan mereka sebelum bel pelajaran. Akhirnya sekarang sudah lumayan tenang. Siswi-siswi melanjutkan aktivitas nya dan beberapa tak menyerah sehingga mengikuti zanta's geng ke kantin. Sekarang Khila mengerti, artinya setiap pagi di sekolah barunya ini akan terjadi keributan yang sama seperti tadi saat Zanta's geng datang.
Hari ini adalah hari kedua bagi seorang Khila, Rakhila Visyalu bersekolah di SMA Swasta ini. Bukan karena tahun ajaran baru, melainkan sebagai siswi pindahan dari sekolah lain tepatnya waktu perpindahannya di awal semester 2 kelas Sepuluh. Di hari pertama Khila, Ia dikenalkan ke teman teman sekelasnya (X IS-2) saat les pelajaran terakhir, jadi Ia masih belum tau keadaan sekolahnya.
Salah jika mengira seorang Khila adalah anak dari konglomerat atau sejenisnya. Ayahnya adalah seorang tukang kebun yang bekerja di kediaman keluarga besar Rabagus, merupakan salah satu keluarga yang terkenal karena kebaikan, kebersamaan, tak lupa kekayaan yang berlimpah sebagi pemilik perusahaan tambang. Ayahnya sudah bekerja selama 11 tahun disana.
Entah kebaikan besar apa yang dilakukan ayah Khila sehingga anak tukang kebun bisa bersekolah di SMA favorit ini, Khila pun tak tau. Tiba tiba saja seseorang mengurus surat pindahnya setelah ayahnya memberitahu bahwa Ia akan pindah sekolah. Saat Khila bertanya bagaimana bisa, ayahnya hanya tersenyum dan menjawab "ini kesempatanmu nak, jangan disia siakan".
Khila pun tak mau memaksa Ayahnya bercerita. Ia sangat yakin apapun yang dilakukan ayahnya pasti bukanlahhal yang tidak baik. Karena saat ini Ayah adalah satu-satunya anggota keluarga yang Khila miliki sejak Ibunya meninggal saat Khila berumur 9 tahun.
Kini Khila tengah duduk di bangku paling belakang di kelasnya dan itu di sudut, sendirian sambil menggambar di buku gambarnya. Teman teman yang lain sibuk dengan urusannya, ada yang membentuk kelompok untuk bergosip, bercanda, sambil menunggu bel masuk.
Bukankah sebagai murid baru Khila benar-benar seperti tak dianggap? Menurut Khila hal itu sudah biasa, di sekolahnya yang dulu Khila juga diperlakukan dengan hal yang sama. Entahlah, mungkin karna Khila yang berpenampilan cupu (berkacamata bulat dengan rambutnya pendek dibawah leher yang ia biarkan tanpa ditata) atau karena tubuhnya yang pendek ditambah lagi sikapnya yang sangat pendiam membuatnya menjadi penyendiri.
Satu satunya teman yang Ia miliki sejak dulu adalah bukunya. Buku yang penuh dengan gambar tangannya sendiri sejak kelas 2 SMP. Di kenaikan kelas 2 SMP, itulah awal Khila merasa sendirian. Sahabat yang sebelumnya sangat ia percaya telah meninggalkan dan menjauhinya untuk berteman dengan yang lain.