Motor Ninja warna biru melaju cepat,polusi ibu kota membuat sang pengendara menutup kaca helm yg tadi dibiarkan terbuka.
Pandangan nya beralih ke arah pinggir jalan Raya yang terlihat seorang nenek yg menjual sapu ijuk,dia pelankan laju motornya lalu belok kearah nenek tersebut.
"Berapa nih mbk? " Tanya nya sambil memegang sapu yg ditanyakan.
Sang penjual tersenyum, dan menjawil lelaki didepan nya, "Bisa aja nih mas nya, emang nenek keliatan masih muda ya?? "
Lelaki itu memperhatikan muka nenek tadi, "Muda kok, cuma klw senyum ada kerutan dikit. " Keduanya tertawa
"Berapa nih nek? Saya beli semuanya pumpung sapu dirumah pada ilang. " Ucap lelaki itu sambil mengambil sapu yg masih belum banyak terjual.
Sang nenek sangat bahagia, dagangan nya habis terjual oleh lelaki muda tampan walaupun memakai helm, dan juga humoris.
"Makasih ya mas, saya doakan semoga apa yg diinginkan terwujud. " Doanya sambil memegang tangan lelaki berhelm itu.
"Aminnn, saya doakan juga semoga nenek panjang umur, murah rezeki. Saya pamit ya nek, Assalamu'alaikum. "
Dia melajukan motornya, dengan sepuluh genggaman sapu yang ia ikat dibelakang jok motor.
............
Tittttt tittttt
"Pak joo, tidur mulu nihhhh, cepet bukain , saya bawa oleh-oleh nihhh. "
Pak jo yang hampir tertidur pun langsung berdiri dan membuka kan gerbang untuk Sang tuan mudanya.
"Wahh mas , udah pulang nihh mass. " Ucap nya sambil membuka gerbang rumah.
Motor Ninja berwarna biru itu langsung meluncur masuk, sambil melirik pak jo terlihat kaget melihat nya.
lelaki tadi melepas helmnya,lalu memanggil pak jo
"Pak sini, buruann. "
Pak jo berlari ke arahnya dengan sigap, ia menyuruhnya untuk membagikan sapu yg ia beli tadi ke tetangga, "nih buat apa beli sebanyak ini mas? Dirumah kan sapu banyak tanya aja sama mang jaja. "
"Udah deh, pak jo tinggal bagi aja, nanti saya kasih oleh oleh. " Tuturnya sambil memperbaiki rambutnya yg berantakan karna memakai helm.
"Tuh sapunya sisain satu buat pak jo, itu oleh oleh nya. "
Setelah itu ia beranjak memasuku rumah, pak jo melihat nya heran dia kira oleh oleh apa, ternyata sapu.
"Walah dasar mas Biru.. ".ucap pak Jo lalu pergi membagikan sapu ke tetangga.
.............
"Albirru Sagara Ahmad" Panggil Ira wanita berumur sekitar 40 an itu yang kini duduk disofa warna hijau dengan memegang buku majalah.
si pemilik nama langsung menoleh dan menyunggingkan gigi, dengan dramatis ia langsung memeluk wanita yang tak lain Mamanya.
"ih ihh kenapa meluk Mama, gk ada ya Bii kali ini Mama marah sama kamu. "
Ira menjewer telinga Biru hingga membuat pemilik nya mengaduh, "Aaaaa iya ma, ampunn Biru salahhh iya maafin dong Madammm. " rengek Biru sambil menampilkan wajah melasnya.
Ira langsung melepaskan tangannya yang masih bertengger di telinga putra nya, dia meminta penjelasan.
"Biru kemaren diajak Revan nonton konser sampe malem akhirnya nginep dirumah dia, Biru lupa kabarin Mama kalau gk pulang rumah, dan Biru kira Mama masi di luar kota sama Papa. "
dengan posisi masih memeluk Mamanya, dia menceritakan semua nya walau sebenarnya tidak seperti itu kenyataan, tapi bukan Biru namanya jika tidak pandai merayu hati orang, ira melirik lalu menghembus nafasnya pelan.
"Lain kali Mama gk menerima alasan gk masuk akal kayak gitu ya Bii, inget Mama gk suka kamu keluar ampe malam apalagi gk bilang, kamu tuh harus rajin belajar kayak abangmu, jangan keluyuran terus!! paham??. "
Biru sedari tadi menyunggingkan senyum langsung memberi hormat dan langsung pergi menuju kamarnya, "siap macam mana. "
ira hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuannya.
Biru merogoh ponselnya notifikasi muncul nama "Alex"
"Kenapa lo?? kena tangkep lagi?? " tanyanya enteng
"Tolongin gua dong ruu, bisa kena gampar ama nyokap klw gua lagi di kantor polisi. "
Biru menarik nafas kesal, sudah dia duga jika akan terjadi hal seperti ini, selalu dia yang akan menjadi tameng untuk berbicara dengan orang tua Alex
"b*****t lu. "
Dia langsung mematikan telfon nya,dan bergegas pergi kerumah Alex. Kemaren dia memang melihat konser bersama Revan, Toni dan Alex, tapi Alex tiba tiba pergi duluan entah kemana, dia mah bodo amat sangking menikmati lagu ya g dibawakan oleh Duta yapp Biru melihat konser Sheila on 7.
"Ma, bentar ya Biru ada urusan. " Pamitnya langsung melengos keluar
"Bii, kemana lagi sihhhh?? Biruuuu!!?
Panggil Mamanya,Biru berbalik dan menghampiri wanita itu lalu mengecup pipi nya
"jangan terlalu posesif gitu dong, Biru bakal pulang kok Ma, tenangg kali ini gk ada unsur main main. "
Mamanya masih mengomel, tapi Biru sudah pergi menuju Motor nya.
"Dasar, pinter banget sih ngerayu orang. " omel mamanya kesal sekaligus tak bisa marah lagi dengan Biru.
......
Motor Ninja milik Biru kini memasuki garasi rumah Alex, dengan membaca mantra Biru menyiapkan kata kata untuk berbicara dengan tante mona, Mama dari Alex, dia memencet bel rumah dan muncul tante mona.
"ehh, si ganteng. "
ucap mona , lalu Biru langsung mencium tangan nya
"Selamat siang tante. "
"siang juga, yuk masuk. " ujar mona, akhirnya keduanya masuk.
"Ru, kok gk sama Alex? mana tu anak? kagak pulang semalam, kesel tante bawaannya. "
Biru tersenyum, sebelum akhirnya berbicara.
"jadi begini tante, si Alex kemaren khilaf dan sekarang lagi nginep di sebuah kantor tan. "
Biru menceritakan kronologi kejadian tadi malam, mona langsung menampilkan wajah yang sudah bisa ditebak, ekspresi yang menurut Biru ingin memakan orang.
"yaudah, biarin aja dia disana, dasar anak bandel bisa bisanya kayak gitu, memalukan. "
bingung, ini yang dirasakan Biru bagaimana jika Alex tidak di jemput oleh Mama nya dikantor polisi bisa bisa jadi tahanan tetap tu bocah.
"tan, saya juga kesel banget sama Alex, masa gk kapok kapok ya kan?. " ucap Biru Diangguki mona sambil meremas bantal sofa, Biru sudah berada disamping nya sambil menepuk bahu tante Mona yang sedang emosi.
"Tapi kasian juga loh tan, mana kita hampir mau UTS dan gimana klw Alex gk sekolah mau jadi apa dia? ya nggk?. "
"Alex bilang dia nyesel tadi, dan saya sudah memarahi juga kok tan, jadi dijamin kali ini terakhir dia berbuat gitu. "
Mona makin terlihat kesal, Biru terus menenangkan tante Mona yg sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri karna dia memang sering bermain di rumah Alex.
"Oke, ini yang terakhir pokoknya, andai aja Alex pinter kayak kamu pasti tante seneng banget. " ucap tante mona sambil memeluk Biru yang kini terlihat pasrah karna tante Mona sangat menyukai nya apapun yang ia katakan pasti tante Mona mau mendengar.
tante Mona ditinggal ayah Alex 5 tahun lalu karna sakit, kini tante Mona menjadi tulang punggung keluarga untuk Alex dan adiknya Alexa, kini keduanya langsung bergegas ke kantor polisi.
see you...