‘Paddle, oh.my.god. paddle... yesh daddy I want it, please give it to me!!’
Meskipun otakku terus berteriak ingin cepat-cepat mendapat kenikmatan itu tapi aku harus mengendalikan diri. Jadi aku menjawab dengan suara bergetar dan senyum yang sedikit tersungging di bibirku.
“Y-yes daddy”
Tubuhku terasa semakin panas, pen*s ku sudah sangat tegang sampai rasanya sakit sekali, aku bisa merasakan underwear ku basah karena tetesan precum. Ingin sekali aku memohon daddy untuk segera menghujaniku dengan miliknya yang besar itu tapi... tapi... Akkhhhhh~
Tiba-tiba paddle mendarat ke bagian dadaku, tepat di niple ku. Seketika rasa sakit menguasaiku dan turun ke pen*s ku yang sudah terasa basah.
“Ah!”
“Sakit?”
“Tidak sakit”
“That’s good” Setelah mengatakan ini paddle mendarat lagi di niple ku y