Five
“Kamu kelas mana?” tanya Sekar, Ana hanya mengangkat bahu memberi isyarat bahwa dia gak tau kelas mana.
“Nama kamu Analisa kan?” ucap nya, Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Sekar.
“Kita sekelas Na” lanjutnya lagi.
“Kamu tau dari mana?” tanya ku.
“Itu di papan pengumuman disana” ucap nya seraya menarik Ana ke papan pengumuman yang ada di depan kantor admin sekolah, Ana melihat kertas yang tertempel disana benar nama Analisa ada di kelas.
Tak lama muncul Sae dan Dian mereka rupanya juga dekat sama Sekar, setelah itu muncul Mei dan Nurul mereka juga saling kenal dan akrab, dan mereka satu kelas.
“Hey Na” sesorang menyapa, Ana menengok ke arah suara itu berada, dan itu Andika, dia tersenyum sembari berjalan menuju Ana.
“Hey, apa kabar” sapa Ana dengan senyuman terbaik yang ia punya.
“Kamu di kelas MM2 ya?” tanya nya, Ana spontan mengangguk, Andhika membalas senyuman Ana.
“Good luck ya?” ucapnya seraya meninggalkan Ana dan gerombolannya, dia menuju ke beberapa gerombolan lelaki yang lainya.
Di kelas MM2 hanya ada 8 perempuan dan sisanya laki-laki, dan total Murid MULTIMEDIA itu ada 60 siswa, gak mungkinkan dijadikan 1 kelas, makanya itu dibagi 2 supaya belajarnya jauh lebih efektif, SMK TENSA memang terkenal dengan Jurusan Multimedia karena sudah TERAKREDITASI A luar biasa kan? Walaupun hanya sekolah swasta namun bayaran nya lumayan mahal loh kalau untuk rakyat jelata, hehehe yah untuk makan dan bayar kost aja susah, terus ditambah bayar sekolah belum uang jajan. Seuasai bel berbunyi menandakan waktu pulang sekolah, Ana segera meluncur keluar sekolah karena dia sudah sangat lapar pengen makan dirumah. Belum juga Ana sampai di depan pintu keluar, sesorang memanggil.
“Ana!”
“Eh Andika, ada apa?”
“Em kamu pulang naik apa?” Tanya nya,
“Oh, aku jalan kaki aja deket kok rumah ku, cuma dilampu merah sana” Ana nenunjukan lampu merah nan jauh disana.
“Oh ya udah hati-hati ya?” ucap nya seraya tersenyum.
“Emang kamu pulang naik apa”
“Oh aku naik bus tapi aku jalan ke Taman Sekar Taji dulu soalnya disini gak lewat bus yang kearah Karanganyar,” Ara manggut-manggut tanda paham,
“Oh jadi rumah kamu di daerah karanganyar?” tanya Ana menanggapi Andhika yang kemudian tersadar bahwa rumah dia jauh banget anjir dari sekolah,
“Yup, tapi hampir ke Tawangmangunya” ucapnya yang tertawa kecil melihat ku terkejut.
“Gila itu jauh banget, kamu bangun jam berapa kalau kita masuk jam 7:20?”
“Ya, aku biasa bangun jam 4 pagi” jawab nya datar.
What the?!
-Lost