Langit sudah memerah saat mobil Oris memasuki halaman besar rumah Arcylic. Pandangan pria itu mengarah ke pintu, di sana terdapat Arcylic yang sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya di d**a. Sebuah senyuman mengukir di bibir pria tersebut, "selamat ulang tahun Oris!" ucap Arcylic dengan nada lembut, ia menurunkan silangan tangannya lalu bergerak menghampiri Oris. Memeluk tubuh pria itu dengan erat.
Oris terdiam, ia tak bersuara sama sekali, bahkan mengabaikan dekapan Arcylic pada tubuhnya, "ada apa Oris?" tanya Arcylic tanpa melepas pelukannya, "apa ada suatu hal yang terjadi?"
Hening, tak ada jawaban dari bibir Oris, "Oris, kau tak ingin jawab?" Arcylic kembali mengutarakan pertanyaan, mendengar ucapan sang kakak Oris menggerakkan kedua tangannya untuk ikut merangkul pundak Arcy