Pagi itu, alarm berbunyi berkali-kali, jam sudah menunjukkan jam 8 pagi. Rena membuka matanya sambil mematikan alarm di hp nya. Setengah sadar Rena mengecek kembali jam yang ada di hp nya, dan Rena pun terkejut menyadari bahwa dia sudah benar-benar terlambat.
“Mampus, kesiangan lagi gue” Ujar Rena kesal dengan dirinya sendiri.
Rena, wanita berusia 25 tahun, bernama lengkap Renata Sinchlair dengan potongan rambut sebahu, bertubuh mungil dan manis, adalah seorang Karyawan sebuah perusahan Agency Management start up yang cukup ternama di Korea Selatan, Heros Management yang mengelola hanya 1 idol grup beserta beberapa aktor, namun sangat sukses dikarenakan popularitas 1 idol grup tersebut dengan banyak penggemar yang terkenal kompak dan sangat loyal.
Rena dengan banyak kerumitan di kehidupannya telah membuat dia menjadi wanita mandiri, pekerja keras dan sedikit pemarah.
Rena biasanya berangkat kerja jam 7 pagi, namun akhir-akhir ini Rena sering terlambat karna pulang terlalu larut saat bekerja dan kelelahan.
Menyadari ia terlambat bangun, Rena kemudian langsung bergegas untuk mandi dan bersiap untuk berangkat kerja.
Sengaja tidak berkeramas agar tidak memakan waktu lama untuk mengeringkan rambutnya. Rena mengikat rambutnya, hanya mengenakan pakaian casual, dan mengenakan sweater berwarna hitam yang biasa dia pakai. Rena berlari tergesa-gesa menutup pintu apartemennya. Karna apartment Rena berada di lantai 11, dia pun harus menunggu beberapa menit untuk turun dengan lift. Rena menekan-nekan tombol lift dengan kesal.
Setelah beberapa menit, pintu lift terbuka dan rena langsung masuk ke dalam lift, dengan sigap Rena menekan tombol L yang artinya menuju ke Lobby apartemennya.
Dihari biasanya Rena harus naik bus sambil berdesak-desakan dengan penumpang lain untuk berangkat kerja. Kali ini dia harus naik mengeluarkan lebih banyak uang untuk naik taxi karna sudah sangat terlambat. Rena langsung berlari menuju jalan raya dan menghentikan taxi manapun yang melewatinya.
Rena duduk dengan gelisah di dalam taxi sambil melihat-lihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 8:30. Rena sangat yakin hari ini akan dimarahi habis-habisan dengan Managernya.
“Pak, tolong lebih cepat ya pak, saya udah telat banget nih!” Ungkap Rena kepada sopir taxi yang sudah paruh baya itu.
“Baik mba, kita usahakan ya” Jawab sopir taxi.
Setelah sampai di kantor, Rena bergegas memasuki kantor dan menempelkan kartu identitasnya ke tap in dan naik ke Lift menuju lantai 17. Disana adalah lantai untuk divisi Marketing dan Rena adalah salah satu staff di divisi tersebut. Saat sampai di lantai 17, Rena berusaha agar tidak terlihat oleh Managernya bahwa dia telah datang terlambat. Seli, teman kerja yang duduk disebelah Rena berusaha menyuruh Rena untuk segera duduk, sambil melihat-lihat keruangan Manager dengan gelisah. Namun, Saat akan duduk di kursi kerjanya. Tiba-tiba suara dari arah ruangan Manager terdengar jelas memanggil nama Rena. Suara Wanita yang tegas dan juga cempreng yang sangat ditakuti sekaligus membuat kesal bahkan karyawan lainnya
““Rena, masuk keruangan saya”. Panggil sang manajer dari dalam ruangan.
“Baik bu” Jawab Rena lemas, sambil meletakkan tas nya di atas meja.
Rena berjalan dengan lesu ke ruangan Managernya.
“Kamu tau ini sudah jam berapa?” Ungkap Manager dengan nada ketus.
“Kamu masih mau kerja nggak? Masih banyak lo orang yang mau kerja di perusahaan ini!” Sambung sang Manajer dengan kesal.
“Maaf bu, saya ga akan terlambat lagi bu” Jawab Rena sambil menunduk.
“Kamu tau hari ini kita ada meeting untuk campaign, Moonlight akan segera release single, banyak yang harus kita siapkan” Jelas sang Manager pada Rena.
“Iya bu” Jawab Rena singkat.
“Sekarang kamu siapkan beberapa desain untuk campaign nya, buatkan saja dulu untuk postingan coming soon nya untuk nanti kita posting di Social Media, jam 3 kita meeting” Perintah sang Manager dengan jelas kepada Rena.
“Baik bu, saya akan membuat beberapa contoh desainnya” Jawab Rena tanpa berbasa basi.
Manager divisi Marketing, Claudia adalah Wanita berusia 35 tahunan, adalah manajer yang berwibawa, cantik, fashionable, penampilannya selalu on point, namun menyebalkan. Sebagai seorang manajer dia memiliki tanggung jawab besar kepada perusahaan, client dan juga stafnya. Itu alasan dia terkadang bersikap menyebalkan bagi karyawan yang bekerja dengannya.
Rena kembali ke meja kerjanya, Suli teman kantor Rena datang mendekatinya dengan mendorong kursi kerjanya kedekatan Rena sambil memegang sebuah coklat.
“Nih, ngemil dulu biar ga pusing” Ungkap Seli sambil menyodorkan coklat kepada Rena.
“Makasih Sel, sebenarnya laper banget gue, belum sarapan, langsung buru-buru ke kantor tadi” Jawab Rena sambil mengambil coklat yang diberikan Seli.
“Maklum aja, kita lagi banyak banget kerjaan minggu-minggu ini, tapi kalo masih laper, nih gue ada roti” Ungkap Seli sambil mengeluarkan roti dari dalam tasnya.
“Anjir, perasaan isi tas lo ga pernah kosong deh sel, tapi makasih banget lo” Jawab Rena sambil memakan roti yang diberikan Seli.
“Hehe, kaya baru kenal sehari dua hari aja lo” Jawab Seli bercanda.
Seli, teman kerja Rena terkenal sangat ramah dan cenderung bawel, wanita dengan tubuh sedikit berisi, berambut panjang, cantik dan percaya diri itu selalu bersama Rena, dan menjadi teman baik Rena baik ditempat kerja maupun di luar tempat kerja. Seli selalu membawa cemilan di dalam tasnya, tidak pernah sekalipun Seli terlihat tidak bersama cemilan di sekitarnya.
***
Saat jam makan siang pun tiba, para karyawan berdatangan ke kantin kantor, disana berbaur semua karyawan bahkan para artis dan Idol Pun terkadang terlihat makan di kantin tersebut. Meskipun sudah menjadi perusahaan ternama, namun tetap saja Heros merupakan perusahaan startup yang masih struggle dengan banyak hal. Mereka tidak menyulitkan diri dengan mengetreat para artisnya terlalu berlebihan. Selama para artis dan Idol nya dapat menjaga tubuh tetap ideal dan tetap hidup sehat, Agency sangat terbuka selama para artisnya nyaman dan perusahaan pun tidak kesulitan. Tentu selalu ada rutinitas medical check up dan hal lainnya demi menunjang performa para artis di Heros Management.
Rena dan Seli juga terlihat mengantri di kantin untuk makan siang.
“Laper banget gue, mana gue harus cepet lagi, soalnya jam 3 udah meeting, kerjaan lo udah kelar sel?” Tanya Rena sambil memasukkan beberapa bola rice ball dengan tteokbokki kedalam piringnya.
“Udah kelar si, gue nyiapin beberapa pilihan perencanaan untuk pembuatan konten plan selama seminggu dulu, paling tinggal bikin ppt buat presentasi, sebentar juga udah siap”. Jawab Seli sambil memasukkan nasi goreng kimchi yang terlihat sangat lezat ke dalam piringnya.
Suasana kantin cukup ramai, sebagian karyawan sudah duduk di meja makan, sebagian lagi sedang menunggu kopi didekat mesin kopi sambil berbincang, sebagian lagi sedang mengantri mengambil makanan.
Di Heros Management terdapat 3 aktor dan 2 aktris, dan 4 orang Idol Grup dari Moonlight Grup. 4 orang Idol dengan tinggi rata-rata 185, semuanya berwajah tampan dengan karakter yang berbeda.
“Eh Ren, liat tuh!” Kata Seli sambil mengarahkan pandangannya ke pintu masuk kantin.
“Yaelah…” Keluh Rena dengan sedikit kesal.
“Ayok buruan, males banget gue ketemu member, males basa basi gue” Sambung Rena dan mengajak Seli untuk segera ke meja makan.
4 orang member dari Moonlight masuk ke kantin, dan berjalan untuk mengantri mengambil makanan. Para staff terlihat biasa saja, tak ada yang histeris, ataupun mencoba mendekati para member, karena begitulah hari-hari para staff, bahkan para staff dan member cenderung berbaur karena pasti mereka adalah orang-orang yang sopan dan ramah. Mereka bertanggung jawab sebagai rekan kerja. Tapi tidak dengan Rena, Rena tidak mau mencoba mengakrabkan diri dengan para member karena merasa itu adalah beban hidupnya, yang membuat dia bekerja sangat keras. Selain itu, Rena bukan orang yang suka berbasa-basi.
Namun, Charles salah satu member mengenali Rena karena beberapa kali bertemu di Lift. Charles salah satu member Moonlight yang sangat sopan dan ramah, merupakan maknae atau member termuda di grup tersebut yang berusia 23 tahun. Charles bertubuh tinggi seperti member lainnya dan berwajah tampan dan manis dalam satu waktu.
“Halo kak Rena” Sapa Charles sambil menundukkan kepalanya.
“Iya, selamat makan ya” Jawab Rena sambil tersenyum kaku, sambil bermaksud menyapa member lain.
Rena dan Seli Pun beranjak pergi ke meja makan.
“Tau tauan aja lu, siapa tuh?” Tanya Stefen yang merupakan member termuda kedua di Moonlight.
“Tau dong, itu kak Rena yang suka bikin-bikin desain untuk proyek kita, orang marketing” Jelas Charles kepada Stefan.
“Gue pernah minta foto card full member ke kak Rena yang belum release buat gue kasih ke keponakan gue” Sambung Charles.
“Emang dasar lu ya” Jawab Stefen sambil mendorongkan bahunya ke bahu Charles.
“Hehe, diem-diem aja tapi ya, kalo tau CEO, bisa gawat gue” Jawab Charles.