" Rei, setelah ini kamu beneran mau lanjut ke akademi kepolisian?" Tanya Sintia. Saat ini mereka sedang duduk di bangku taman belakang sekolah mereka selepas melihat pengumuman kelulusan.
"Iya Sin, itu cita-cita aku dari dulu dan itu juga keinginan orang tua aku. Sebenernya orang tua ku juga tidak memaksa aku untuk jadi polisi, tapi kamu tau kan cita-cita aku dari dulu apa?"
"Huuftt.." Sintia menghela nafas panjang.
"Tapi kamu janji ya buat jaga hubungan kita.." pinta Sintia. "Kita sama-sama saling menjaga sin." Jawab Reihan
"Habis ini gimana kalo buat rayain kelulusan kita nonton sama makan di mall?" Ajak Reihan supaya Sintia tidak terlalu memikirkan masalah hubungan ini..
"Oke deh.. kita mau berdua apa rame-rame sama yang lain?" Jawab Sintia. Reihan terdiam beberapa saat sambil berfikir. Setelah menemukan jawaban nya akhir nya Reihan pun memutuskan untuk menanyakan saja kepada teman-teman yang lain mau ikut Reihan dan Sintia atau tidak..
Setelah mengambil keputusan itu akhirnya mereka pun pergi dari taman untuk menemui teman-teman mereka. Sampai di kelas Reihan langsung bertanya pada temannya "guys kalian mau ikut kita nonton sama makan di mall gak ? Itung-itung sebagai tanda perpisahan kita.. kapan lagi kan kita bisa jalan bareng nanti kalau sudah punya kesibukan masing-masing "
" Boleh deh boleh. Selepas hari ini jga kan kita bakal jarang ketemu apalagi yang mau lanjut ke luar kota" jawab salah satu teman Reihan panggil aja namanya Doni.
"Gimana yang lain?" Sambung Doni bertanya sama yang lain.
"Oke deh."
"Oke"
" Yaudah Ayuk langsung jalan aja sebelum sore" ajak teman yang lain.
Merekapun beramai-ramai pergi dari kelas menuju luar sekolah untuk bareng Ke parkiran mengambil motor masing-masing supaya bisa langsung jalan ke mall..
Beberapa saat kemudian setelah perjalan yang lumayan padat karena memang hari ini semua siswa kelas 3 merayakan kelulusan jadi jalanan ramai..
setelah semua memarkirkan motor masing-masing mereka semua berjalan masuk mall di kota itu sambil sesekali bercengkrama bersenda gurau sambil menceritakan kisah masing-masing. Tak heran banyak pasang mata yang memperhatikan mereka karena tingkah mereka yang berlebihan.
Sebelum mereka memutuskan untuk nonton mereka semua berinisiatif untuk makan lebih dulu. Sesampainya di tempat makan mereka memilih meja yang bisa mereka duduki ramai-ramai.