PERAWAKAN tinggi Raven Salvotore memakukan indra penglihat Candice. Ia tidak bisa mengabaikan memori yang ia panggil kembali ke dalam benaknya—memastikan saat itu Candice telah melakukan ritual pembuka segel dengan benar. Raven semestinya telah ia jadikan tumbal atas desakan dari Kai dan Fraser. Juga semestinya, ia telah kehilangan raga asli pemuda itu. Tetapi, bagaimana bisa Raven berada di sini dengan raga yang utuh?
Raven menghunjamkan sorot tajam ke arah Fraser. Fraser mendarat jauh dari mereka, terbujur sambil meloloskan erangan. Setelah puas mengamati, Raven berbalik menghadap Candice. “Tikam jantung makhluk itu dengan pedangmu, Sang Terpilih,” katanya, menurunkan pandangan ke arah pusaka di tangan gadis itu.
“B-Bagaimana kau bisa ….” Candice bahkan tidak sempat untuk