Kepalanya terasa pusing dan sakit. Entah berapa lama ia tertidur. Memijit pelan pelipisnya, baru rasa sakit itu sedikit berkurang.
"Ngghh!"
Suara Reny yang mendesah membuatnya menoleh. Anak itu masih tampak pulas. Ia tersenyum lalu menjulurkan tangannya mengelus kepala kecil itu kemudian mengecupnya pelan. Ia tarik selimut dan menutupi tubuh kecil itu. Sepertinya ia kedinginan karena suhu AC 18° celcius dalam mode cool.
Lampu kamar yang masih menyala, berarti suaminya belum pulang dari masjid. Ia lirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, rupanya ia tertidur selama dua jam. Pantasan lampu kamar masih menyala dan mukenanya pun masih membaluti kepalanya.
Gegas ia beranjak dari baringnya kemudian melepas atribut shalat dan melipat seperti semula. Tidak lupa ia sangkut