Ina membuka lemari dan mengambil beberapa pakaian yang akan dimasukkan ke dalam tas sedang. Sedangkan Zayyan duduk bersama Reny di atas kasur sambil menatap lekat setiap gerak gerik Ina memasukkan bajunya.
Gerakannya sangat gesit, tidak ada tanda-tanda baru pulih dari rasa pusing.
"Eny boleh ikut ya, Yanda?" pintanya penuh harap.
"Reny tinggal sama Mami aja di rumah ya, Nak! Manda janji, pulang nanti Manda bawakan oleh-oleh yang banyak untuk Reny!" Ina menyahut tanpa menghentikan gerakan tangannya menyusun rapi bajunya dan juga baju Zayyan ke dalam tas.
Karena tidak ada jawaban dari mulut si kecil, lantas Ina menoleh ke arahnya. Gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya sambil bersedekap. Wajahnya memberengut dan tatapan matanya mengarah ke bawah. Gadis kecil ini sudah pintar merajuk