Acara peletakan batu pertama berjalan dengan khidmat. Setelah berdoa dan selawat bersama, kini tinggal menyantap hidangan yang telah disediakan oleh panitia pelaksana. Dan keseluruhan biaya ditanggung oleh Zayyan dan Fikri sebagai sang pemilik acara.
Ada tiga tenda besar berdiri dengan kokoh di atas tanah yang tampak begitu luas. Dan di bawah salah satu tenda tersebut, ada Zayyan dan Ina, juga Fikri dan beberapa tamu undangan VIP lainnya.
"Bagaimana? Seperti yang kukatakan, bukan? Kamu tinggal tunggu beres saja!" Fikri tersenyum puas karena acara yang ia persiapkan berjalan lancar tanpa ada hambatan.
"Alhamdulillah, terimakasih, ya, Fik, tanpa bantuanmu mungkin ini semua belum tentu berjalan. Kamu tahu sendiri aku belum ada waktu untuk selalu datang ke sini."
"Halah, biasa aja, seb