Sebelum ratna keluar dari sekolah ranti sudah menunggunya di samping pagar sekolah Menunggunya pulang. Dengan duduk anggun menyilangkan kaki diatas motornya dan memainkan dan menatap ponselnya. Mengetikan di aplikasi hijaunya “teh aku sudah diluar?
Tidak lama balasan dari aplikasi hijau pun berbunyi ting tong..
“iya tunggu sebentar lagi teteh selelai.
“gak pake lama.
Tau dengan sikap sang adik yang gk suka menunggu dan selalu membuatnya kesal Ratna memilih untuk tidak menjawab aplikasi hijau dari adiknya itu.
Dengan memainkan ponselnya dan masih duduk diatas motornya dengan anggun ranti yang cantik dengan balutan hijab berwarna pink senada dengan kaos yang di gunakan membalut cantik di badannya dan jeans berwarna light blue, sandal berwarna hitam bertali yang tingginya hanya 5cm dan mengenakan kacamata transparan menambah kesan sempurna penampilannya dan gaya khas anak remaja jaman sekarang. Kaget dengan pergerakan gerbang yang terbuka Karna seseorang membukanya ia menoleh pada gerbang terbuka itu keluarlah mobil dari dalamnya masih dengan melihatnya dan di ikuti keluarnya mobil dilihatnya seorang pria yang menyunggingkan senyum dari balik jendela mobilnya yang terbuka ranti pun membalas senyumnya dan sedikit menganggukan kepala sebagai sapaan karna suara klaksonan mobil tersebut. Melesat keluar menjauh dari pandangannya ia pun menoleh kembali kedalam sekolah masih tak kunjung jg sang kakak kluar. Dibuka kembalai aplikasih hijau untuk menghubungi ratna.
“Tehhhh masih lama gak siiiihh? Dengan emogi kepala berwrna merah dengan kode bahwa ia mulai marah.
“Iya sabar ini sudah selesai. Ni mau keluar tunggu. Jawabnya sambil berjalan keluar dari dalam kantor dewan guru.
Sambil berpamitan pada rekan2 kerjanya yang masih ada disana. Berjalan mendekati gerbang menyapa pak wita scurity disekolah.
“aku pamit pulang dluan ia pak. Ranti berpamitan pada pak wita.
“iya bu. Sudah di jempu? Jawab pak wita sambil menoleh keluar gerbang petunjuk
“Tuh. Di jemput adik saya pak. ranti yg memalingkan wajahnya ke arah sang adik diluar sana.
“saya dluan ia pak. Assalamualaikum..
“waalaikumsalam, sambil berjalan untuk menutup gerbang