Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Andri Andrean
Jakarta, lima tahun laluMalam turun seperti tirai beludru hitam, menyelimuti bangunan beton lembap dan lorong-lorong tua yang seolah menyimpan bisikan rahasia. Di dalam bunker bawah tanah yang sudah lama ditinggalkan, bau oli tua, debu mesiu, dan darah bercampur dalam udara yang pekat.Elias Vance berlutut di samping tubuh seorang agen muda yang terbaring tak bernyawa. Mata gadis itu menatap kosong ke langit-langit retak, sementara darahnya membentuk pola yang perlahan mengalir ke simbol di lantai: ular melingkar menggigit ekornya sendiri, membingkai sepasang belati bersilang.Langkah kaki terdengar dari lorong gelap di belakangnya. Seseorang datang. Elias mencabut pistolnya—dengan tangan gemetar, bukan karena takut, tapi karena ia tahu apa yang akan ia lihat.Risa Purnama muncul dari bayang-bayang, wajahnya tenang, sarung tangan hitamnya memegang senjata yang masih berasap.“Kau terlalu lambat, El,” katanya, lirih. “Dia bukan bagian dari rencana. Tapi kamu tahu... tidak ada ruang untuk kelembutan dalam operasi ini.”Elias memandang gadis di hadapannya. Naya. Gadis yang terlalu muda untuk dunia sekejam ini. Gadis yang mempercayainya sampai akhir.Dan malam itu, segalanya runtuh. Orion’s Veil bubar. Semua dokumen dihapus. Semua agen dibersihkan. Elias menghilang. Dunia percaya ia sudah mati. Tapi ia hanya tenggelam—dalam kehidupan sunyi di balik kemudi taksi malam.Kini, lima tahun kemudian, simbol itu kembali muncul. Dan bersama dengannya, juga muncul suara-suara dari masa lalu—pengkhianatan, kematian, dan satu pertanyaan yang belum pernah terjawab:Siapa sebenarnya yang menarik tali di balik Operasi Orion?Elias tahu satu hal:Masa lalu tak pernah mati. Ia hanya menunggu waktu untuk memburu kembali.ic_default
Karena kamu suka Misteri & Thriller, mungkin kamu suka ini juga: