Dua tahun hidup bersama di kampung, Nyai kembali dikaruniai seorang anak. Mereka terus menetap hingga akhirnya anak terakhir, seorang bayi perempuan yang mereka beri nama Nia lahir ke dunia. Nyai, sudah hidup di sana berpuluh puluh tahun, tapi bangunan rumah itu sejak mereka tempati tidak pernah berubah. Paling paling hanya beberapa kusen yang sudah dimakan rayap, atau beberapa sisi kayu yang rusak dibetulkan. Semuanya masih terlihat seperti di mana mereka pindah untuk pertama kali.
Nyai tidak suka banyak bicara. Bahkan setelah menikah dengan pegawai BUMN itu. Nyai juga tidak banyak bercerita, semua terasa misterius. Tidak pernah terlihat menangis maupun mengeluh. Meskipun di kampungnya mulai banyak orang orang yang berdatangan hingga seramai sekarang ini, Nyai jarang sekali terlihat tuk