Ia berkata, ia tidak ingat apapun. Tidak dengan sore itu, tidak dengan siapa yang ia temui, tidak dengan apa yang akan ia lakukan, dan tidak dengan apa yang terjadi setelahnya. Ia tidak tahu, lebih tepatnya, ia tidak diberi izin untuk tahu.
Sore itu, ketika aku menemukannya terduduk di tengah keramaian, ia hanya melempari ku tatapan kosong. Jiwanya dikuasai yang lain untuk beberapa waktu. Aku tidak menemukan dirinya di dalam tubuh itu. Dan hari ini, ia sudah kembali.
Kami kembali berkumpul dengan formasi yang lengkap. Tidak kurang seperti sebelumnya, saat lelaki itu terjebak di antara kesulitan yang tidak kami ketahui. Kali ini, semuanya duduk berhadapan. Di tengah, ada beberapa suguhan khas kampung yang tidak mungkin kutemui di kota. Mungkin saja bisa kutemui, hanya sangat jarang seka