Author POV
Siang itu Orl telpon sebelum telur kedua, suara rendah, bukan pesta, Lita minta speaker.
"Freya sebar satu paragraf di story, bukan kontrak, bukan nama, bunyinya: unit itu ada perut, Dain tahu, orang baik jangan diam. Dia tag orang lama. Gue screenshot. Pengacara. Jangan loe buka. Jangan hon. Jangan gerbang. Loe sofa. Rumah sapu. Hakim titik. Jangan lahirkan nama. Gue monitor. Jon basement. Tante Jesika tahu."
Dain duduk, kunci ke mangkuk, seperti janji. Lita dengar, pipi panas, bukan IGD, tangan di kusen, bukan di perut, bukan di laci.
"Satu paragraf. Bukan vonis. Kita sapu. Kita tidak beli. Kita tidak lahirkan nama karena story. Nama nanti. Titik. Kamu jangan buka. Jangan hon. Jangan gerbang. Jangan cafe. Cuci piring. Tekan magnet. Letta titik. Video wali titik. Nana titik. Jon sepi. Pengacara kerja. Kamu sofa."
Letta dari kursi, kaki menggantung, wajah undang-undang. "Tante judul. Letta titik. Tidak perut. Tidak tumbuh. Tidak adik. Tidak nama. Tidak pukul. Ember ada. Diam gratis. Hakim larang beli mulut. Om tidak buka. Om tidak ngegas."
"Titik. Tidak buka. Tidak ngegas." Dain ke dapur, api kecil, telur, tidak ngegas. Letta hakim, luluskan. Lita enam suap, damai dipaksa, damai yang bukan Freya. Mereka tidak TV. Dain tidak portal. Lita tepuk tangan. "Diam. Beli diam rumah. Paragraf bukan izin nama."
Pagi sebelum telpon Orl selesai di perut Dain, ia sempat masak telur, Letta hakim, Lita enam suap, damai yang kemudian pecah oleh speaker. Setelah kunci ke mangkuk, rumah kembali kerja. Siang, Lita telpon Nana: toko titik, tidak turun, tidak lima menit, tidak cerita perut, tidak cerita story. Dain bantu PR, salah bagi, dibetulkan, pelan, jangan ngegas di soal. Letta ulang titik untuk wali, lidah keluar, seperti doa. Dain di kamar saat layar, keluar setelah mati, cuci piring sampai bersih. Pengacara satu baris: somasi sebar, laporan tambahan, jangan komentar. Jesika: ibu datang sore, jangan ngegas, nama nanti. Gavin: pelan. Dain titik. Lita menutup laptop, nota lurus. "Video harus lulus. Tidak perut. Tidak nama. Tidak paragraf. Om di kamar. Bagus."
Siang panjang, panas di balik gorden. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah sebelum Jesika, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain hampir buka story untuk memastikan paragraf, Lita sudah menatap. "Tidak. Screenshot di Orl. Kamu cuci. Tekan magnet." Dain cuci. Magnet ditekan. Laci tertutup. Ember menganggur.
Sore Jesika datang, marah dingin, cuci gelas, pegang tangan Lita, tidak pegang perut. "Paragraf adalah ancaman. Kita tidak beli. Nama nanti. Sekarang titik. Dain, kunci di mangkuk. Jangan kamu yang balas. Jangan hon. Jangan gerbang." Letta menempel kertas: tante judul. letta titik. nama nanti. Magnet longgar, Dain tekan.
Koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen. Tetangga menunduk, satu hampir tanya story, Dain menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu. Kerja kecil, bukan judul, bukan beli mulut.
Sore setelah Jesika, Dain cuci ember, keringkan, taruh. Letta PR sisa, Dain salah desimal, dibetulkan, Lita: jangan ngegas di soal. Nana chat malam: toko kunci, satpam sepi. Jon: plat tidak. Orl: jangan buka, jangan hon, gue pegang screenshot. Dain tidak buka. Ponsel di mangkuk. Laci tertutup. Magnet ditekan. Mereka makan. Telur lulus. Lita enam suap. Dain tidak buka lagu. Letta tanya, serius. "Om dekat. Bunda titik. Tante paragraf. Letta tidak beli. Laci tutup. Nama nanti. Hakim jaga. Ember ada. Jam masih. Om tidak hon."
Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Tidak hon. Tidak buka. Nama nanti. Titik." Jesika sudah pergi. Gavin tidak datang. Cukup. Bukan selesai. Bukan judul. Cukup. Dain hampir tidur di sofa sebelum malam ambang, Lita tidak izinkan. "Makan selesai. Cuci. Baru tidur. Jangan buka story sambil ngantuk." Dain cuci. Portal mati. Gorden turun. Rantai di dalam.
"Dekat. Tidak beli. Nama nanti. Titik." Dain berjongkok. Jesika pergi sebelum magrib, cukup. Malam Lita di ambang.
"Dain. Dia sebar. Kita tidak pecah. Kamu tidak ngegas. Itu mahal. Jangan rusak malam ini dengan hon. Nama tetap di kepala saya. Laci tertutup. Sofa. Kaos. Magnet tekan. Titik. Kalau kamu lapar story, tidur. Kalau kamu lapar gerbang, cuci ember. Kalau kamu lapar nama, tunggu. Nama nanti. Bukan malam paragraf."
"Tidak ngegas. Tidak buka. Nama nanti. Sofa. Titik." Letta titip barbie sebentar. "Hakim lulus om tidak buka. Tante jangan judul. Nama nanti." Dain memejam, paragraf di dunia, bukan di rumah, laci tertutup, nama di kepala Lita, muka ember, bukan cafe, bukan hon. Magnet ditekan. Tidak beli selesai. Beli tidak buka. Beli titik. Beli nama nanti. Kaki menggantung. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie. "Paragraf bukan vonis. Om tidak beli. Bunda titik. Jam masih. Nama nanti." Dain tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.