"Lencera nya lucu banget."
"Aku punya sedikit uang, tapi kayaknya cuma Cukup buat beli yg kecil deh"
"kalian Mau lampion ini?" Tanya penjual lampion kpd 2 anak kecil yg berusia sekitar 6 tahunan.
"Paman wang aku cuma segini. Aku bisa beri apa?" Tanya anak laki laki itu sambil Menyoclorican uang 2 ribu.
"Astaga, kalian lucu sekali. Akan aku berikan Lentera dan lampion ini untuk kalian. Ambil saja, Jangan lupa tulis harapan katian terus terbangin yaa." penjual itu memberikan lampion dan 1 Lentera kepada kedua anak itu. Jari telunjuknya menunjuk ke sebuah tempat yg ramai itu adalah tempat Menerbangkan lampion.
yang benar paman?! "Anak perempuan itu menerima Lampion dengan wajah tidak percaya..
Tentu saja! penjual itu mengusap lembut kepala anak perempuan "Terima kasih paman. Setelan Mengatakan itu keduanya beriari Jearah yg ditunjuk penjual lampion.
"Oh iya! Siapa nama Mu?" Tanya anak laki laki itu.
"Violet." Anak perempuan yg bernama vicles itu tersenyum Sambil Meпаїκκαη δαευ αίsnya.
"Violet, Sekarang aku Masih Lemah. Nanti kalau aku sudah Jadi kuat aku akan Melindungimu dan Menikahimu. Seperti ayahku melindungi Mama ku. Aku akan Memberikan lampion ini pada mu agar Kamu selalu mengingatku. Violet harus mengingatku yaa..." Anak laki laki Itu Memberikan lampion di tangannya kepada gadis yg ada di depannya, violet.
"Baik lah, aku akan menunggumu." Tangan Mungil violet Menerima lampion kecil yg diberikan laki laki itu padanya.
Mereka Saling Menautkan kelingking lalu Menghanyutkan Lampion Mereka ke danau. Bersamaan dengan banyaknya orang yg Meletakkan harapan Mereka pada lampion lampion itu. Lampion lampion itu terbang Sambil Membawa harapan pemiliknya. Ditengan suasana Malam yg di selimuti Udara dingin dan di bawah cahaya rembulan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Buset dan violet! lu dateng Jam berapa sih? sampe bisa tidur dengan tenang di kelas ?!" Marcel Menggoncang goncang tubun violet Yang tertidur pulas di meja kursi kelas paling pajok belakang.
"Apa sih? gua lagi Mimpi tau!" Mata violet terbuka, Netra biru nya terlihat. la Mengucek matanya karna baru bangun tidur.
"Dah lah! yok. "Marcel Menarik tangan violet untuk keluar dari kelas segera.
"Ngapain?" Violet menolak tarikan dari Marcel.
"Penukaran ketua bagian, tadi nya lu sekben tapi kayaknya bakal di tuker sama siapa gitu. Barengan lu kan Theo." Marcel berbalik badan, menjelaskan dengan wajah malas kepada Violet.
"Yaelah, gw cuma gk masuk sepekan doang udh ada pengumuman osis aja" keluh Violet
Dia bangun dari kursinya. Mengikuti Marcel meninggalkan kelas 12 - IT.
-------------------------------------------------------------
TOK TOK TOK. "Assalamualaikum." Marcel Mengucap Salam dan mengetuk pintu sebanyak 3 kali.
Perlahan kakinya melangkah masuk ke dalam ruangan dengan diikuti Violet di belakang nya.
Di dalam ruangan sudah ada Evan, Sean, Theo, Athena, Sera, dan Aurora. Mereka sedang Menunggu kedatangan Marcel dan Violet. Marcel,sempat eye contact dulu dengan Evan baru ia Menyuruh Violet duduk dii kursi kosong Yg bersebelahan dengan nya.
"Bakal gua perjelas lagi. Gue Delvano Aedrian, Sebagai kesua osis dari jurusa hukum, Sean Viareyn sebagai wakil ketua osis dari jurusan Manajemen, Therdeo Blaster dan Violet Winter Levithen Sebagai sekben, Marcelion Darius William keamanan Jurusan It, Sera Viareyn kebersihan jurusan sastra, Athena Blaster kesehatan Jurusan Farması, Aurora Veronica Blancher kesenian Jurusan DKV. Oiya Theo jurusan akutansi, violet IT." Dengan Sangat panjang lebar Evan Membacakan ulang struktur organisasi SMK Heyanfis High tahun Ini..
"Tadinya kita cuma tapat acara bakat doang. Tapi karna ada problem Jadi antara violet sama sera tuker posisi ya." Sean Menatap netra biru violet dan netra Lavender sera dengan tajam. Di saat Evan sedang Minum Karna berbicara panjang lebar.
"Violet karna lu gak masuk Jadi habis rapat lu pahamin peraturan di sini ya." Sera yg duduse di kiri violet Menyodorinya bebeгapa lembar kertas yg sudah ter staples rapih.
"Sekarang kita bahas ke Masalah acara bakat." Evan Memijat pangkal hidung nya. Baru 1 pekan dia menjabat Sebagai ketua Osis, sudah ada acara besar besaran dalam waktu sepekan kedepan.
"Kita juga ikut acara nya van?" Theo mengangkat tangannyo. Menanyakan pertanyaan yg ingin ini ia tanyakan.
"Gua juga gak tou, Menurut kaian gimana?" Evan balik bertanya sambil menatap sath persatu rekan rekannya.
"Vote aja gimana?" Marcel Mengusuikan sesuatu yg tiba tiba Muncul di otaknya. karna usulan dari Marcel diterima yg lain. Mereja langsung Mulai vote.
"Ya Sudah karna udah jam setengan sembilan kita cukjp kan sampe sini aja. Sisanya kita obrolin di group IG aja ya." Evan Mengakhiri rapat sambil Merapihkan barang barang nya.
Satu persatu orang orang keluar dari ruang rapat. Menyisakan Theo dan Evan yg masin setia di tempatnya.
"Are you okay van? "Theo Memecah kesunyian ruangan. Yg hanya diisi 2 orang.
"Maksud?" Evan balik bertanya.
Theo Menaikkan Sebelah alisnya terlukis sebuah Senyum sus di wajah tampannya.
"Gua gak yakin to gak paham." Perkataan Theo terjeda. "Kalo capek istirahat van, lo kambuh lagi kan?: Theo bangun dari kursinya mendekati Evan.
"Biasa aja" Evan Mengambil buku dan pulpennya. Meninggalkan kursi tahta ketua Osis nya.
"Gua yakin violet nyadar kalo lo kambuh lagi." Tanpa melihat kearah Evan, kata kala Theo berhasil menghentikan langkahnya.
"katanya lo ada kelas jam 9, Mending to Makan Sekarang "secara tersirat Evan ingin mengatakan Jangan ikut campur Urusan dan Masalah nya. Sayang Theo tidak peduli dengan hal Itu.
BRUK "Hah. Lu HARUS makan juga setelah ini." Theo Menggebrak meja dan menekankan kata harus.
"Tenang aja. Gua bisa Jaga diri sendiri kok." Evan Meninggalkan ruangan tanpa peduli dengan Theo yg Masih Membelakanginya.