Malam itu udara sangat dingin. Aku masih bisa merasakannya walau memakai jaket super tebal, kaos tangan dan perapian full tetap saja udara di Kyoto begitu dingin. Apalagi ketika berada di luar, hampir saja aku hipotermia. Tubuhku sangat sensitif terhadap suhu dingin. Cuaca yang selalu aku hindari ketika ke luar negeri adalah cuaca dingin yang ekstrim, sangat sensitif terhadap dingin.
[Ah. Menyebalkan, kenapa setiap malam aku mulai selalu memikirkan dirinya. Ingin selalu cari tau tentang dirinya?]. Respon saja aku mulai mengambil ponsel dan mulai berselancar di f*******: berharap Putri sedang aktif dan membalas pesanku di inbox.
“Assalamualaiku,” sapaku mengawali chat kami.
“Wa’alaikumsalam. Siapa ya?”
“Saya Akbar.”
“Oh. Mas yang garang itu ya?!”
[Kok. Gue garang sih?!] ketusku dalam hati.
Kamipun mulai terus membahas keseharian masing-masing. Hingga timbullah rasa berbeda yang sulit ku jabarkan. Sikap hangatnya berbeda saat kami bertemu di bandara.
“Kamu sakit dari kecil, ya?”isi pesannya di inbox.
“Bukan! Saya tuh gini karena takdir dari lahir.” Jawabku dingin. Namun, aku sangat sulit menjelaskann perasaan apa yang sedang aku rasakan saat ini.
Toh, kehidupanku di Indonesia juga berat sejak masa anak-anak. Mandiri adalah solusi bagaimana aku menghadapi masalah. Sore itu, penerbangan dari tokyo, Jepang kembali ke Indonesia. Sebuah negara yang tentram, ramah dan disiplin, penuh prinsip, etos kerja dan semangat yang tinggi. Beradab dan tau malu. Negara yang penuh filosofi, namun kasus bunuh dirinya banyak juga. Karena faktor iman, kepercayaan pada tuhan mereka yang rapuh. Masa-masa di Amerika sangat sulit.
[Your so i***t. Many all my student, learn. But teach your! I must alot spend time to seat and see how long your growth up.”]
Dengan nada kesal. Mr. Brown, guru les privatku menggebrak meja. Hari itu, aku lupa lagi menggulang pelajaran yang Mr. Brown berikan. Padahal, sebentar lagi (nation exam for six grade school) ujian kelas 6 sekolah dasar.
[Sorry sir. My appologize to bring my son at your control. Let me take care of my son right now.]