Kuhabiskan waktu sore ku di pinggir pantai Dewata - Bali.
Dengan pemandangan Langit jingga dan kencang nya hembusan angin serta pelukan hangat dari anakku.
Setelah 5 tahun kepergian suamiku, dengan menitipkan buah cinta kami padaku yang saat kini berusia 18 tahun.
Aku benar-benar berjuang seorang diri menjadi ibu dan ayah dalam satu waktu.
Ngomong-ngomong saat ini Anakku di terima di PTN Jogjakarta sebelum masa perkuliahan di mulai dia meminta di berikan hadiah liburan keBali dan ku kabulkan.
"Mama kangen papamu"
"Kenapa mama nggak mau menikah lagi?" Sahutnya sambil mendongak dan mengedipkan mata.
"Kamu mau mama tinggal disini?" Ku buat ekspresi wajahku marah.
Dia pasti tidak berani menjawab karena pembahasan ini sudah pernah kami bicarakan.
Aku memilih tidak menikah lagi karena tidak ingin membuat anak ku merasa mamanya sibuk dengan suami baru nya sehingga dia terabaikan.
"Padahal Abang Ken udah minta mama dari tahun lalu ma" anakku memulai drama nya lagi.
"Mama merasa sudah terlalu tua untuk menikah, padahal harusnya mama waktunya jaga cucu"
Ku lepas pelukan kami dan ku tinggalkan dia berjalan menuju parkiran
"Nana baru masuk kuliah ma, jangan suruh nikah dulu"
"Makanya kamu jangan promosikan ayahnya Ken mulu" jawab ku sambil merangkulnya.
"Tapi ya ma, Nana penasaran deh om Zen pernah minta mama langsung gak?
"Nggak pernah tuh, itu cuma akal-akalan nya abang mu aja"
"Biar bisa makan gratis tiap hari ma" jawabnya sambil mencari handphone nya di kantong celananya.
"Hallo bangken"
"Kamu kapan balik na?"
"Parah kamu bang, aku sama mama baru juga nyampe tadi pagi"
"Aku laper na, ga tau mau makan apa? Mau nyusul ke Bali ayah nggak kasih izin aku mau kabur aja na"
Aku bisa mendengar kan perbincangan mereka karna mereka Videocall an
"Sumpah ya bang, kamu beneran bikin aku emosi, goput Napa bang uang kamu banyak" jawab anak ku sambil menyerahkan handphone nya padaku.
"Kenapa sayang?" Jawabku sambil memperlihatkan wajahku di layar.
"Ma, Abang nyusul ya? Abang kabur aja ya ma ke Bali? Ayah gak kasih izin nyusul ma katanya Abang cuma nyusahin mama"
"Abang gak kuliah?"
"Gpp ma bolos 2 hari gak bantu ngurusin maba, entar balik Jogja biar bareng Nana ma"
"Padahal kalo pun Abang ke Bali tetep aja kalo kita makan Abang yang bayar loh"
"Tapi kan Abang nggak pusing mikir mau makan apa ma, semua udah ada Abang tugasnya makan sama bayar"
"Mama merasa ngga guna jadi orang tua"
"Harga diri Abang ma, masa di bayarin cewe" kelakarnya di ujung telpon
"Ya sudah sini, entar mama mintakan izin sama ayah mu bang"
"Oh... Asikk aku cari tiket ma, bye ma assalamualaikum" jawabnya kemudian ku putus panggilan darinya.
"Abang beneran nyusul ma?" Tanya Nana.
"Iya, bentar mama chat ayahnya Ken dulu" ujar ku sambil memasang seat belt dan Nana menjalankan mobilnya.
Selama di Bali kami sewa mobil yang ada di penginapan
setelah mengirimkan chat pada Zen, aku dan Nana mampir ke minimarket untuk membeli beberapa keperluan di penginapan.
malam ini kami berencana hanya duduk di tepi kolam renang yang ada di penginapan.
agenda jalan-jalan kami tunda, menunggu kehadiran kedua supir pribadi.
.......
setelah menyelesaikan tiga rakaat kami membawa dua botol jus yang di blender Nana menggunakan blender portabel.
kami rencananya akan memesan makan malam dengan ojek online saja
"mama mau makan apa?" tanya Nana seraya mengeluarkan handphone nya
saat ini kami sedang berada di lobby penginapan.
"mama kayanya lagi pengen fish and chips deh Na"
"aku pesen kebab deh ma, lagi malas makan nasi"
setelah menerima box berisi makan malam kami menuju kolam renang yang berada di samping penginapan.
kami hanya fokus menatap kolam seraya menatap langit yang gelap dengan bulan yang tampak malu-malu menampakkan dirinya serta bintang yang tidak sungkan menghambur kan diri di sekitar bulan.
sungguh malam ini kami benar-benar hanya menatap langit sambil makan dalam keheningan.
setelah waktu menunjukkan pukul sebelas malam kami memutuskan kembali ke kamar.
kembali kami melakukan emp Buat rakaat.
"mama mau mandi kah?"
"iya, mama fikir malas mandi, ternyata gerah banget" aku melangkah menuju kamar mandi yang ada dalam kamar kami
Nana sudah selesai melakukan ritual skincare nya ketika aku membuka pintu kamar mandi karna lupa membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutku