rafa di antar pulang oleh fitri dam wildan, sedangkan fatim dia tadi pamit di tengah perjalanan karena baru ingat jika ia ada janji dengan dosen pembimbing skripsi. fatim tak mau menyiayiakan kesempatan untuk bertemu dosen tersebut. fatim berharap ia belum terlambat mengingat waktu sudah menunjukkan tengah malam.
maaf yaa guys, tolong turunkan aku di depan situ yaa, aku lupa jika aku ada janji dengan dosen pembimbingku. ucap fayim sambil menunjuk gang depan.
loh tim ini kan sudah malam apa ga sebaiknya besok pagi aja. ucap fitri berusaha mencegah fitri.
maaf fit, aku ga bisa lewatin malam ini fit, semoga saja ini belum terlambat yaa soalnya ini revisi yang kedelapan aku, aku ga mau sampai ini gagal terus aku di jodohkan sama teman papaku. maaf yaa aku sangat minta maaf rafa ga bisa mengantarmu pulang, kirim salam buat semua kelurga di rumah yaa fa ucapkan maafku kepada ibu kamu juga. buat kamu fit, tolong jaga diri baik - baik yaa maaf aku ga bisa nemenin kamu fit, lain kali kita akan nengok rafa sama - sama. wildan terimakasih yaa buat bantuannya. ucap fatim sebelum turun dari mobil.
iyaa tim sama - sama semoga kamu berhasil yaa nanti kalau ada apa - apa kamu telpon aku aja yaa tim, soalnya ini udah malem. ucap fitri.
iyaa fit gapapa nanti aku sampaikan salam kamu ke mama aku, makasih yaa fit udah nganterin aku ke rumah sakit.
oh iyaa tim gang depan itu yaa. ucap wildan sambil menepikan mobil.
iyaa wil makasih yaa, makasih buat semuanya. ucap fatim sambil turun dari mobil.
fatim lantas memeriksa file yang di simpan sebagai cadangan di hp nya, ia memastikan jika sudah membawa bahan untuk diserahkan ke dosennya. ia berharap masih ada kesempatan untuk memperbaiki skripsinya karena mengingat ini sudah hampir tengah malam. fatin lantas memesan grab car melalui online.
langit sudah menggelap untungnya grab car yang di pesan oleh fatim tak harus menunggu lama. sesampainya di depan rumah dosennya ia sudah melihat para mahasiswa keluar, yaa mungkin mereka sudah selesai bimbingan, lalu bagaimana nasibku yang terlambat ini, habislah aku, sudah pasti aku akan di tolak, sudahlah aku di jodohkan dengan teman papa juga tidak apa. batin fatim.
pak sihab....
sihab langsung menyuruh fatim masuk, ya allah terimakasih engkau telah melembutkan hati pak sihab untuk kali ini tuhan. batin fatim.
fatim lantas melepas sepatunya dan masuk ke dalam, rupanya ada papa dari pak sihab yang tak kalah menawan dari pas sihab, beliau sudah menduda sekitar tiga tahu, dan kabarnya beliau akan melangsungkan pernikahan.
sihab, papa akan keluar sebentar untuk cari makan, papa lapar, jika terlalu lama menunggu papa tutup saja pintunya yaa, papa sudah membawa kunci cadangan.
baik pa hati - hati pa.
setelah membuka pintu lebar - lebar sihab menghampiri fatim yang duduk di kursi coklat, sihab langsung memberikan tugas yang fatim serahkan kemarin, dengan cepat fatim membuka kertas tersebut dan ternyata masih di coret - coret. hmm harus bagaimana lagi ini sudah tujuh kali aku membuat seperti ini selalu saja di coret - coret, letak kesalahan saya dimana ini pak? ya sudah lah pak kalau begitu saya pamit pulang saja pak, saya capek, saya frustasi kalau harus memperbaiki semua ini lagi. fatim melangkah keluar, namun sihab mencegahnya.
mau kemana? selesaikan di sini saja, saya akan bantu jika kamu mengalami kesulitan.
faim melihat tangannya yang di genggam oleh sihab. sihab pun sadar dan langsung melepaskannya. buat di sini saja aku akan menunggu sampai pagi pun aku akan menunggumu, ini kesempatan terakhirmu, pikirkan baik - baik kau sudah datang kesini, kau sudah belajar empat tahun disini, orang tuamu sudah mengeluarkan banyak biaya untuk pendidikanmu, masak semua ini harus berakhir saat kamu mau mencapai finish, ingat hidup itu butuh perjuangan, kalau kamu sudah menyerah yaa namanya kau sudah tidak hidup. ucap sihab sambil menutup mulut merasa jika dia salah ucap.
maksud bapak apa? saya sudah mati maksudnya? fatim marah
maaf maaf bukan begitu maksud saya apa kamu ga kasihan sama orang tua kamu pasti mereka sudah berharap untuk keberhasilan anaknya, mereka pun sudah berkorban banyak untukmu mulai dari biaya, mental karena jauh darimu, itu semua harus kau pikirkan, jangan kamu putus asa, semua akan indah pada waktunya, jangan ambil keputusan dengan keegoisanmu.
maaf pak sihab bukan begitu maksud saya, saya hanya bingung pak, mau di revisi bagaimana lagi, ini sudah yang ke delapan pak? saya sudah ga ada ide lagi untuk menyelesaikan ini pak. saya capek pak menurut saya ini sudah benar tapi menurut bapak ini masih salah dan salah .
sihab mengambil berkas dari laci dan meletakkannya di atas meja, ini hanya contoh kau bisa belajar dari sini. ucap sihab.
datim lantas membuka file tersebut, sinta, hah ya benar saja di puji ini kan mantan istri pak sihab. ucap fatim dalam hati.
belajar dari dia, dia juga mahasiswa ku dulu, dia sama sepertimu selalu revisi skripsi, tapi bedanya ia tak mudah menyerah, ia berusaha yang terbaik untuk membanggakan kedua orang tuanya.
hmm ya benar saja di puji, puji aja terus pak itu kan mantan istri bapak, batin fatim dalam hati.
kau bisa kerjakan di ruangan sana, karena di sini sudah mulai dingin karena sudah larut malam, nanti saya akan bawakan printer ke sana, agar kamu ga perlu mengeluarkan uang untuk mencetaknya.
fatin lantas berjalan ke ruangan tersebut, dan mengeluarkan laptop serta carger, setelah laptop siap ia lantas membuka file tadi, dia juga mengakui kalau skripsi milik sinta lebih rapi dibandingkan miliknya.
tok tok tok. sihab mengetuk pintu.
ini printnya saya taruh meja yaa, mudah - mudahan ini bisa membantu kamu.
maaf pak sihab aku mau bertanya.
yaa silahkan tim, saya akan menjawabnya.
maaf pak sihab apa saya terlalu bodoh, sehingga bapak memperlakukan saya seperti ini.
saya ga pernah menganggap mahasiswa saya bodoh, saya hanya berniat membantu. saya tidak ingin mengecewakan orang tua kalian, karena kalian sudah berjuang sejauh ini kurang sedikit lagi akan mencapai finish saya ga ma sampai anak didik saya merasa frustasi karena hal itu. kamu jangan kegeeran juga, saya ga hanya ke kamu aja kok bersikap kayak gini.
fatin menatap sihab dengan wajah heran, seperti mempunyai dua kepribadian, saat ini ia sangat baik, tapi kadang waktu di kampus ia terlihat sangat killer. semoga aja ia beneran baik yaa.