Pagi hari ke-8, setelah laporan semalam terkirim, pertanyaan warga masih belum terjawab. Aku memeriksa sambungan Kesatuan sebelum memulai rapat tim. Belum ada jawaban resmi tentang hak kembali, alokasi ruang dome, ataupun pemisahan keluarga. Hanya pemberitahuan bahwa pertanyaan kami diteruskan ke bagian perencanaan.
'Diteruskan bukan berarti dijawab,' kata Jayen.
'Benar. Catat tanggalnya. Kita akan meminta kabar lagi, tetapi tidak menjadikan keterlambatan mereka sebagai alasan menekan Kyaa.'
Aku meminta setiap anggota tim memeriksa tugas yang berkaitan dengan informasi tersebut. Yoon An menyusun data perjalanan yang dapat dibagikan, termasuk lama perjalanan dan batas kapasitas pesawat. Anna serta Onni menyiapkan rincian stok tambahan. Jacklyn menuliskan prosedur pemeriksaan kesehatan yang tersedia dan batas kewenangannya. Jayen menggabungkan pertanyaan tanpa nama penanya.
Donnie bertanya apakah ia perlu bersiap mengawal warga yang mungkin memilih naik. Aku menjawab belum ada yang memilih berangkat. Jika kelak ada orang meminta pendampingan, kami akan bertanya bagaimana mereka ingin didampingi. Tidak ada pengawalan bersenjata untuk membuat perjalanan tampak aman.
Tak lama kemudian, Kyaa mengirim pesan bahwa beberapa orang telah membaca dokumen dan ingin bertanya lagi. Ia meminta pertemuan kecil, bukan pertemuan umum, karena mereka tidak ingin pertanyaan pribadi terdengar oleh seluruh kelompok. Ia menegaskan bahwa mereka tetap tidak akan memberi keputusan setelahnya.
Aku setuju. Pertemuan berlangsung dengan Kyaa dan beberapa pendengar yang memilih hadir. Tidak seorang pun memperkenalkan diri. Aku membacakan daftar pertanyaan yang telah dikumpulkan dan menunggu mereka menentukan mana yang paling penting. Mereka memilih tiga: lama perjalanan, hak kembali, dan pembagian tempat tinggal.
Yoon An menjelaskan bahwa perjalanan akan berlangsung beberapa hari dengan persiapan dan waktu istirahat, tetapi rencana rinci bergantung pada jadwal kapal. Aku meminta ia membedakan durasi terbang dari seluruh proses keberangkatan. Ia melakukannya. Salah seorang pendengar bertanya apakah orang sakit dapat menghentikan perjalanan. Jacklyn menjawab bahwa keadaan darurat akan memerlukan keputusan medis dan keselamatan kapal, tetapi ia tidak dapat menjanjikan semua kondisi bisa ditangani. Mereka meminta agar jawaban itu dimasukkan ke dokumen.
Tentang hak kembali, aku mengakui belum menerima aturan tertulis. 'Aku tidak bisa mengatakan kalian bebas kembali jika jalur dan izin pulang belum dijelaskan. Pertanyaan ini harus dijawab sebelum ada keputusan.'
Kyaa menyela bahwa jawaban jujur itu belum cukup untuk membuat mereka percaya, tetapi setidaknya tidak menyesatkan. Ia meminta agar Kesatuan memberikan penjelasan langsung, bukan hanya melalui kami. Aku menyetujui dan akan meneruskan permintaan tersebut.
Untuk pembagian dome, Jayen mengatakan belum ada peta alokasi yang dibagikan kepada tim. Ia tidak ingin menyebut luas ruang atau jumlah fasilitas. Para pendengar meminta contoh tata letak, aturan privasi, dan cara menyelesaikan sengketa antarkeluarga. Kami menambahkan ketiganya ke daftar.
Pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan, tetapi daftar pertanyaan kini lebih terarah. Kyaa meminta salinan yang dapat dibawa dan dibaca bersama. Jayen mencetaknya, membacakan seluruh isi, lalu menyerahkannya tanpa meminta tanda tangan. Tidak ada batas waktu untuk mengembalikannya.
Setelah mereka pergi, aku dan Jayen menyusun permintaan tambahan kepada Baron. Kali ini kami meminta pejabat yang berwenang datang atau mengirim jawaban bertanda tanggung jawab. Aku mencantumkan bahwa warga tidak dapat diminta memilih berdasarkan brosur atau ucapan lisan. Jayen bertanya apakah aku ingin menambahkan bahwa penundaan bukan penolakan. Aku menyetujuinya.
Malam itu, jawaban Baron akhirnya datang. Ia mengatakan pertemuan dengan Kesatuan dapat diatur setelah Frontier menerima indikasi jumlah orang yang berminat. Aku membaca kalimat itu melalui Jayen dan merasakan rahangku mengeras. Mereka meminta warga menyatakan minat sebelum memberikan informasi yang menjadi dasar minat itu.
Aku mengirim balasan bahwa urutannya harus dibalik. Pertama, Kesatuan menjelaskan aturan dan risiko. Setelah itu, setiap orang dapat menilai sendiri apakah ingin mempertimbangkan perjalanan. Kyaa tidak akan diminta menyediakan daftar nama.
Tidak lama kemudian, Kyaa menghubungi kami. Ia berkata mereka ingin menunggu jawaban tertulis sebelum menentukan apakah akan mengadakan pertemuan berikutnya. Aku menjawab itu hak mereka. Ia menambahkan bahwa bantuan yang kami berikan membantu, tetapi tidak mengubah kekhawatiran mereka tentang Mars.
Aku bertanya apakah mereka menginginkan jawaban langsung dari pejabat yang mengatur dome, bukan hanya dari tim lapangan. Kyaa berkata ya, selama pejabat itu datang untuk menjawab pertanyaan dan tidak membawa formulir persetujuan. Aku menyanggupi akan meneruskan permintaan itu kepada Baron. Ia juga meminta kontak resmi Kesatuan ditulis di dokumen agar warga tahu ke mana harus menyampaikan pertanyaan tanpa melalui kapten. Jayen mencatatnya sebagai kebutuhan, bukan sebagai nama yang sudah tersedia. Kami tidak akan mengarang jalur pengaduan yang belum disahkan.
Kyaa bertanya apakah kami dapat menjanjikan bahwa bantuan tetap berjalan sambil mereka menunggu jawaban. Aku mengatakan stok saat ini masih ada, tetapi pengiriman lanjutan menunggu keputusan Kesatuan. Ia berkata ia lebih memilih ketidakpastian itu ditulis dengan jelas daripada janji yang kemudian berubah. Aku setuju dan meminta Jayen menambahkan tanggal pesan terakhir dari Kesatuan pada catatan, sehingga tidak ada yang mengira kami memiliki kabar baru.
Kyaa lalu meminta agar semua pertanyaan berikutnya dikirim sekaligus, bukan lewat pesan-pesan pendek yang bisa terasa seperti desakan. Aku menyetujuinya. Jayen mencatat cara komunikasi itu, kemudian menyiapkan daftar jawaban yang kami tunggu dari Kesatuan. Setiap orang di tim tahu bahwa ia tidak boleh mengejar warga untuk memperoleh kabar.
Aku berkata, 'Aku mengerti. Kami akan terus memisahkan bantuan dari keputusan itu.'
Setelah sambungan selesai, tim berkumpul untuk meninjau keadaan. Bantuan mendesak telah ditangani sementara, tetapi kebutuhan jangka panjang tetap besar. Pertanyaan tentang Mars semakin jelas, namun jawaban Kesatuan belum memadai. Baron menginginkan angka; Kyaa meminta kepastian. Aku tidak dapat memberikan salah satunya tanpa data.
Kami juga membagi tanggung jawab untuk pemeriksaan informasi: Yoon An pada rincian perjalanan, Jacklyn pada batas kesehatan, dan aku pada kebijakan misi. Jayen akan menyatukan jawaban tertulis tanpa menghapus pertanyaan yang belum selesai. Dengan pembagian itu, warga tidak perlu menerima jawaban berbeda dari anggota tim yang berbicara sendiri-sendiri.
Jacklyn mengingatkanku bahwa rasa nyeri di rongga mata meningkat setelah beberapa hari kurang tidur. Aku menutup mata dan membiarkan ia memeriksa kondisiku sesuai izin yang kuberikan. Ia tidak membuat diagnosis besar; ia hanya menyarankan istirahat dan mencatat gejala untuk Profesor Nomad. Aku menyetujui, lalu meminta Jayen mengambil giliran komunikasi berikutnya agar aku tidak terus memaksakan diri.
Jayen menutup buku catatannya. 'Sekarang kita tahu apa yang belum kita ketahui.'
Aku mengangguk. Langkah berikutnya bukan membuat jawaban sendiri. Kami harus membawa pertanyaan itu kembali ke Kesatuan dan menuntut agar pihak yang menawarkan Mars ikut mempertanggungjawabkannya.