Hari ke-14 dimulai dengan Jayen datang ke ruang kerja sambil membawa dua buku dan beberapa salinan digital. Ia meletakkannya di meja, lalu langsung membacakan satu judul yang berulang dalam daftar pustaka: tulisan Pia Bellack tentang sejarah bangsa-bangsa yang hampir tidak lagi disebut.
'Ini sumber yang tadi malam kukatakan,' ujarnya. 'Tapi beberapa keterangan di sini saling bertentangan.'
Aku menarik kursi dan meminta ia membacakan bagian yang membahas Kaburu. Dalam penglihatanku, halaman tetap tidak terlihat. Aku hanya mendengar suara Jayen dan sesekali bunyi kertas saat ia membalik lembar.
Sumber pertama menyebut Kaburu sebagai bangsa yang pernah memiliki wilayah luas. Sumber lain menyebutnya kelompok kecil yang berpindah-pindah. Ada pula catatan yang menyebut nama itu sebagai istilah dari luar, bukan nama yang dipakai sendiri oleh penduduknya.
'Jangan satukan semuanya,' kataku. 'Kita belum tahu apakah semua penulis merujuk pada kelompok yang sama.'
Jayen mengakui ia sebelumnya mengira Kaburu tinggal di satu tempat dan kemudian menghilang. Ia menarik kembali kesimpulan itu. Catatan yang ia temukan lebih banyak berbicara tentang nama, ingatan, dan perubahan batas wilayah daripada lokasi yang bisa ditunjukkan di peta.
Aku meminta ia mencatat setiap sumber secara terpisah: siapa penulisnya, kapan ditulis, informasi apa yang berasal dari saksi, dan mana yang hanya tafsiran. Jayen membuat daftar baru. Ia menandai beberapa bagian sebagai 'perlu verifikasi' dan tidak mengisi kolom lokasi.
'Kalau Kyaa tahu sesuatu, kita bisa bertanya,' katanya.
'Bukan begitu. Kita belum punya alasan untuk meminta lokasi. Ia belum membuka topik Kaburu, dan ia sedang bernegosiasi soal bantuan serta Mars.'
Jayen berhenti menulis. Ia memahami bahwa rasa ingin tahu kami tidak memberi hak untuk menekan Kyaa. Jika Kaburu berkaitan dengan komunitas yang masih ada, mereka sendiri yang harus menentukan apakah ingin membicarakannya.
Aku meminta Jayen membacakan kesaksian Kyaa dari catatan percakapan sebelumnya. Ia berkata warga yang ia wakili menolak mempertaruhkan hidup di Mars dan bahwa bantuan satu kali tidak menyelesaikan keadaan mereka. Tidak ada bagian yang menyebut Kaburu. Kami menempatkan kesaksian itu di dokumen terpisah dari literatur lama.
'Apa kesimpulan yang boleh kita tulis?' tanya Jayen.
'Bahwa sumber-sumber berbeda dan kita belum mengonfirmasi hubungan apa pun antara Kaburu dan kelompok yang Kyaa wakili.'
Ia membacakan kalimat itu kembali. Aku meminta ia menghapus kata 'hubungan' yang bisa memberi kesan sudah ada hubungan yang diketahui. Kami menggantinya menjadi: 'Belum ada informasi yang memastikan apakah catatan Kaburu berkaitan dengan warga yang ditemui tim.' Kalimat itu lebih panjang, tetapi tidak menyesatkan.
Aku meminta sambungan Kesatuan untuk mengetahui apakah tulisan Pia Bellack memiliki salinan yang dapat diverifikasi. Petugas yang menjawab tidak memberi informasi baru; ia hanya mengatakan sebagian dokumen berada di arsip lama dan perlu dicari. Aku meminta nomor referensi serta nama bagian yang bertanggung jawab, lalu Jayen mencatat semuanya.
'Apakah Pia masih bisa dihubungi?' tanyaku.
Jawaban yang kami terima belum pasti. Catatan Kesatuan menunjukkan ia pernah menulis laporan untuk beberapa bidang, tetapi tidak ada jadwal atau kontak langsung dalam berkas yang kami miliki. Aku meminta agar pencarian dilakukan melalui jalur resmi. Tidak ada yang akan menghubungi keluarga atau kenalan pribadi tanpa persetujuan.
Kyaa mengirim pesan menjelang malam, menanyakan apakah Kesatuan telah menjawab pertanyaan tentang bantuan. Aku berkata belum ada keputusan pengiriman baru. Ia bertanya apakah tim kami menemukan sesuatu tentang Kaburu.
'Ada beberapa catatan yang saling berbeda,' jawabku. 'Belum cukup untuk memastikan apa pun.'
Ia tidak meminta kami membacakan isinya. Aku juga tidak bertanya apakah ia tahu lokasi mereka. Percakapan berakhir setelah ia mengatakan akan menunggu kabar bantuan secara terpisah.
Jayen mengarsipkan salinan sumber dengan keterangan jelas bahwa itu bukan bukti keberadaan Kaburu saat ini. Ia bertanya apakah besok kami perlu meminta Kyaa membaca ringkasan. Aku menjawab tidak, kecuali ia sendiri meminta informasi tersebut. Ia menyimpan dokumen itu dan menutup komputer.
Sebelum ia pergi, aku meminta Jayen membaca kembali kolom sumber dan tafsiran. Pada satu baris, dua kalimat berbeda berada terlalu dekat sehingga terdengar seperti satu kesimpulan: ada catatan bahwa nama Kaburu pernah digunakan, lalu ada dugaan bahwa kelompok itu telah lenyap. Kami memisahkannya. Fakta bahwa sebuah nama tercatat tidak membuktikan siapa yang menggunakannya sekarang, sementara ketiadaan catatan baru tidak membuktikan sebuah bangsa punah.
Jayen menambahkan tanggal pencarian dan nama arsip yang belum memberi jawaban. Ia berkata catatan itu tampak tidak lengkap. Aku mengingatkannya bahwa laporan harus menunjukkan kekosongan dengan jelas, bukan mengisinya menggunakan tebakan. Ia setuju. Kami tidak sedang menulis sejarah baru; kami sedang menentukan apa yang dapat dipercaya untuk mengambil keputusan misi.
Sebelum menutup rapat kecil, aku meminta semua anggota mengingat satu batas: jangan menanyakan lokasi Kaburu kepada Kyaa kecuali ia sendiri membuka topik tersebut atau ada alasan keselamatan yang nyata. Tidak ada anggota yang keberatan. Jacklyn berkata ia dapat memahami keinginan mencari jawaban, tetapi informasi pribadi tidak boleh menjadi alat untuk memuaskan rasa ingin tahu kami.
Jayen lalu membacakan ulang kolom sumber agar aku bisa memastikan bentuk laporannya. Ia membedakan tiga hal: naskah yang benar-benar kami pegang, judul yang hanya disebut dalam daftar pustaka, dan kutipan yang muncul berulang di tulisan orang lain. Beberapa kalimat tampak meyakinkan karena disalin berkali-kali, padahal semua salinan itu mungkin berawal dari satu penulis yang sama.
'Kalau ada lima buku menulis hal yang sama, apakah itu berarti lima bukti?' tanyaku.
'Belum tentu. Kalau empat buku mengutip buku pertama, kita tetap punya satu jalur informasi.'
Aku meminta ia membuat bagan rujukan sederhana. Jangan hitung pengulangan sebagai penguatan sebelum tahu apakah sumbernya berdiri sendiri. Ia menambahkan panah antara setiap naskah dan rujukan yang disebutkan. Beberapa bagian ternyata berhenti pada sumber yang belum kami miliki. Itu membuat daftar kami terlihat kurang lengkap, tetapi lebih jujur.
Kami juga membicarakan arti nama. Sebuah nama dapat berubah ketika dicatat oleh orang luar, atau dipakai untuk menyebut lebih dari satu kelompok. Itu bukan bukti bahwa nama tersebut keliru; hanya alasan untuk tidak menganggapnya pasti merujuk pada satu komunitas yang sama sepanjang waktu. Jayen mencatat pertanyaan itu sebagai hal yang perlu dijawab oleh sumber, bukan oleh orang yang kebetulan kami temui.
Jacklyn mengusulkan agar Kyaa membaca ringkasan yang menyebut Kaburu. Aku menolak untuk hari ini. Kami belum tahu apakah ia ingin membahas sejarah itu, dan ringkasan sementara dapat membebani dirinya dengan kesimpulan yang belum teruji. Jika ia menawarkan pandangan sendiri, kami akan mendengarkan tanpa meminta ia membenarkan buku-buku tersebut.
Aku kembali memeriksa daftar kebutuhan warga. Beberapa keluarga masih menunggu jawaban tentang tempat tinggal, obat-obatan, dan pilihan untuk kembali. Aku tidak ingin kesibukan membaca sumber membuat mereka merasa pertanyaannya dilupakan. Jayen menyiapkan laporan terpisah yang mencantumkan siapa yang meminta informasi, apa yang sudah dijawab, serta hal mana yang belum dapat kami pastikan.
Baron sempat mengirim pesan singkat bahwa ia mengharapkan perkembangan yang dapat dipakai untuk keputusan. Aku menjawab bahwa laporan hari ini belum menghasilkan keputusan pemindahan atau kesimpulan tentang Kaburu. Yang kami dapatkan adalah peta sumber yang menunjukkan bagian mana yang perlu diverifikasi.
Jayen menyimpan salinan bagan di dua tempat dan menuliskan tanggal pemeriksaan. Aku meminta agar versi lama tidak dihapus. Bila kami menemukan dokumen baru, perubahan harus terlihat, bukan seolah-olah kesimpulan akhir sudah ada sejak awal. Ia mengangguk dan mengunci ruang arsip.
Aku mengakhiri hari dengan dua daftar yang berbeda: satu berisi kebutuhan yang Kyaa sampaikan, satu lagi berisi pertanyaan sejarah yang belum terjawab. Tidak ada alasan untuk mencampur keduanya hanya karena kami berharap menemukan satu jawaban besar.