Kehidupan kembali berjalan, meski aku merasa seperti orang asing dalam hidupku sendiri. Hari-hariku dipenuhi dengan rutinitas yang sama, namun ada sesuatu yang berubah dalam diriku—sesuatu yang terasa lebih ringan, meski tetap berat. Entah kenapa, aku mulai merasa bahwa aku perlu menemukan kembali diriku, melupakan bayang-bayang Anya yang selalu menghantui.
Setelah pertemuanku dengan Bayu, aku merasa ada secercah harapan untuk bisa bangkit, meskipun rasanya sulit. Aku mulai mencari-cari hal yang bisa membuatku sibuk, sesuatu yang bisa mengalihkan pikiranku dari perasaan kosong ini. Pekerjaan di kantor masih sama; rapat-rapat yang membosankan, tugas-tugas yang selalu berakhir dengan hasil yang biasa saja. Tidak ada yang baru, tidak ada yang memuaskan.
Suatu sore, saat aku pulang lebih awa