Sejak Sajaka kembali ke kelas mengambil tas untuk pergi ke ruang organisasi, cowok itu murung. Sadina penasaran apa yang sudah terjadi pada dia dan sahabat-sahabatnya. Apa yang sudah mereka bicarakan sampai Sajaka kelihatan sedih pulang dari pembicaraan itu? Sayang sekali Sadina diminta pergi, jadi tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka. Kalau begini kan Sadina bingung harus menghibur Sajaka bagaimana. Sajaka juga kembali bungkam tidak seceria waktu mereka di perpustakaan.
Pastinya Sajaka dan teman-temannya habis membicarakan hal sangat serius sehingga Sajaka berubah 180 derajat berbeda. Saat Sadina bertanya juga, jawabannya hanya, “Aku nggak apa-apa.”
Biasanya kalau yang bilang “aku nggak apa” itu cewek pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Apa di balik “aku nggak apa-apa”-n