Beno terpaku di tempatnya saat dia melihat Langit dan Adis tengah berpelukan. Ada yang nyeri di dadanya. Bahkan rasanya lebih nyeri daripada mengetahui penghianatan Rossi. Entah kenapa bisa begitu.
Setelah semua terbongkar, tentu saja d**a Beno bergemuruh. Ada rasa bersalah, Ada rasa sesal, dan yang lebih besar dari itu adalah rasa sakit karena dia sudah tidak mempercayai Adis, dan dia tidak menerima Gadis itu kembali, padahal Adis jauh lebih baik daripada Rossi dalam hal apapun.
Adis dan langit masih berpelukan. Beno menunduk, menyadari bahwa Adis sepertinya sudah memiliki tambatan hati yang lain, Adis sudah mempunyai pahlawan lain yang selalu menjadi garda terdepan untuk melindunginya.
"Jangan lebay, Tom. Aku cuma bosen lihat air mata kamu aja. Kau lebih cantik kalau tersenyum."