"apa kau mengintipku mandi?"
"Tubuhmu tidak cukup bagus untuk ku intip"
"Sialan.. apa matamu buta? Apa kau tidak bisa melihat makhluk tuhan yang paling seksi ini?"
"Tidak tahu malu.."
"Kau.........." Sebelum aku memakinya lebih jauh dia menyodorkanku ikan yang baru selesai dia bakar
"Makanlah"
Akh benar ada yang lebih penting daripada berdebat dengan manusia es seperti dia. Perutku tidak boleh kelaparan, aku harus punya tenaga untuk menjalani hidup yang keras ini.
"Setelah kau makan akan aku antarkan kau ke kediaman nara, kau cukup jauh dari rumahmu nona."
"Aku tau tapi tidak bisakah kau pertimbangkan kakiku yang sedang terluka ini?"
"Kakimu hanya terkilir dan luka dikepalamu kurasa tak serius,aku tidak mau menggendongmu."
"Siapa pula yang sudi digendong pria kulkas seperti mu. Aku lebih baik merangkak paham!"
"Kau sungguh gadis yang tidak sopan, jika kau tau siapa aku kupastikan kau akan bersujud sekarang juga."
"Ya ya ya tuan dan perlu kau ketahui juga hanya ada 2 hal yang kutakuti di dunia ini, pertama Hantu kedua Ibuku."
"Pffft.."
"Kau mentertawakanku?"
"Berapa usiamu nona, kau masih takut Hantu?"
"Kau tau Sodako? Hantu yang keluar dari sumur itu menyeramkan!!!"
"Jika sudah selesai kita berangkat, dengan berjalan kaki dalam kecepatan normal kita akan tiba sebelum malam mengingat kita berada di tengah hutan."
"Akh benar juga.." seakan teringat sesuatu "kau sendiri apa yang kau lakukan ditengah hutan seperti ini? Itu mencurigakan"
"Aku ini laki-laki, aku terbiasa pergi lebih dalam untuk berburu. Justru kau yang mencurigakan ditengah hutan seorang diri berlari tanpa alas kaki dan dikejar beberapa samurai untuk dibunuh. Sungguh ironi.. jika aku tidak datang kau mungkin sudah di alam lain."
"Sebelum sempat dibunuh pun aku sudah berada di alam lain.." jawabku dengan suara sepelan mungkin
"Hmm??"
"Bukan apa-apa, terima kasih.. sudah menyelamatkanku.
Angin berhembus dan menerbangkan sebagian rambutku, jawabku sembari menatap mata hitam pria itu mampu membuat tatapan pria itu tak lepas padaku. Kenapa dia terus memandangiku? Wajahku? Tanpa apapun demi apapun aku merasa ditelanjangi TIDAK.....
"Berhentilah menatapku, kau hanya perlu menjawabnya!"
"Aaaa....."
"Apa-apaan itu.... " Jawaban singkatnya cukup membuatku merenggut sungguh laki-laki ini tidak lebih dari kulkas dua pintu
Siang itu kami meneruskan perjalanan keluar dari hutan mencari desa terdekat akh rasanya tak sabar bertemu manusia lain selain makhluk kaku di sampingnya itu .
"Saat di desa nanti bisakah kau pinjami aku uang?"
"Hnn?"
"Maksudku lihatlah pakaianku bahkan aku kesulitan berjalan karna bajuku."
"Itu karena pakaianmu tidak terpasang dengan benar, penampilanmu sekarang bahkan hampir mirip hantu yang kau takuti itu."
"Yaa!! Pria itu benar-benar tapi ada apa dengan senyumnya sangat tampann.... Akh tidak dia sangat tidak sopan tidak sesuai dengan seleraku.
"Belilah apapun yang kau inginkan tapi ini adalah hutang dan akan kutagih kembali nanti."
"Ya ya ya terserah kau saja yang penting aku bisa membeli pakaian makanan asesoris dan tidur di kasur yang empuk. Akan ku kembalikan uangmu saat kembali kerumah."
Aku tersenyum senang karena diingatanku aku tinggal d kediaman yang cukup besar dan mewah . Rupanya tubuh ini adalah gadis bangsawan. Tapi kenapa di ingatanku gadis ini tampak murung dan bersedih.."
"Cepatlah bukankah kau ingin tidur di kasur yang empuk?"
"Tentu saja aku mau tapi baju ini menyusahkanku.. "
"Berhenti mengeluh kalo memang menyulitkan kau bisa melepasnya."
"Kau benar.... " Jadi ku coba melepas juhitoe (jubah yang terdiri dari 12 lapis kain yang dipakai sekaligus) Membuka kimono dalam dan menyisakan satu kain putih yang membalut tubuhnya.
"Ya tuhan nyaman sekali......."
Pria itu kemudian berseru, "kau benar-benar gadis yang tak tau malu. Bagaimana bisa kau terlanjang didepan seorang pria?"
Wajah pria itu bersemu
"Kolot sekali, bagaimana kau bisa menyebutku terlanjang apa kau tidak bisa melihat kain yg melekat d tubuhku?"
"Ya dan itu adalah pakaian dalam mu." Lantas pria itu melempar kimono luarku untuk ku pakai. "Setidaknya pakailah itu." Dan setelah mengatakan itu akhirnya dia meninggalkanku berjalan lebih dulu.
"Yak!! Kau tidak bisa meninggalkan seorang gadis seperti ini. Yaaa! Tunggu aku! Dasar pria tak berperasaan. Yaak!!
--------- ---------- skip time -------- --------------
Malam mulai menampakan bulannya dan desa itu akhirnya ada di depan mataku.
"Peradaban!!!!!!!!" Aku berteriak senang saat ini dan lihat, pria itu menutupi wajahnya karena malu. Tapi ya terserah saja aku tidak peduli aku rindu kasur empuk dan makanan enak.
"Bau enak dan harum apa ini... Udonnnn..!! hei pria tampan bisa belikan aku mie,pleaseeeeee..."
"Mood mu benar-benar labil nona! Baiklah pergi dan Belilah..."
"Yes!! Thanks you sir!!
"Thangku? Apa yang dia katakan.. "
"Hei tuan kenapa melamun ayo kemari apa kau tidak lapar?" Panggilku dengan semangat.
"Lihat-lihat ini mie ..."celotehku melihat makanan dan kulihat lagi-lagi pria itu tersenyum. Akh jika dilihat-lihat dia memang jarang sekali tersenyum tapi sekalinya tersenyum dia tampan. Jika dizamanku manusia seperti dia pasti jadi incaran para wanita. Ckckck sayang sekali .....
Selesai kami makan dia membawaku ke sebuah penginapan tak jauh dari tempatku makan mie.
"Aku pesan 2 kamar, tolong siapkan."
Pria itu langsung memberikan beberapa uang kepada wanita penjaga penginapan tersebut tapi dia mengatakan bahwa penginapan itu saat ini hanya tersisa 1 kamar.
"Aku tak bisa satu kamar denganmu tuan, aku butuh privasi." Protesku tak terima satu kamar dengan pria itu
"Kalau begitu kau tidur diluar dan aku tidur dikamar."
"Lelaki sejati itu tidak akan membiarkan wanita tidur diluar"
"Jika kau lupa, aku yg pnya uang disini."
"Picik sekali.... Waaa ada wanita cantik!! Tunjukku secara asal untuk mengalihkan perhkaatian lelaki itu dan dengan cepat ku sambar kunci kamar dari tangannya berlari menuju kamar yang tersisa.
Yeay dapat haha ..
Sesampaiannya di depan kamar segera aku buka pintu itu dan kumasuki ruangan itu, dengan gerakan cepat ku kunci pintu itu berharap lelaki itu tidak mengikutiku masuk kamar. Sedikit kejam tapi aku harus menjaga kehormatanku jadi dia pasti mengerti. Kuharap....
"Hah... apa yang kau harapkan Miyu. Ranjang king size dengan kasur empuk?? Tentu saja dizaman ini hanya ada futon..."
Tapi aku tetap bersyukur karena setidaknya aku tidak harus tidur di hutan jadi Kurebahkan tubuhku segera setelah memasuki kamar itu. "Rasanya nyaman ... Aku mengantuk tapi aku juga ingin berendam..." Hmm Lagi-lagi diluar hujan.. Kutatap rintik hujan itu lewat jendela kamarku, seketika itu mataku mulai memberat tubuhku lelah dan aku hampir kehilangan kesadaranku. kenapa aku bisa ada disini. Di masa ini.. Ditubuh ini...... ??