nona..... kau sudah membeli banyak barang. apa kau akan memakai itu semua?"
"tentu saja akan ku pakai satu persatu, jadi berhentilah mengeluh dan ikuti saja aku. bukankah aku juga membelikanmu pakaian?"
"ya aku berterima kasih untuk itu tapi apa kau tidak terlalu boros?"
"tentu tidak, uang pemberian ayahku masih sangat banyak hahaha..."
syuuutt...... langkah kaki yang begitu cepat mengambil kantung uangku.
"uangku.... pencuri!!!" segera ku berlari dengan kencang menyamai langkahnya dengan pencuri itu tapi sungguh sial orang-orang di zaman ini larinya sangat cepat.
"hei pencuri kembalikan! sial aku tak sanggup lagi mengejarnya.
srakkk syuut .... satu pria tegap bertopi caping mengejar pencuri itu dan menghadangnya dengan mudah.
"kembalikan uangnya dan pergilah."
"kau saja yang pergi dari hadapanku pengganggu...."
Secepat kilat pencuri itu mengeluarkan belati di dalam hakama nya dan tentu saja segera di tangkis oleh sarung pedang pria itu. perkelahian pun tak terelakan. Namun ketangkasan dan kehebatan pria itu jauh diatas pencuri itu karena hanya butuh satu menit pencuri itu bisa dilumpuhkan.
"Hebat......." ku acungkan jempol ku kearah pria itu dan kulihat pria itupun segera melangkahkan kakinya kearahku sembari memberikan kantung uangku.
"kau selalu terlibat masalah.."
"hah... " suara itu aku mengenalnya
pria itu mengangkat wajahnya dan tersenyum manis padaku
"kita bertemu lagi nona.."
"kau...." ucapku mengambang
drapp drapp drapp suara langkah kaki polisi militer pada era ini. mereka menghampiriku dan berkata " kami datang untuk menangkap pencuri itu"
"anda terlambat karena pria itu sudah membereskannya." tunjuk ku ke arah pria itu tadi berada
"pria itu yang mana maksud anda?"
"itu.... hah dimana dia? tadi disini.." ucapku bingung
"baiklah kami akan membawa pencuri itu sekarang nona."
"ya.. bawalah." ucapku pelan masih dalam kebingungan
"Nona! nona! nona! hah hah larimu terlalu cepat nona. bagaimana bisa kau berlari begitu saja mengejar pencuri yang mungkin saja dia berbahaya dan bersenjata! sekalipun kau kehilangan uangmu kau masih punya banyak nona."
"gomen soyu aku melupakanmu hehe"
"lantas apa kau mendapatkan kembali uangmu?"
"Tentu.. berkat seseorang. ayo pulang."
"ayo nona..."
----------- --------
Sesampainya di dalam kamar sebelum kusuruh pelayanku meletakan semua barang-barangku tiba-tiba kudengar suara derap kaki berat yang menandakan pemilik tubuhnya sedang menahan marah yang kusadari mungkin itu adalah..........
Srakkk!! suara pintu terbuka kasar
"Dasar gadis jalang! apa yang kau lakukan pada ibuku!!"
Hah benar kan dia adalah keturunan nene lampir itu
"Padahal aku ingin langsung berendam. Ada apa lagi aku sedang malas jika kau ingin mengajak berdebat aku ingin beristirahat setelah kegiatan berbelanjaku hari ini." ucapku sembari memanas-manasi kondisi adik tiriku itu
"Dasar tidak tau diri. kau sibuk berbelanja padahal ibu dihukum di Kuil Nato!"
"Lalu apa aku yang bersalah disini?"
Karena ucapanku itu kulihat tangannya mulai bergerak, akh aku tahu apa yang akan terjadi percalah drama seperti ini sudah sering ku tonton. Jadi segera ku menghindar sebelum dia berhasil menamparku dan kutendang sedikit kakinya hingga membuat dia tersungkur.
Dbuugg... suara khas orang terjatuh
"argght..... !"
"pasti rasanya sakit...."
"Yakk!! Kau tidak seharusnya kembali jalang! Kau membuat semuanya kacau.
"Tidak kembali katamu? Jadi apa samurai bayaran itu ulah kalian?"
"A.. apa.. siapa yang mengatakan itu jangan mengada-ngada!"
"Jika tidak kenapa kau menjawab dengan tergagap? Kalian kecewa aku masih hidup? Sayang sekali, maaf merepotkan kalian." ucapku meledek.
"Aku tak akan melupakan penghinaan ini! akan kubalas nanti!"
"Ya ya ya akan kutunggu...." ucapku malas
Akhirnya adik tiriku pergi dengan kesal membanting pintu kamar dengan keras.
"Nona!! kenapa anda membuat nona Ryu marah. aku takut terjadi sesuatu pada anda!"
Kasihan sekali tampaknya Soyu benar-benar khawatir.
"Soyu.. dengarkan aku, tak akan terjadi apapun. aku yang sekarang tidak akan membiarkan siapapun melukai kita."
"kau benarkah Nonaku?
"Bukan, ah tidak! tentu saja sudah kukatakan sebelumnya anggaplah aku berinkarnasi kembali. sekarang soyu bereskan barang-barangku karena aku ingin berendam dan beristirahat karena menghabiskan uang itu ternyata melelahkan.."
"haha Nona kau benar-benar lucu."
Haripun mulai gelap, tak terasa aku berendam cukup lama. tubuhku sangat lelah dan aku butuh istirahat jadi kurebahkan tubuhku, menutup mataku dan berharap bermimpi indah malam ini.
"terima kasih..."
Tunggu suara siapa itu..
cuit cuit cuit cuit suara burung khas dipagi hari
"Nonaaaaa.... nona nona cepat bangun."
"Ya ampun ada apa kepalaku berkunang-kunang karena suara indahmu."
"hehe maafkan aku nona, ada hal penting yang harus kau tau jadi ayo sadarlah."
"baiklah apa ?"
"kau..."
"ya...?
"malam ini..."
"pesta.."
"mmmp?"
"diundang..."
"Siapa?"
"oleh kerajaan kamakura!"
"oh... tidak penting lebih baik aku tidur lagi saja."
"bagaimana anda bisa berekspresi biasa saja seperti itu nona! suatu kebanggaan keluarga kita diundang langsung oleh kerajaan kamakura. ini pesta! pesta! dan kudengar mereka punya 2 anak laki-laki yang tampan dan belum menikah."
"Tidak tertarik" ucapku asal
"akh tidak tidak pokoknya kau harus bersiap, aku sendiri yang akan memastikan kau hadir ke acara itu!"
----------skip time-------
"apa kau pakai ini?" (kimono berlapis-lapis yang dibuat untuk acara besar)
"merepotkan"
"apa ini?" (kimono ukiran bunga dengan hiasan emas)
"terlalu mencolok"
"bagaimana dengan ini?" (kimono dengan ikatan obi besar di pinggangnya)
"terlalu sesak"
"lalu bagaiamana bahkan nona Ryu langsung pergi ke penjahit tadi pagi hanya untuk tampil luar biasa malam ini. tapi kau malah tampak tak bersemangat seperti ini!"
"adik tiriku yang tengil itu? jika begitu aku tidak boleh kalah.. Soyu bawakan kain berwarna merah muda yang ku beli di pasar kemarin."
"apa yang akan anda lakukan dengan kain itu?"
"bawakan saja... akan kusulap kain itu menjadi baju yang indah yang tidak akan ada yang menjualnya di zaman ini."
"hah anda melantur lagi..."
Malam pun tiba aku keluar dari kamarku dengan anggun. wajah yang ku hias tipis namun mempesona dan pakaian yang hanya kain biasa aku sulap menjadi gaun indah yang nyaman untuk aku gunakan tanpa meninggalkan identitas pakaian jepang pada umumnya. serta rambutku yang aku sanggul setengah dengan setengah rambutku yang lain kubiarkan tergerai panjang dan kuberikan hiasan tusuk rambut yang menjuntai menambah kesan mewah dan anggun secara bersamaan. "inilah fashion mode era modern" ucapku puas dengan hasil karyaku.
"Nona... anda seperti bidadari.."
"terima kasih soyu... dimana ayahku ?"
"bukankah tuan sudah mengatakan kepada anda bahwa kepala klan harus hadir lebih awal jadi tuan pergi duluan."
"akh benar.. kupikir aku sedang bermimpi saat ayahku mengatakan itu jadi aku hanya angguk angguk setuju saja hehe?"
"anda ini benar-benar."
"sudahlah jangan khawatir bukankah kita masih punya satu lagi kereta kuda? kita bisa pakai itu."
"masalahnya kereta kuda itu dipakai nona Ryu... maaf nona."
"Hah.. sudahlah jika tidak bisa hadir ya sudah biarkan jangan merasa bersalah begitu. salahku juga berdandan terlalu lama."
"tapi kau sudah secantik ini bagaimana bisa anda tidak pergi..."
Tok tok tok "kami utusan kerajaan!!"
"Nona ada apa utusan kerajaan datang kesini? akan kubukakan pintunya."
"mmmmp... bukalah"
Segeralah soyu membukakan pintu kediamanku dan nampak beberapa pengawal kerajaan sudah siap dengan kereta kudanya.
"Maaf nona kami di utus pangeran kerajaan kamakura untuk menjemput anda."
"pangeran? nona apa anda mengenal pangeran?"
"aku tidak tau.."
"Naiklah nona, pangeran ke 2 Shinjiro sudah menunggu anda......."