Hari ini adalah hari pertama Siska memasuki bangku pendidikan tingkat atas dia berada mendapatkan ruangan di kelas C. Di dalam kelas Siska ada tiga puluh orang dan siswa putri hanya sepuluh orang, di dalam sana ada tiga agama yang berbeda dan beragam suku yang menambah keakraban kelas tersebut. Sekolah di mulai pukul 07.00 dan pembelajaran di mulai pukul 07.15
06.00 pagi
“Aku harus Mandi sekarang tinggal setengah jam lagi, aku harus berangkat!” kata Siska dengan suara yang keras sembari melihat jam di kamarnya
Siska pun memulai ritual mandinya hanya sekitar 10 menit, entah itu waktu lama atau sebentar bagi sebagian orang tetapi menurut siska itu waktu yan cukup efektif baginya. Setelah dia selesai dengan ritual mandinya, dia pun mengenakan pakaian yang rapi dan hanya menggunakan bedak baby saja agar mukanya terlihat segar. Setelah itu dia pun sarapan sekitar lima menit dan setelah semuanya kebutuhan di rumah berakhir dia pun berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Jarak rumah dari sekolah sekitar 500 meter. Dia berangkat ke sekolah sekitar pukul setengah tujuh pagi.
Siska adalah seorang anak pendiam jadi di sekolahnya dia pun hanya memiliki sedikit teman atau yang diajak ngobrol. Hari ini adalah hari pertamanya belajar di kelasdia hanya terdiam mendengar candaaan teman-temannya dan juga hanya terdiam saat gurunya menerangkan suatu materi
Saat jam istrahat tiba terkadang dia ke perpustakaan sendiri, terkadan dia menetap di kelas membaca buku, dan terkadang pula ngobrol dengan teman dekatnya. Teman dekat Siska adalah dua orang cowok yang berbeda kelas dengannya dan mereka hanya ketemu saa jam pelajaran agama dimulai. Tetapi tak bisa dipungkiri mereka kadang kala berkunjung ke kelas Siska, ketika melihat Siska lagi sendiri.
Kehidupan remajanya pun di mulai di sini dengan berbagai lika likunya. Mulai dari penyakitnya yang kambuh, kejadian yang aneh selalu menimpanya yang sulit dipahami oleh pemikirannya sendiri. Membuatnya mulai secara perlahan menutup diri.
“Siska yuk ke kantin ? Rifan meraih tangan Siska
“Enggak mau. Maunya di kelas aja. Malas keluar.” Sembari terseyum
“Ayolah. Atau kita ke taman aja gimana? Tuh yang ada di depan kelas aku . Yuk kita bertiga dengan sih Arga!
“iya.” Terus sih Arga mana? Kok enggak kelihatan batang hidungnya sih?”
“Tuh ada di kelasnya. Bentar. Aku panggilin ya?
“Aku tungu di taman aja. Aku duluan!”
“Di sini sejuk bangat. Pohonnya juga rindang seperti asik. Tempatnya juga asik. Bagus untuk dijadikan tempat ngobrol bareng sahabat dan tempat bermain.
Lima menit berlalu akhirnya datanglah Rifan dan Arga, datang dengan makanan yang ada di plastic merah yang dipegang oleh Rifan. Mereka pun langsung duduk di kanan dan kiri Siska sembari ngobrol.
Andai aja kita sekelas ya kita enggak perlu repot-repot kayak gini? Siska membuka obrolan di antara mereka
“Kenapa? Ada yang salah ya?"" sahut Rifan menimpali
“Enggak sih cuman kan susah nyarinya? Benar enggak? Sembari memandang keduanya
"Kami bisa berkunjung ke kelas kamu Siska, tenang aja. Kami ngerti maksud kamu, seyum dong pasti cantik!" Arga terseyum melihat ke arah Siska dan Rifan.
Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka sembari bermain tebak-tebakan kata hingga mereka tertawa puas satu dengan yang lain karena kegilaan atau candaan yang tak ada habisnya sampai mereka hampir lupa, jika jam istrahat telah berakhir lima menit tadi, smpai salah satu dari mereka sadar ada yang ganjil di sekitar mereka. Dia pun mulai mengingat sesuatu dan mulai membuyarkan konsetrasi kedua temannya yang masih asik bercanda. Kemudian ia berlari ke kelasnya hingga mmenimbuulkan kebingungan dan tanda tanya bagi kedua temannya.