Menyambut pagi yang cukup tenang, Ken bersantai di ruang kerjanya di mansion pribadi miliknya. Ditemani oleh segelas kopi dan rokok, kali ini Ken tidak membaca berkas pekerjaan, melainkan berkas informasi mengenai 3 orang yang tanpa Ia sadari berhasil menyusup rongga hatinya yang beku. Padahal dia sudah membacanya, namun ingin terus membacanya tanpa bosan.
TOK… TOK… TOK…
“Masuk.”
“Permisi, Tuan. Saya mendapatkan kabar dari Alex kalau salah 1 gudang kita terjadi percobaan pencurian.”
“Minta bawahan kalian untuk segera membawakan tikus-tikus itu padaku.”
Ken segera menuju markas utama Reymundo untuk bisnis undercovernya bersama para bawahannya. Bisnis undercover yang diberi nama Ares.
Tidak perlu heran. Ken hanya meneruskan bisnis kakek dan ayahnya terdahulu. Menjadikan Ken seorang mafia Italia terkuat sampai saat ini dan menjadikan Ares sebagai sindikat mafia paling kuat dan berpengaruh.
Merujuk ke data pendapatan rahasia Ares, jumlah yang melebihi pendapatan negara per bulannya. Per bulannya, pendapatan kekayaan ‘undercover’ Ares yang diterima mencapai 60€ Euro atau setara dengan Rp957 triliun rupiah.
Ares menguasai sekitar 80 persen dari 51 negara bagian eropa mencakup Italia, Inggirs, Swiss, Spanyol, Australia, Kanada, Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Jerman, Prancis, Kolombia, Polandia, Denmark dan beberapa negara lain.
Ares, the undercover. Sang rahasia yang memiliki 30.000 anggota di Italia dan ada hampir 350.000 anggota di seluruh belahan dunia. Bekerja untuk bisnis illegal yang tidak bisa disentuh oleh siapapun termasuk para pejabat dan aparat negara.
Ares bertugas untuk mengendalikan penyelundupam narkoba seperti kokain, ganja, penyelundupan rokok, minuman keras, terutama senjata kecuali prostitusi dan perdagangan manusia. Ares juga akan memeras para tuan tanah dan konglomerat yang tamak dan sombong. Ares tidak akan segan untuk menghilangkan nyawa seseorang jika sudah mengubah suasana hati tuan mereka sedikit buruk. Siapapun itu, tanpa memandang bulu.
Ares luar biasa terampil dalam menjalankan bisnis undercover mereka. Dan Keenan Reymundo lah pemimpinnya. Keenan Reymundo, pemimpin bisnis sukses Reymundo di dunia atas dan pemimpin bisnis kejam Ares di dunia bawah.
♥♥♥
“Selamat pagi, Tuan.” Sekitar puluhan orang berbaju hitam yang dilewati oleh Keenan menunduk sopan menyambut kedatangan tuan mereka.
“Apa yang kalian dapat.” Bukan pertanyaan biasa. Pertanyaan menuju pernyataan menekan karena Ken tidak akan menerima jawaban yang tidak sesuai keinginannya.
“Kami berhasil menangkap 5 orang yang akan melakukan perampokan itu, Tuan,” lapor Alex tegas.
“Bawa padaku dan ceritakan.” Bawahan Alex segera bergerak untuk menggiring kelima tawanan mereka ke hadapan Keenan bak seekor binatang.
“Izin, Tuan. Saat kemarin sore, saya mendapat laporan dari anggota yabg berjaga di depan kalau ada kapal yang singgah sekitar 5 orang, namun tidak melakukan pergerakan apapun yang mencurigakan sehingga mengira mereka hanyalah nelayan biasa yang singgah. Namun mereka juga terus untuk memperhatikan jalan menuju gudang kita. Dan di pagi sekali sekitar jam 6-an, mereka mulai bergerak untuk menyusup ke dalam gudang, tapi berhasil digagalkan oleh anggota tanpa ada kerusakan apapun pada gudang kita.” Alex menjelaskan dengan rinci kejadiannya.
“Sejak kapan kau mulai mengira-ngira dan melembut seperti itu? Kau tau pulau itu tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Beruntung kau bisa menahan dan menangkap mereka. Kalau tidak? Tampaknya kau rela kehilangan nyawamu demi tikus sampah ini,” sindir Ken mengejek membuat Alex sontak menundukkan dalam kepalanya.
“Maafkan saya, Tuan. Saya tidak akan melakukan kesalahan lagi. Saya hanya siap mati untuk Anda, Tuan,” jawab Alex dengan tegas tanpa keraguan.
Entah mengapa, tetiba saja, Ken kembali mengingat wajah seorang wanita dan kedua anaknya yang dalam sekejap mengembalikan suasana hatinya. Ditambah lagi suara anak perempuan yang terngiang mendukung ketenangan jiwanya saat ini.
“Kau urus tikusmu itu! Aku malas mengotori tanganku,” perintah Ken bersiap untuk pergi. “Biarkan setengah hidup dan berikan pada Arlo dan Ayla-ku.”
“Baik, Tuan.”
Ken segera menuju kandang besi yang dibuat seperti replika habitat buaya simana dia akan melihat pertunjukan menarik sebentar lagi.
Dengan tiang gantung, ke-5 tawanan digantung tepat di tengah kandang.
TRING... TRING... TRING...
Kedua buaya air asin yang mendapat predikat buaya paling ganas dengan panjang 6 meter dan berat 500 kg berjenis kelamin jantan dan wanita yang diberi nama Arlo dan Ayla muncul dan melakukan pergerakan agresif yang siap mengeksekusi mangsanya.
Kedua reptil ini mendekat pada Ken yang sudah menjulurkan tangannya. Seluruh hewan buas mematikan yang dimiliki Keenan akan berubah menjadi jinak bak bayi kalau sudah berhadapan dengan Ken.
“Kalian siap?” Arlo dan Ayla menggerakkan kepala mereka berebut untuk mendapat elusan tangan Ken.
“Pergilah. Selamat berpesta!” Kedua buaya itu berlari ke tengah dan pada saat itu juga kelima tawanannya turun dan langsung dieksekusi tanpa tersisa 1 tulang pun.
Peliharaan buas Ken tidak hanya Arlo dan Ayla si buaya air asin. Ada pula hewan ganas lainnya, seperti:
· Irene si hiu putih
· Lacey si harimau bengal putih
· Harley si American Pit Bulls Terrier
· Cooper si Rottweiler
· Dexter si German Shepherd
· Siberian Huskey
· Beruang grizzly dan kelima anjing ganas Ken.
Belum semua peliharaannya diberi nama. Hanya beberapa yang selalu membantu Ken menebas musuh.
“Aku tidak ingin kejadian ini kembali terulang.”
“Baik, Tuan.”
Ken segera pergi dari markas Ares menuju salah 1 real estate-nya untuk melakukan pengecekan bangunan bersama Marvel yang duduk di samping Geri yang membawa mobil dan diikuti oleh 1 mobil bodyguard di depan dan 2 di belakang. Ketiga mobil ini selalu mengikuti Ken kemanapun dia pergi.
Dengan kacamata hitam yang selalu bertengger di hidung mancungnya, Ken bersandar santai di kursinya melihat suasana di luar yang cukup ramai untuk orang makan siang.
Mengenai makan siang, dia kembali teringat makan siang berkesannya kemarin. Kembali diusapnya bibir seksinya setiap kali mengingat ketiga orang itu.
‘Queenaia, Leonell, Loreene.’ Hanya nama, tapi sangat berarti untuk kesejahteraan mood dan hatinya.
‘Tapi, dia tidak menikah. Si kembar memang benar anaknya. Dia hamil, tapi tidak menikah. Siapa laki-laki itu? Siapa ayah si kembar? Atau Quin adalah korban pemerkosaan?’
“Marvel, kau yakin informasi yang kau berikan valid?” tanya Ken tanpa menatap Marvel.
“Benar, Tuan. Informasi yang saya berikan adalah valid dan benar. Apakah Tuan kurang puas dengan informasinya?”
Daripada menerka, Ken bertanya saja. “Siapa laki-laki yang menghamilinya?”
“Maaf, Tuan. Tidak ada seorangpun yang tahu siapa pria yang menghamili Nona Queenaia. Entah itu adalah pemerkosaan atau kesalahan atau kemauan bersama. Hanya beliau yang mengetahui,” jelas Marvel. “Beliau mengundurkan diri menjadi dokter tetap di Reymundo International Hospital semenjak kandungan Nona Queenaia membesar dan hanya menjadi dokter kontrak.”
“Carikan aku informasi sebanyak-banyaknya, sampai hal terkecil apapun,” perintah Ken yang pasti segera dilaksanakan.
“Kau memiliki informasi dalam bentuk file?”
“Punya, Tuan. Saya memiliki softcopy file seluruh berkas informasinya.”
“Kirimkan aku softcopy-nya.”
“Baik, Tuan. Segera saya kirim.” Tak sampai 5 detik, Ken sudah mendapat file softcopy yang Ia inginkan.
Marvel berpikir mungkin lebih mudah bagi tuannya untuk membaca seluruh informasi melalui selulernya yang bisa Ia baca sekarang sebelum lanjut bekerja lagi.
Namun dugaan Marvel hanya sebuah opini semata. Nyatanya bukan itu tujuan Ken memintanya. Lebih tepatnya Ken menginginkan foto-foto yang bisa terus Ia pandang untuk kesenangannya sendiri. Dia tidak mengenal mereka, tidak tahu siapa mereka, dan tidak berhubungan dengan mereka. Namun biar Ken menjadikannya sebagai konsumsi pribadi untuk saat ini sampai dia bosan.