"Oi Nang" Aku mendelik mendengar panggilan itu,huft sudah berkali-kali aku bilang pada orang-orang untuk memanggilku Anga, karena "Nang" itu terdengar seperti laki-laki (lanang:lelaki:bahasa jawa)
Sengaja aku tidak menoleh untuk membuat orang yang memanggilku itu kesal,eh omong-omong perkenalkan namaku "Kenangan Bulan Juli" ini nama bukan sembarang nama, pemikiran random umi dan abi karena Bulan adalah nama Umi dan Juliantoro adalah nama Abi maka jeng-jeng lahirlah aku yang kata mereka adalah kenangan terindah,hiks srot-
Okey kembali ke laptop, orang yang tadi memanggilku ialah Nadla Anjani atau biasa ku panggil " Mbak Jani" karena ia 3 tahun lebih tua dariku.
Mbak Jani sepertinya menyerah untuk menggangguku di senin pagi ceria ini, "Anga cantik,anak perawan kinyis-kinyis mbak boleh minta tolong ngga?" senyum manis mbak Jani itu sebuah alarm yang artinya 'lakuin atau gue slepet'
Aku mendelik mendengar suara mbak Jani, calon ibu dua anak itu memang sangat suka menggangguku mungkin karena kani sama-sama anak tunggal yang kesepian, aku pun sebenarnya tidak begitu terganggu dengan sikap usil mbak Jani.
"Bantu apalagi mbak? kalo aneh-aneh kayak minggu lalu aku ogah,masa iya mbak yang ngidam tapi aku yang repot harusnya mas Jordy tuh (suami mbak Jani) yang repot" Jadi,minggu lalu mbak Jani mengidam buat melihat aku makan roti dessert box yang terkenal itu,sebagai anak kost yang super ngirit aku seneng banget dong,eh gataunya mbak Jani ngidam liat aku makan dessert tapii,harus disuapin mamang ojolnya,alamak.
Mbak Jani yang merupakan Head Teacher atau Kepala Sekolah di taman kanak-kanak tempatku mengajar juga membuatku kadang sungkan menolak permintaanya,abis mbak Jani itu super baik karena dialah aku bisa bekerja di taman kanak-kanak bergengsi dengan gaji lumayan tinggi ini,padahal aku dan dia dulu hanyalah kakak-adik tingkat yang sesekali papasan di kampus.
Mbak Jani menggeleng dengan cepat "Suer,aku engga gitu lagi kok kali ini permintaanku engga aneh-aneh" sambil mengelus perut yang berisi bayi 20 minggu itu.
"Cuma mau minta tolong,kamu mau ya ketemu sama bapaknya Khafi kasian lho dia gara-gara kamu menghindar jadi murung di kelas"
Yaaa,gimana eke ngga menghindar bapaknya serem bok. Aduh sebenernya males ngadu ke mbak Jani "Menurut mbak Jani kenapa aku menghindar dari Khafi?"
"Bapaknya ya?" Celetuk mbak Jani, emang gara-gara duda sableng itu aku juga sempat menjadi bahan gossip ibu-ibu orangtua wali murid disini, katanya aku ngebet jadi istri orang kaya sampe mepetin duda yang jadi idaman ibu-ibu disini.
Dan si bapak Satria yang terhormat itu kemakan gossip dan menganggap aku bakal jadi pengaruh buruk buat anaknya (yaitu Khafi),terlebih Khafi yang suka tiba-tiba nyeletuk manggil aku "Maminga" atau "Mami Anga" padahal aku udah kasih pengertian ke Khafi aku ini bukan Maminya eh dia malah nangis kejer.
Dan disuruh ketemu Satria yang sombong itu? yang bener aja,kalo ada wali murid yang liat bisa makin digiles aku sama mereka,aku juga heran padahal mah ibu-ibu sosialita itu kan udah pada punya suami,eh tapi kalo ada hawa-hawa yang mengincar pak Satria langsung deh pada tajem radarnya.
Aku menatap mbak Jani memelas "Mbak pengin aku cepet-cepet resign dari sini yah" memintaku bertemu dengan Satria sama saja mendorongku ke kandang Singa yang belum makan berbulan-bulan.
Mbaki Jani gantian melihatku dengan tatapan memelasnya,tak lupa satu tangan kirinya mengelus perut berisi bayi mungilnya "Sekaliiii ajaa nga,janji deh abisnya eyangnya Khafi pengen banget ketemuin Satria sama kamu"
Dan jangan heran kenapa mbak Jani bisa mengenal Eyang Khafi yang aku sendiri tidak tau siapa,mbak Jani ini bukanlah orang biasa ia istri dari Dokter Obgyn paling hits di kotaKu,ayahnya mbak Jani juga merupakan orang berpangkat di kepolisian kotaku makanya mbak Jani bisa mengenal ayah Khafi,karena Satria juga bekerja di kepolisian.
Aku juga engga tega menolak permintaan mbak Jani,terlebih yang meminta orang yang sudah tua (nenek Khafi) mungkin saja beliau cuma penasaran siapa rakjel yang digossipkan dengan putranya,aku harus menyiapkan mental bisa saja aku bakal di maki-maki lalu di viralkan di aplikasi toktok yang terkenal itu, lalu diundang ke acara tv yang isinya hanya joget-joget dan mengundang orang yang sedang viral terus aku jadi terkenal deh
"Angaa, malah cekikikan sendiri,jadi mau atau engga nih" Baiklah mungkin ini pertama dan terakhir lalu aku bisa terbebas dari gossip sialan yang sudah mengganggu ketenanganku selama 3 tahun bekerja di sini.
Sambil mengusap pipiku yang kering aku menjawab "Yaudah deh mbak,demi mbak Jani juga tapi janji lho satu kali aja"
Mata mbak Jani langsung berbinar seperti mendapat arisan dari Arisan Emas Batangan yang ia ikuti 3 bulan ini "Makasih ya Nga,kamu emang adek mbak yang paling cucok miyong seIndonesia Raya ini"