Sisy mematikan mesin mobilnya dengan kening berkerut. Ditatapnya sekali lagi jam digital di dashboard, hampir pukul sepuluh ... tapi tidak seperti yang dibayangkannya, lampu ruang tengah kantor masih menyala terang. Dibukanya pintu depan ," Is ...." serunya melihat motor Iskandar terparkir di ruang depan.
Miftah mengangkat kepalanya ," Hai ..."
" Eh, kirain Iskandar." ditunjuknya motor yang terparkir rapi.
" Mereka pake mobilku, makanya motor ditaruh disini."
" Kemana ?"
" Tadi pagi bilang mau ke Bogor, tapi ...."
Sisy duduk dihadapan Miftah ," Kakak kuatir ya ? Telfon yuk ..."
" Ponselnya mati, dua duanya." desahnya sambil menyandarkan tubuhnya ," Kamu dari mana ? Malam malam begini ke kantor."
" Mau ngerjain ini." diangkatnya berkas ," di rumah gak bisa konsen."
Miftah meraih be