Malam ini, Mama Papa Angkasa dan Angkasa akan berkunjung kerumah Keysheva. Mereka akan membicarakan tentang bagaimana pernikahan Angkasa dan Keysheva nantinya.
Angkasa mengambil handphone nya, membuka roomchat wa nya dengan Keysheva.
Keysheva
Key
Ini gue sama ortu gue mau kerumah lo
Lo dirumah kan?
Iya Sa
Oke
See you calon
Ck!
See u too
*read.
Angkasa pun memasukan handphone nya kedalam sakunya. Ia pun mengajak kedua orang tuanya untuk segera berangkat menuju ke rumah Keysheva.
Kurang lebih 20 menit, akhirnya mereka pun sampai didepan rumah Keysheva. Angkasa pun memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Keysheva. Setelah itu Angkasa beserta kedua orang tuanya keluar dari mobil dan menuju kearah pintu rumah.
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum..." ucap Angkasa sopan.
Ceklekkk...
Pintu terbuka perlahan, menampakkan seorang gadis cantik dengan dress selutut berwarna mocca miliknya. Tak lupa rambutnya yang dibiarkan tergerai itu menambah kesan cantiknya.
"Waalakumsallam. Malam Tante, Om," Keysheva mencium punggung tangan kanan kedua orang tua Angkasa secara bergantian.
"Silahkan Om, Tante," ucap Keysheva dengan ramah.
"Gue gak nih?," ujar Angkasa dan hal itu membuat Keysheva menyengir, "Hehe, iya maaf, silahkan masuk Angkasa," ucapnya diiringi senyuman manisnya.
Mereka pun berkumpul di ruang tamu. Emy pun menyambut hangat kedua orang tua Angkasa.
"Jadi maksud kedatangan kami kesini mau membicarakan tentang pernikahan Angkasa dan Keysheva nanti," ucap Bagas, papa Angkasa.
"Jadi, kapan kalian akan menikah?," Melinda bertanya sembari menatap Angkasa dan Keysheva secara bergantian.
Keysheva hanya diam tak menjawab ucapan calon mertuanya itu, ia hanya menatap Angkasa, menunggu jawaban dari Angkasa.
"Bagaimana kalau dua minggu lagi?," tanya Angkasa.
"Apa tidak terlalu cepat Nak Angkasa?," tanya Emy.
Angkasa tersenyum tipis, "Tidak masalah, lebih cepat lebih baik bukan?"
"Kamu benar Angkasa, jadi semua setuju kalau pernikahan akan dilangsungkan dua minggu yang akan datang? Kamu setuju Keysheva?," tanya Bagas kepada calon menantunya itu.
Keysheva hanya tersenyum manis lalu mengangguk singkat, "Iya, Key setuju," sahutnya.
"Bagus. Bagaimana dengan konsep pernikahannya?," tanya Bagas.
"Biar aku yang mengurusnya," sahut Melinda sembari tersenyum ramah.
"Soal baju biar aku yang mengurusnya, kebetulan aku punya butik," Emy ikut berbicara.
"Semua sudah siap. Jadi tinggal kamu Keysheva, dan kamu Angkasa, untuk mempersiapkan diri masing-masing," ucap Bagas tegas.
Dan kedua keluarga itu pun makan malam bersama sembari mengobrol agar lebih dekat.
???
Keysheva sedang berada diruang kerjanya dan duduk di kursi yang ada disana. Ini sudah jam makan siang, namun ia bingung hendak makan siang kemana.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi menandakan ada sebuah pesan w******p yang masuk. Saat melihat itu notif dari Angkasa, Keysheva dengan cepat membuka notifikasi tersebut.
Angkasa
Siang
Hari ini kamu makan siang di kantin rs kamu aja
Gak usah ke restoran deket kantor aku
Kejauhan, kasian kamu
Aku hari ini gak kesana soalnya
Keysheva mengulum senyumnya membaca tiap-tiap chat yang dikirimkan oleh Angkasa. Dan yang membuatnya semakin bahagia adalah, Angkasa mengganti kata lo-gue menjadi aku-kamu.
Keysheva pun mengetik balasan untuk Angkasa.
Angkasa
Siang juga
Kenapa?
Kamu gak makan siang?
Aku males keluar ruangan
Kenapa?
Gak enak badan
Mau istirahat aja
Aku samperin ya?
Aku bawain makanan juga
Gak papa?
Gak papa
Tunggu bentar
Makasih❤️
*read
Keysheva tak bisa menyembunyikan ekspresi bahagia nya, apalagi setelah Angkasa mengirimkan emoticon love kepadanya.
Dengan semangat 45, Keysheva pun keluar dari ruangannya, bergegas menuju ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya. Ia akan membeli makanan dulu untuknya dan Angkasa, setelah itu barulah ia menuju ke kantor Angkasa.
Sesampainya di kantor Angkasa, ia pun memarkirkan mobilnya terlebih dahulu ditempat parkir yang sudah disediakan. Setelah itu ia bergegas masuk menuju ke dalam kantor tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang resepsionis dengan ramah.
Resepsionis ini tampak beda dari resepsionis yang pertama ia jumpai.
"Saya mau bertemu dengan Angkasa, ada kan?," ucap Keysheva to the point.
"Maaf, apakah sebelumnya anda sudah membuat janji dengan beliau?"
Keysheva menaikkan sebelah alisnya, "Apa itu harus?"
"Tentu saja. Karena tidak sembarang orang yang bisa bertemu dengan CEO Perushaan ini," ucap resepsionis itu.
"Saya hanya ingin bertemu dengan Angkasa," ucap Keysheva malas.
"Tapi—"
"Permisi." Tanpa menghiraukan ucapan Resepsionis itu, Keysheva memilih untuk pergi menuju ke lift.
Sesampainya didepan lift, ia bingung mau memencet angka berapa. Dimana ruangan Angkasa? Bahkan ia saja tidak tau. Bodoh! Seharusnya ia bertanya dulu dengan Resepsionis tadi.
Keysheva melihat seorang pegawai perempuan yang hendak masuk kedalam lift, tanpa sungkan Keysheva pun bertanya.
"Maaf. Saya ingin bertanya, dimana ruangan Angkasa?"
Bukannya menjawab, pegawai itu malah memeperhatikan Keysheva dari atas sampai bawah, lalu menatap sinis Keysheva, "Ada perlu apa anda mencari Pak Angkasa?,"
"Tidak perlu tau, katakan saja dimana ruangannya."
Pegawai itu memutar bola matanya jengah. Tiba-tiba seorang wanita menghampiri Keysheva dan pegawai itu, wanita itu adalah resepsionis tadi. Wanita itu tidak sendiri, melainkan bersama dua orang satpam.
"Satpam, suruh dia pergi dari sini, bisa-bisanya dia seenak jidat mau bertemu dengan Pak Angkasa padahal sebelumnya belum membuat janji," ucap Resepsionis itu.
Kedua satpam itu memegang tangan Keysheva namun langsung ditepis oleh Keysheva, "Memangnya ada yang salah kalau saya berkunjung ke kantor calon suami saya?," ucap Keysheva sembari menekan kata calon suami.
"Hah? An—anda calon istri dari Pak Angkasa?," kaget resepsionis dan pegawai wanita itu.
Keysheva mengulurkan tangan kanannya, "Keysheva Mischa Aldercy, dua minggu lagi akan menjadi istri sah dari Angkasa Gavriel Antares," ucap Keysheva sembari tersenyum puas.
Baik Resepsionis maupun pegawai wanita itu tak membalas uluran tangan Keysheva, itu malah bagus bagi Keysheva, sehingga tangannya tidak menjadi kotor.
"Dimana ruangan Angkasa?," tanya Keysheva datar.
"Di lantai delapan—"
"Terima kasih," Keysheva masuk kedalam lift lalu menekan angka delapan, dan perlahan pintu lift pun tertutup.
Ting.
Pintu lift terbuka, ia menelusuri lorong kantor tersebut yang bisa dibilang cukup sepi. Hanya ada beberapa pegawai yang lewat, dan tentu saja pegawai itu menatap Keysheva dengan tatapan aneh.
Keysheva melihat sebuah tulisan didepan pintu, Ceo Antares Corp Room, dan Keysheva yakin 100% itu adalah ruangan Angkasa.
Oh tapi, ada seorang wanita didekat ruangan tersebut, wanita itu tampak sibuk berkutat dengan konputernya.
"Permisi..." ucap Keysheva ramah.
Wanita itu beralih menatap Keysheva, lalu ia berdiri dan menghampiri Keysheva.
Keysheva bisa melihat langsung bagaimana cara wanita itu berpakaian. Baju ketat, rok pendek sekaligus ketat, high heels tinggi, rambutnya diikat sehingga memperlihatkan leher jenjangnya.
Keysheva yakin ini adalah sekretaris Angkasa!