" Arrrrggggghhhhh. Pergi kau dasar wanita jalang" teriak seorang wanita paruh baya.
Wanita paruh baya itu berteriak dan menutup pintu dengan keras. Didepan pintu ada seorang gadis yang jatuh tersungkur, gadis itu bernama Annie. Wanita paruh baya itu adalah bibinya, satu-satunya keluarga yang Annie miliki. Namun bibinya hanya menganggap Annie sebagai pembantu di rumahnya. Bibinya marah karena Annie tidak memberikan uang untuk membeli minuman. Ya, bibi nya adalah pencandu alhokol yang parah. Orang tua Annie meninggal karena kecelakaan mobil. Karena ibu Annie hanya memiliki satu saudara maka Annie pun menjadi tanggung jawab bibinya.
Dengan langkah terseok-seok Annie pun bergegas pergi dari halaman rumah yang selama 20 tahun ini ia tinggali bersama bibinya. Bibinya telah bersumpah tidak akan menikah karena takut apa yang terjadi pada kakaknya terjadi juga padanya. Barang-barang d rumah Annie pun sudah habis terjual untuk biaya hidup mereka berdua. Annie lah yang selama ini menjadi pencari nafkah karena bibinya sudah tua jadi tidak ada yang mau memperkerjakan nya.
Annie tidak tahu kemanakah kakinya akan melangkah karena selama ini tidak ada yang mau berteman dengannya. Siapakah yang mau berteman dengan gadis miskin yang tidak punya orang tua. Karena kelelahan Annie pun terjatuh pingsan di jalan setapak yang mengarah ke hutan d pinggiran kota tempat dia tinggal. Tanpa Annie sadari sejak ia d usir dari rumah ada seorang pemuda yang mengawasi Annie. Pemuda itupun mendekati Annie dan mulai mencoba membangunkannya. Namun karena kelelahan yang sangat dan juga sedari pagi Annie belum makan ia tak kunjung bangun.
Tiba-tiba di bawah temaramnya cahaya lampu jalan pemuda tadi menunduk dan mendekati leher Annie. Sambil tersenyum menyeringai terlihatlah gigi taring yang tajam dan mata merah semerah darah. Pemuda itu adalah seorang vampir yang ingin mengigit Annie.
Brukk. Duakkk.
" Nice shoot my brother " ujar pemuda berambut merah berjongkok memeriksa Annie.
Entah darimana datang 3 orang pemuda menyelamatkan Annie dari vampir yang akan mengigitnya tadi.
" Gadis ini hanya pingsan dan belum tergigit oleh vampir campuran yang menjijikan itu" kata pemuda berambut merah tadi.
" Ayo kita bawa gadis dan si darah campuran ini ke kastil" perintah pemuda lainnya dingin.
" Kau dalam masalah besar darah campuran" ujar pemuda terakhir dengan senyum mengerikan. Pemuda inilah yang tadi menendang vampir yang akan mengigit Annie. Sedangkan si vampir tadi terlihat mengigil ketakutan.
Mereka bertiga melesat bagaikan angin membelah hutan, 1 dari pemuda tadi membopong Annie, pemuda berambut merah menyeret vampir, sedangkan pemuda yang terlihat dingin menjadi pemimpin dan penunjuk jalan bagi mereka.
Tak berapa lama kemudian sampailah mereka ke tempat tujuan. Yaitu sebuah kastil megah di dalam hutan yang sangat dalam. Kedatangan mereka d sambut beberapa pengawal yang berjaga d depan kastil.
" Masukan darah campuran ini ke dalam sel tahanan " perintah pemuda berambut merah pada para pengawal dan membanting si vampir itu.
" Kau suka sekali menyiksa darah campuran itu. Hati-hati kau bisa membunuhnya" ujar pemuda yang membopong Annie terkekeh.
" Para darah campuran tidak akan mati semudah itu kak. Mereka akan mati jika ku penggal kepalanya" sahut rambut merah meremehkan.
" Tidak semudah itu memenggal kepala darah campuran. Jaga bicaramu " ucap pemuda yang memimpin mereka dingin.
Mereka berdua terdiam dan berjalan masuk ke kastil. Pemuda dingin itu adalah penguasa utama dari wilayah tersebut. Terkenal sangat kejam dan arrogant. Kulit putih yang pucat seperti salju, mata hijau yang teduh serta rambut keperakan juga sangat tampan,tinggi terlihat berwibawa. Dialah Atlas Felix Alexander pemimpin vampir yang sangat d takuti di daerah itu. Dua orang yang mengikutinya adalah adik-adik nya. Adik pertama bernama Gelsi Nelson Archiless dan bungsu si rambut merah bernama Jace Lucas Lexander. Ketiga kakak beradik ini memiliki paras yang tampan serta memiliki mata yang sama2 berwarna hijau teduh, yang membedakan adalah warna rambut dari ketiganya. Gelsi Nelson Archiless memiliki rambut yang berwarna coklat kehitaman, terkenal akan kemampuan melindungi dan menghancurkan. Sedangkan Jace Lucas Lexander memiliki rambut merah kehitaman dengan kekuatan penyembuh yang luar biasa. Mereka bertiga adalah pemegang kekuasaan di daerah tersebut. Vampir berdarah murni dengan kekuatan di atas kekuatan vampir lainnya.
" Apa yang akan kita lakukan dengan manusia itu??" Jace membuka obrolan di ruang pertemuan mereka.
" Kita lakukan seperti biasa saja. Hapus ingatanya dan kembalikan ia di lingkungan manusia. Kubaringkan ia d kamar tidur menara Emas. Karena aku tidak mau memancing keributan di Kastil ini. Hanya karna ada bau manusia" jawab Gelsi sembari masuk ke ruangan pertemuan.
" Apa kalian merasakannya?? Aku merasakan sesuatu yang aneh saat menatap wajahnya" Atlas tidak menghiraukan pertanyaan Jace. Namun muka Atlas mendadak menjadi serius.
" Saat aku menyembuhkan stamina gadis itu, entah kenapa rasanya tenagaku sedikit terkuras. Seperti saat aku menyembuhkan kalian berdua" Jace menatap wajah saudaranya bergantian.
" Apakah mungkin dia gadis yang terpilih itu?" Gelsi menimpali.
" Herpen selidiki masa lalu gadis ini dan semua yang berhubungan dengannya " ucap Atlas pada pengawal di sebelah kursi tempat ia duduk.
Herpen adalah satu-satunya pengawal yang dipercaya oleh Atlas. Semenjak lenyapnya Ayah mereka karena serangan penghianat, Herpen lah yang di berikan tugas menyelamatkan Atlas dan kedua adiknya. Karena Atlas dan kedua adiknya saat itu masih terlalu muda dan belum mampu mengendalikan kekuatannya. Herpen juga seorang vampir berdarah murni namun kekuatannya berada jauh di bawah ayah Atlas.