Arsel kembali memasuki private room cafe milik temannya yang bernama Kahfi. Saat baru saja membuka pintu, Arsel langsung dibuat terkejut oleh tatapan beberapa orang yang ada di hadapannya. Keempat temannya juga Agnia yang sedang menunggu kedatangannya kembali dari kamar mandi.
Arsel sempat mengernyitkan keningnya heran saat mendapati respon mereka yang entah mengapa terlihat begitu aneh baginya. Namun saat ia sadar dan mengerti kiranya apa sebab mereka memberinya tatapan menuntut yang cukup membuatnya takut itu pun kini mulai terkekeh geli, diikuti dengan gelengan kepalanya yang menggeleng sebanyak beberapa kali.
"Hehe, pada kenapa sih?"
"Pake ditanya lagi! Menurut lo?" jawab Oman yang saat ini masih setia melayangkan tatapan tajam lagi menuntutnya ke arah Arsel. Membuat Arsel yang buka