Terdengar suara ketukan pintu yang cukup nyaring. Mendengar itu, Arsel dan Daisy saling beradu tatap seolah saling bertanya, kira-kira siapa?
"Kayaknya waiters yang mau nganterin makanan kita deh, gue udah order makanan cukup lama tadi," tebak Arsel, karena memang ia telah memesan makanan sejak ia sampai di cafe tadi. Kemungkinan besar saat ini sudah waktunya apa yang ia pesan diantarkan.
Daisy menganggukkan kepalanya pelan. Ia yang pada awalnya merasa parno, karena takut salah seorang penggemar Arsel ternyata mengetahui keberadaan mereka, kini mulai kembali tenang. "Gue aja yang bukain pintunya," ucap Daisy menawarkan diri yang langsung Arsel setujui lewat anggukan kepalanya.
Namun, baru saja Daisy bangkit dari tempat duduknya, bahkan belum sampai melangkahkan kakinya satu langkah pun