Tak pernah aku bayangkan pertemuan yang terjadi menjadi titik terburuk dalam hidupku. Aku terlalu mengagumi kisah percintaan kita. Bagaimana bait bait cinta keluar dari mulutmu, bagaimana tatapan hangatmu saat kita bersama. Terasa sangat indah. Seharusnya aku tahu dan sedar yang setiap pertemuan akan ada perpisahan.
Yang membezakan setiap perpisahan itu adalah sama ada perpisahan secara hidup atau mati. Cinta memang membutakan sehingga setiap pasangan terlupa akan perkataan perpisahan. Tapi tak semua akan berakhir dengan perpisahan bukan?
Ada yang bilang kalau perpisahan secara hidup sangat amat menyakitkan. Dan adakah semua manusia sedar bahawa perpisahan yang melibatkan dua alam yang berbeza jauh lebih menyakitkan? Aku yakin semua yang bergelar manusia amat risau bahkan ada yang sangat fobia akan perpisahan sehinggakan ada yang takut untuk memulakan sesebuah hubungan secara serius. Bukankah semua orang akan merasa kehilangan jika waktunya tiba?
Mungkin saat ini aku sudah mulai ikhlas, merelakan pemergianmu sayang. Setiap pertemuan dan kenangan kita menjadi debu debu halus di angkasa. Tapi semuanya aku tata hias serapi mungkin di sudut hati ini. Sampai kapan? Aku juga nggak tahu. Aku terlalu asyik terbuai dalam cintamu yang membuatku merasakan kamu selalu ada bersamaku.
Aku selalu merindukan. Sangat merindukan semua hal yang berkaitan dirimu. Semuanya termasuk sentuhanmu, senyumanmu dan gelak tawamu disaat kau bersama ku.
Aku rindu…